Jubir TKN Sampaikan Alasan Jokowi Gratiskan Tol Suramadu

Jubir TKN Sampaikan Alasan Jokowi Gratiskan Tol Suramadu

JAKARTA, dawainusa.com Keputusan Presiden Jokowi menggratiskan tol jurusan Surabaya-Madura (Suramadu) menuai pro kontra di masyarakat. Terlebih karena keputusan ini diambil pada saat menjelang pemilihan umum presiden dan wakil presiden tahun 2019 mendatang.

Ada penilaian yang berkembang di masyarakat bahwa kebijakan ini diambil murni untuk menaikkan elektabilitas dari capres petahana. Namun, tim kampaye nasional (TKN) pasangan Jokowi membantah berbagai isu miring yang berkembang terkait dengan keputusan tersebut.

Baca juga: Kasus Meikarta, James Riady Penuhi Panggilan KPK

Menurut Juru Bicara Tim Kemenangan Nasional, Ace Hasan Syadzily, keputusan Presiden Joko Widodo untuk menggratiskan jalan Tol Suramadu merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan ekonomi di Pulau Madura. Setidaknya, keputusan ini akan mengurangi biaya dari masyarakat selama melintasi jalan tol tersebut.

“Sehingga kita berharap bahwa ekonomi masyarakat di Madura akan semakin maju dan berimplikasi pada kesejahteraan masyarakat di Madura,” kata Aceh di Jakarta, Selasa (30/10).

Hingga saat ini, pemerintah belum memberikan penjelasan resmi terkait dengan keputusan menggratiskan tol yang dibangun sejak era kepresiden Megawati ini.

Pemerintah pusat juga belum pernah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah sebelum mengambil keputusan penting ini. Namun, Aceh menilai, keputusan ini telah dipikirkan secara matang sebelumnya oleh Presiden Jokowi.

Aspirasi Masyarakat Madura

Lebih lanjut, Aceh menjelaskan tentang alasan mendasar dari Presiden Jokowi terkait dengan tol Suramadu yang digratiskan. Alasannya tidak seperti yang berkembang di masyarakat bahwa keputusan ini diambil karena kepentingan politik. Ia mengatakan bahwa keputusan ini diambil oleh presiden berdasarkan usulan dan aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat.

Aspirasi ini, jelas Aceh, sudah lama disampaikan oleh masyarakat Madura. Diketahui, masyarakat Madura sudah mengusulkan penggratisan tol sejak ini tahun 2016 yang lalu. Namun, presiden baru memberikan jawaban terkait dengan usulan tersebut pada tahun ini.

Baca juga: Paus Fransiskus Sampaikan Duka Cita Untuk Korban Lion Air

“Namun kita juga harus berpikir bahwa ada pertimbangan ekonomi tertentu, menghitung seberapa besar kalkulasi yang menjadi proses pembangunan jembatan tersebut. Saya kira siapapun pemimpinnya pasti ingin agar rakyat senang. Tidak ada pemimpin di dunia ini yang ingin membuat rakyat susah,” jelas Aceh.

Aceh sendiri mengakui berbagai spekulasi politik terkait dengan keputusan tersebut. Hal ini tidak bisa dibantah karena momentum politik yang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Setiap kebijakan pemerintah pasti dianalisa secara politik oleh lawan politik di pilpres 2019.

Namun, Aceh sekali lagi menegaskan, keputusan ini tidak dalam rangka untuk meraih dukungan politik masyarakat Madura. Kaputusan ini lahir karena murni usulan dari bawah. Karenanya, tugas presiden hanya ingin memenuhi apa yang paling dibutuhkan oleh masyarakat.

Pertimbangan Matang dari Presiden Jokowi

Diketahui, tol jembatan Suramadu ini merupakan jembatan terpanjang pertama yang dibangun di Indonesia. Pembangunannya telah dimulai sejak era Presiden Megawati Soekarnoputri pada 20 Agustus 2003 dan baru dibuka pada 10 Juni 2009 pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Jembatan ini memiliki panjang 5,4 kilometer sekaligus sebagai penghubung antara antara Surabaya dan pulau Madura. Jembatan ini juga terdiri atas tiga bagian yaitu jalan layang, jembatan penghubung, dan jembatan utama.

Baca juga: Ardy Mbalembout soal Pemanggilan James Riady oleh KPK

Sebelumnnya, pada tahun 2016 yang lalu, Presiden Jokowi pernah mengambil kebijakan untuk menurunkan tarif tol tersebut hingga 50 persen. Keputusan ini diambil karena banyak masyarakat yang menyampaikan bahwa tarif tol ini sangat mahal. Akibatnya arus barang dan jasa kurang berjalan dengan lancar.

Kendati demikian, tarif yang telah ditetapkan pada tahun 2016 tersebut masih dianggap mahal. Masyarakat juga tidak pernah berhenti menyampaikan aspirasi mendesak presiden untuk menggratiskan tol tersebut. Presiden pun menerima usulan tersebut dengan pertimbangan kebutuhan ekonomi masyarakat.

Menurut Presiden Jokowi, sekarang merupakan waktu yang paling tepat untuk membebaskan biaya tol Surabaya – Madura ini. Kendati banyak pihaknya yang memberikan protes dan mempertanyakan alasan mendasar dibalik keputusannya. Namun, ia menegaskan, keputusan ini murni untuk memenuhi keinginan masyarakat yang merasakan manfaat secara langsung dari tol jembatan Surabaya- Madura.

“Bahwa memang kita lihat sejak pembangunan Suramadu hingga saat ini memang sudah saatnya untuk digratiskan, dan tentu yang paling utama adalah mengedepankan efisiensi ekonomi, cost ekonomi dari pergerakan ekonomi Madura dan Surabaya,” pungkasnya.*