Warga Minum Air Kali, Kades Bere: Tak Pernah Ada Usulan Pembangunan Air Bersih

Warga Minum Air Kali, Kades Bere: Tak Pernah Ada Usulan Pembangunan Air Bersih

RUTENG, dawainusa.com – Krisis air bersih telah bertahun-tahun melanda kampung Nanga, Desa Bere, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, untuk pemenuhan air minum, warga di kampung yang berbatasan dengan Kecamatan Rahong Utara dan Kecamatan Wae Ri’i ini terpaksa menimba air dari kali Wae Racang.

Adapun air yang mereka timba dari kali Wae Racang tersebut saat musim hujan menjadi keruh karena bercampur lumpur. Tetapi karena kali Wae Racang merupakan satu-satunya sumber air, warga terpaksa mengkonsumsi air tidak bersih saat musim penghujan.

Baca jugaKeluhan Warga Kampung Nanga Soal Air Minum Bersih

Anak-anak kampung nanga menimba air di wae racang

Anak-anak kampung Nanga menimba air di kali Wae Racang untuk dikonsumsi sebagai air minum – Foto: Dawainusa.com

Kades Sebut Debit Air Kurang

Krisis air yang melanda kampung Nanga ini diakui oleh Pemerintah Desa setempat. Kepala Desa Bere (Kades) Ignasius Beon, saat dikonfirmasi Dawainusa.com, Jumat (21/12) siang, mengatakan penyebab krisis air di kampung tersebut adalah karena debit air yang kecil.

“Mata air kami debitnya kurang, makanya pembangunan air bersih kami fokus di Golokoe. Nanti kami ukur lagi kekuatan air, baru bisa sambung ke Nanga, ” kata Beon.

Meski tak dijelaskan kekuatan debit air untuk dialirkan ke kampung Nanga, Ia mengaku tidak membuka jaringan air minum ke kampung Nanga supaya tidak sia-sia.

“Percuma nanti kita buka jaringan pipa ke Nanga kalau kondisi debit air kita kurang. Kita pasang pipa tapi air tidak jalan kan sia-sia, ” jelas Beon.

Baca jugaUjaran Viktor Laiskodat, Apakah Sebatas Omong Besar?

Saat hujan air kali wae racang berubah menjadi keruh berlumpur

Saat hujan air kali wae racang berubah menjadi keruh berlumpur – Foto: Dawainusa.com

Warga Kampung Nanga Tidak Pernah Usulkan Air Bersih

Tak hanya karena debit air kurang, Kades Beon juga menjelaskan, selama ini warga kampung Nanga tidak pernah usulkan pembangunan air bersih dalam forum desa.

Menurut dia, saat musyawarah desa pada bulan September lalu, warga dari kampung tersebut hanya mengusulkan pembangunan jalan setapak, rabat, dan pembukaan jalan baru.

“Waktu musyawarah Desa pada bulan September, warga Nanga hanya usulkan pembangunan rabat, jalan setapak, dan pembukaan jalan baru. Mereka tidak pernah mengusulkan pembangunan air bersih,” jelasnya.

Baca jugaASN NTT Diwajibkan Pakai Sabun Daun Kelor Mulai 2019

Dia menambahkan, ketiga usulan warga kampung Nanga ini sudah ada yang terealisasi, berupa pembangunan jalan setapak.

“Usulan warga sudah kita jalankan, pembukaan jalan baru, setapak, dan rabat di sana juga untuk membantu warga datang ke tempat mereka timba air di Wae Rasang selama ini,” tegasnya.

Dia berharap, warga Kampung Nanga bersedia untuk musyawarah kembali dengan Pemerintah Desa jika kebutuhan mereka adalah air minum bersih.*

COMMENTS