Dawainusa.com —¬†Presiden Joko Widodo dijadwalkan meninjau langsung uji coba tahap ketiga calon vaksin virus corona (Covid-19) buatan Sinovac asal China.

Penyuntikan perdana vaksin Sinovac akan dilaksanakan di PT Bio Farma dan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Padjadjaran, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/8).

“Jadi yang akan dikunjungi oleh Bapak Presiden, Insya Allah site yang di Eyckman yaitu penyuntikan perdana uji vaksin di Fakultas Kedokteran Unpad,” kata juru bicara Tim Uji Klinis Vaksin Covid-19 dari Unpad Rodman Tarigan.

Rodman menerangkan, akan ada 21 orang relawan yang menjalani imunisasi dengan vaksin Covid-19 buatan perusahaan farmasi asal Negeri Tirau Bambu. Salah satunya relawan yang ikut adalah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Para relawan yang akan menjalani uji coba telah melakukan tes swab sebelumnya dan hasilnya mereka negatif Covid-19.

Sampel uji coba selanjutnya akan diikuti maksimal 20 orang untuk memenuhi aspek kewapadaan terhadap pandemi Covid-19 dari total sekitar 1.620 relawan yang sudah terdaftar untuk menjalani uji coba fase ketiga vaksin Sinovac.

Baca Juga: Jokowi Anggarkan Rp13,2T untuk Bantu 13 Juta Pegawai Non-PNS

Berlangsung Selama 6 Bulan

Seperti dilansir dari Detik, uji klinis fase ketiga ini dijadwalkan akan berlangsung selama enam bulan ke depan dan diprediksi selesai pada Januari 2021.

Februari 2021, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI, sebagai koordinator dan pengontrol, mengharapkan vaksin Sinovac siap beredar di Indonesia.

Direktur Standardisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif BPOM, Togi Junice Hutadjulu berharap PT Bio Farma mengajukan izin edar (conditional approval) atau persetujuan penggunaan di Januari 2021.

PT Bio Farma sendiri telah menyebutkan bahwa pihaknya telah menyiapkan fasilitas produksi vaksin Sinovac dengan kapasitas 250 juta dosis.

Fasilitas produksi Bio Farma adalah dengan mengoperasikan kembali Gedung 43 yang memiliki kapasitas produksi Covid-19 sebanyak 150 juta dosis pertahun. Bio Farma pun telah berinvestasi senilai Rp1,3 triliun untuk pembiayaan tersebut.

Sebagai perusahaan farmasi yang terpercaya di dunia internasional, pemerintah menaruh harapan pada upaya Bio Farma dalam kerjasama dengan Badan Litbangkes Kementrian Kesehatan untuk memproduksi vaksin agar segera digunakan masyarakat.

Telepon Jokowi, Presiden Cina Tawarkan Bantuan Atasi Corona
Presiden China Xi Jinping dan Presiden RI Joko Widodo. Foto/Istimewa.

Baca Juga: Jokowi Harap Pilkada Serentak 2020 Tak Munculkan Klaster Baru Covid-19

Relawan Dapat Asuransi

Sementara itu, untuk para relawan yang yang menjalani uji coba klinis selama enam bulan ke depan, Manajer Lapangan Uji Klinis Vaksin Covid-19 Eddy Fadlyana mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 (Bumida) sebagai pemberi asuransi.

Lewat asuransi ini, keluhan kesehatan dari tingkat ringan sampai berat akan terlingkupi selama periode penelitian berlangsung.

Demikian dengan kesehatan relawan dipastikan tetap dipantau oleh petugas penelitian secara teratur, atau sekitar 6 bulan setelah pemberian vaksin terakhir. Relawan juga akan mendapatkan pemeriksaan rapid test dan swab test secara gratis.

Untuk para relawan, dalam pengujian ini akan ada dua efek samping, yaitu reaksi lokal dan sistemik. Reaksi lokal berupa bekas merah, bengkak, nyeri di tempat suntikan tetapi dalam 48 jam akan hilang kembali.

Efek samping lokal umumnya terjadi sebanyak 30 persen dari jumlah subjek penelitian (relawan). Sementara, efek samping lainnya yaitu sistemik di mana kondisi relawan mengalami demam di 30 menit pertama saat pemberian vaksin.

Jika relawan atau subjek mengalami efek samping di 30 menit pertama, akan dilakukan tindakan atau penanganan tertentu oleh pengawas atau dokter. Reaksi tersebut akan timbul jika relawan memiliki alergi tertentu.

Untuk diketahui, uji coba klinis vaksin Sinovac akan dilaksanakan juga di beberapa negara, antara lain di Brazil dan Bangladesh.

Di Bangladesh, uji klinis akan dilakukan oleh Pusat Penelitian Penyakit Diarrheal Internasional (ICDDR) bulan depan dan melibatkan sebanyak 4.200 relawan.

Sementara di Brazil, uji coba vaksin telah disetujui Badan Regulasi Kesehatan Brasil (ANVISA) dan akan bekerjasama dengan pusat penelitian biologi Instituto Butantan.*