Kapal Selam KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Panglima TNI/Ist

Dawainusa.com – Kapal Selam Milik TNI Angkatan Laut, KRI Nanggala 402 yang hilang di perairan utara Bali dinyatakan tenggelam.

Dilnsir dari RRI.co.id, hal itu diungkapkan Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto pada Sabtu (2/4/2021).

Dalam pernyataannya, Hadi mengatakan bahwa isyarat subsunk tenggelam dinyatakan setelah adanya upaya pencarian selama 72 jam lamanya.

https://www.youtube.com/watch?v=rfV9d2YFZ8Y

Baca jugaRibuan Personil Polisi Dikerahkan Untuk Amankan KTT ASEAN

KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam

Setelan ditemukannya barang-barang yang diduha dari Kapal Selam KRI Nanggala 402, kapal tersebut dinyatakan tenggelam.

Adapun pagi tadi merupakan batas akhir live support berupa ketersediaan oksigen di KRI Nanggala selama 72 jam.

“Unsur-unsur TNI AL telah menemukan tumpahan minyak dan serpihan yang menjadi bukti otentik menuju fase tenggelamnya KRTI Nanggala,” jelas Hadi dalam konferensi pers, Sabtu (24/4/2021).

Perlu diketahui, KRI Nanggala-402 dinyatakan hilang di perairan Bali saat melakukan latihan penembakan rudal dan torpeda.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Yudo Margono memaparkan kronologi rinci terkait hilangan KRI Nanggala 402, dalam jumpa pers di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Badung, Kamis (22/4/2021), yang disiarkan Youtube PuspenTNI.

Laksamana Yudo menceritakan detik-detik hilangnya KRI Nanggala.

“Pada jam 03.00 KRI Nanggala-402 meminta izin menyelam periscope depth pada kedalaman 13 meter dan persiapan untuk menembak torpedo. Sesuai prosedur, dalam penembakan tersebut kapal selam akan didampingi oleh searider penjejak yang didalam situ ada orang kopaska dan dari kapal selam sendiri untuk nantinya apabila torpedo meluncur mereka akan mengikuti,” kata Laksamana Yudo.

Yudo menambahkan, KRI Nanggala sudah tidak terlihat saat akan melakukan sesi penembakan torpedo dan rudal.

Kapal Selam
Foto/Ist

Baca jugaMin Aung Hlaing Tiba di Jakarta Untuk Hadiri KTT ASEAN

Berikut Kronologi Rinci Hilangnya KRI Nanggala yang disampaikan KSAL:

03.00-03.30 WIB

Geladak haluan dan Conning Tower KRI Nanggala-402 masih terlihat oleh tim penjejak dalam jarak 50 meter.

03.30 WIB

KRI yang lain menempati posisi untuk persiapan torpedo warning dalam hal ini persiapan torpedo meluncur

03.46 WIB

Searider memonitor periskop dan lampu pengenal KRI Nanggala-402 yang perlahan mulai menyelam dan tidak terlihat.

03.46-04.46 WIB

KRI Nanggala-402 berkali-kali dipanggil namun tidak merespons. Seharusnya saat tenggelam periskop pasti terlihat tapi KRI Nanggala-402 langsung tenggelam dan tidak tampak lagi. Komunikasi dengan KRI Nanggala-402 sudah tidak terjalin.

“Yang harusnya mereka saat melakukan penembakan tadi meminta otorisasi akan melaksanakan penembakan. Namun demikian, begitu akan diberikan otorisasi, dipanggil-panggil sudah tidak respons,” kata Laksamana Yudo.

04.17 WIB

Helikopter diterbangkan untuk melakukan deteksi visual, namun hasilnya nihil.

05.15 WIB

KRI Nanggala-402 dijadwalkan muncul lagi di permukaan air, namun tidak kunjung timbul dan muncul dipermukaan. TNI AL juga memberlakukan prosedur yang dijalankan kala kapal selam hilang kontak dan mengalami permasalahan.

06.46 WIB

TNI Al memberlakukan isyarat sub missed. Seluruh unsur dikerahkan untuk mencari KRI Nanggala-402 dan latihan ditunda.*