Kapolri Ungkap Paket 2,5 Ton Narkoba Senilai Triliunan Rupiah
Foto Instagram/@kapolri_info

Dawainusa.com – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo ungkap total paket narkoba 2,5 ton pada jaringan Timur Tengah-Malaysia-Indonesia.

Listyo Sigit Prabowo Menjelaskan bahwa paket tersebut dalam hitungan rupiah akan menjadi 1,2 triliun rupiah.

Hal itu diungkapkan Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Lapangan Bhayangkari Mabes Polri, Rabu (28/4/2021).

Baca jugaMengenal Sosok Munarman, Eks Sekum FPI yang Ditangkap Densus 88

Kapolri Ungkap Barang Bukti Narkoba

Hingga saat ini, binis narkoba masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian penuh baik dari pemerintah maupun masyarakat.

Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa dari barang bukti apabila diuangkan bisa mencapai 1,2 triliun rupiah.

“Dari total barang bukti apabila diuangkan maka kurang lebih bernilai 500 kg x 2,5 ton kurang lebih bernilai 1,2 triliun,” ujar Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo.

Sigit mengatakan dengan mengamankan 2,5 ton narkoba tersebut berarti puluhan juta jiwa masyarakat sudah diselamatkan dari bahaya barang haram tersebut.

“Dan kalau kita lihat dari sisi bahaya maka dengan kita amankan 2,5 ton narkoba ini maka kita bisa amankan masyarakat yang akan menjadi pengguna kurang lebih 10,1 juta jiwa masyarakat yang tentunya bisa kita selamatkan dari potensi bahaya penggunaan narkoba ini,” kata Sigit.

Kapolri Sigit
Foto Instagram/@kapolri_info

Baca juga: Presiden Jokowi Resmi Lantik Indriyanto Dewas KPK

Sigit mengungkapkan pihaknya telah mengamankan 18 tersangka, 17 tersangka merupakan Warga Negara Indonesia dan 1 tersangka berkebangsaan Nigeria.

“Kita berhasil mengungkap penyelundupan kurang lebih 2,5 ton narkoba jenis sabu asal Timur Tengah dan mengamankan 18 tersangka, 17 Warga Negara Indonesia, 1 kita lakukan tindakan tegas terukur kemudian 1 Warga Negara Asing asal Nigeria,” ungkap Sigit.

Sigit menuturkan bahwa enam tersangka dalam kasus narkoba merupakan terpidana.

Dia menyebutkan bahwa para terpidana tersebut masih mengendalikan jaringan narkoba internasional.

“Di mana ada tersangka atas inisial KNK, AW, AG, H, NI dan AL yang merupakan terpidana di Lapas dengan hukuman atas 10 tahun dan hukuman mati namun mereka masih menjadi pengendali jaringan narkoba internasional,” tutur Sigit.

Sigit menyebutkan peran para tersangka sebagai pengendali, transporter, hingga pemesan.

“Kemudian peran dari para tersangka 7 orang sebagai jaringan pengendali 8 orang sebagai jaringan Transporter 3 orang sebagai jaringan pemesan,” tandas Sigit.*