Kadis Kesehatan Manggarai: Vaksin DPT 1 Dipastikan Akan Segera Tiba

Kadis Kesehatan Manggarai: Vaksin DPT 1 Dipastikan Akan Segera Tiba

RUTENG, dawainusa.com – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, dr. Weng Yulianus memastikan bahwa vaksin DPT 1 untuk kebutuhan imunisasi bayi di daerah tersebut akan tiba di Aimere pada hari esok, Jumat (9/11).

“Info terbaru dari staf yang pergi ambil vaksin di Dinkesprov bahwa besok sudah pasti vaksin tiba di Aimere dan petugas dari Dinkes Manggarai akan ambil vaksinnya di Aimere,” kata dr. Weng dalam keterangannya kepada Dawainusa, Kamis (8/11).

Sebelumnya, masalah vaksin ini dikeluhkan oleh masyarakat Manggarai. Sebagaimana diberitakan Dawainusa, salah satu warga yang diketahui berinisial “U” mengatakan, selama ini mereka mengalami kesulitan untuk mendapatkan vaksin DPT 1 tersebut.

Baca juga: Masyarakat Keluhkan Langkahnya Vaksin DPT 1 di Kabupaten Manggarai

Padahal, jelas dia, vaksin DPT ini sangat dibutuhkan untuk kepentingan imunisasi bagi semua bayi yang usianya kurang lebih dua bulan.

“Kami kesulitan untuk mendapatkan vaksin DPT 1 ini untuk bayi kami. Kami sudah tanya ke Pustu dan Puskesmas yang ada, mereka bilang, vaksin tersebut sudah habis,” ujar dia kepada Dawainusa, Rabu (9/11).

Untuk memenuhi kebutuhan imunisasi vaksin DPT 1 tersebut, “U” mengaku bahwa mereka secara terpaksa membelinya ke dokter yang ada di Kota Ruteng dengan harga yang sangat mahal untuk satu kali suntik.

“Ya, karena tidak ada itu vaksin di Pustu dan Puskesmas, kami terpaksa membelinya di dokter. Di dokter kami harus menghabiskan uang sebesar Rp1,2 juta untuk satu kali suntik. Sementara menurut aturannya, suntik vaksin ini harus dilakukan selama 3 kali. Jadi, kami mesti keluarkan uang sejumlah Rp3,6 juta untuk penuhi imunisasi vaksin ini,” terang dia.

Vaksin DPT Banyak Dikirim ke Daerah yang Alami KLB Difteri

Langkanya vaksin DPT 1 di daerah Manggarai ini, demikian dr. Weng menjelaskan, terjadi karena vaksin tersebut tidak tersedia dari pihak Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes).

“Sejak sebulan ini stok vaksin DPT 1 kosong dari Kemenkes, sehingga stok di kabupaten juga kosong. Kami baru menghubungi kembali Dinkesprov dan menurut mereka stok sudah dikirim oleh Kemenkes ke Dinkesprop, tetapi agak terbatas.” ungkap dr. Weng kepada Dawainusa, Kamis (9/11).

Baca juga: Difteri, Penyakit yang Berpotensi Mengancam Jiwa

Selain itu, lanjut dr. Weng, langkanya vaksin DPT tersebut juga terjadi karena kebijakan Kemenkes yang mendistrinbusikan vaksin tersebut lebih banyak ke daerah yang mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri di beberapa provinsi di Indonesia.

“Kebijakan Kemenkes pada saat terjadi KLB Difteri di beberapa provinsi di Indonesia, vaksin DPT lebih banyak dikirim ke daerah-daerah tersebut. NTT bukan termasuk daerah KLB Difteri, sehingga vaksin DPT yang dikirim ke Dinkes Provinsi NTT berkurang dari permintaan,” jelas dr. Weng.

“Akibatnya kabupaten juga mengalami kekurangan/kekosongan stok vaksin DPT. Mudah-mudahan bulan ini dan seterusnya sudah bisa normal kembali,” tutup dia.*

COMMENTS