Julie Laiskodat: Anak Saya Lebih Memilih ke NTT Daripada ke Luar Negeri

Julie Laiskodat: Anak Saya Lebih Memilih ke NTT Daripada ke Luar Negeri

Julie Laiskodat, istri calon gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menilai NTT pada dasarnya adalah negeri yang kaya. Adapun NTT yang terkesan miskin dinilai olehnya belum adanya gebrakan pemimpin untuk memanfaatkan sumber daya yang ada. (Foto: Julie Laiskodat - ist)

ENDE, dawainusa.com Julie S Laiskodat dari Yayasan Levico Jakarta mengaku, NTT pada dasarnya adalah provinsi yang paling kaya dari seluruh provinsi-provinsi yang ada di Indonesia. Hal itu disampaikan Julie mengingat NTT yang memiliki kekayaan alam berupa tempat pariwisata dan budaya yang diwariskan oleh nenek moyang secara turun-temurun.

Menurut Julie, semua kekayaan itu hampir dimiliki oleh semua daerah yang di NTT. Dia lalu menyebut sebagian dari kekayaan alam dan budaya itu di antaranya Taman Nasional Komodo di Manggarai Barat, Kampung Bena serta 17 Pulau di Riung, Kabupaten Ngada, juga di Ende ada danau tiga warna. Begitu pun di Flores Timur dan Lembata maupun di Sumba dan daratan Timor serta Rote.

“Anak saya ketika di suruh pergi ke luar negeri atau tempat-tempat lain di Indonesia, mereka lebih memilih pergi ke NTT karena mereka menilai bahwa NTT memiliki kekayaan alam terutama laut dan budaya yang memesona,” kata istri Viktor Bungtilu Laiskodat itu saat melakukan silaturahmi dengan pengurus dan kader Nasdem Kabupaten Ende, Senin (8/1).

Baca juga: Jefri Riwu Kore: Mari Kita Menangkan Paket Harmoni

Sebelumnya, perempuan kelahiran Kebayoran Lama Jakarta ini bertekad ingin mengembangkan dan mengenalkan semua potensi yang ada di NTT, tak hanya pada masyarakat di Indonesia, namun juga dunia. Bentuk tenun dan motif yang berbeda-beda antara satu daerah dengan daerah lain di NTT merupakan salah satu kekayaan NTT yang dinilai Julie bernilai jual tinggi.

Ia mengaku, sejak 15 tahun lalu telah berkeliling ke 300-san kecamatan di NTT yang masing-masing mempunyai motif dan bentuk tenun yang berbeda-beda. Dengan perjalanan panjang itu ia memahami betul setiap motif kain tenun yang dihasilkan di setiap wilayah di NTT. Tak hanya kain, ia juga memahami sejarah, budaya, dan tentu saja kuliner di NTT.

Dengan perjuangan itu Julie mengaku menaruh perhatian dan sejak lama pula jatuh cinta pada kain tenun NTT. Cinta itu ia wujudkan dengan memakai baju dan sepatu yang terbuat NTT saat ke acara-acara, termasuk saat dia berada di rumah.

“Kalau tidak pakai baju tenun di NTT sehari saja, saya merasa bersalah,” katanya.

NTT Terkesan Miskin, Indikasi Belum Ada Gebrakan Pemerintah

Terkait tren kemiskinan yang seakan melekat erat dengan masyarakat NTT, Juli menilai itu memperlihatkan belum adanya gebrakan pemerintah untuk memaafkan sumber daya alam yang ada.

Ia menyampaikan berbagai keunggulan yang dimiliki oleh NTT dalam bidang pariwisata tidaklah kalah dengan daerah luar maupun di luar negeri. Namun sejauh ini, apa yang menjadi unggulan itu belum dikemas menjadi lebih baik sehingga masih tertinggal dari daerah lain.

Baca juga: Tolak Hadiah Sepeda, Siswa Tunanetra di Kupang Minta Laptop ke Jokowi

“Objek wisata yang ada di luar negeri ataupun daerah lain sebenarnya biasa-biasa saja, namun karena dikemas dengan baik sehingga bisa menarik para wisatawan untuk berkunjung dan kalau dibandingkan dengan apa yang ada di NTT tentu di NTT lebih baik hanya karena belum dikemas dengan baik,” kata istri dari bakal calon gubernur NTT, Viktor Laiskodat.

Tentang suaminya yang maju dalam pilkada NTT, Julie mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh suaminya adalah semata-mata untuk memajukan provinsi NTT sesuai dengan kemampuan dan jaringan yang dimiliki oleh suaminya.* (RAG)