Jokowi Dinilai Tak Serius Soal Penyelesaian Kasus HAM Munir

Jokowi Dinilai Tak Serius Soal Penyelesaian Kasus HAM Munir

JAKARTA, dawainusa.com – Istri mendiang aktivis hak asasi manusia(HAM) Munir Said Thalib Suciwati menegaskan, pemerintahan Jokowi-JK tidak serius menyelesaikan kasus pembunuhan terhadap Munir.

Pasalnya, pemerintah sampai hari ini belum mengumumkan kepada masyarakat terkait hasil kerja tim pencari fakta(TPF) atas kasus tersebut.

Menurutnya, kasus pembunuhan terhadap aktivis HAM Munir telah berjalan selama 14 tahun. Tim pencari fakta pun sudah dibentuk oleh pemerintah.

Ia sendiri menyayangkan, Jokowi dan pihak kepolisian tidak mempunyai komitmen terhadap penegakan hukum terutama kasus HAM di Indonesia.

“Saya sih agak was-was Kapolri dan bisa saja itu bisikannya Jokowi saya enggak tahu,” kata Suciwati di Jakarta, Sabtu(8/9)

Jokowi Hanya Sekedar Memberi Janji

Presiden Jokowi pun pernah berjanji untuk menuntaskan  kasus HAM munir. Tidak hanya itu, Jokowi juga pernah memberikan instruksi kepada lembaga Kejaksaan, Polri maupun Badan Intelejen Negara(BIN) dan lembaga peradilan guna menyelesaikan kasus ini. Namun, kenyataan sampai hari ini belum terealisasi.

Untuk bertemu degan Jokowi, Suciwati mengaku tidak bersedia. Dia hanya menginginkan janji yang pernah disampaikan oleh presiden tersebut benar-benar dilaksanakan.

Tidak hanya itu, ia juga meminta kepada pemerintah untuk mengungkap otak dibalik pembunuhan aktivis HAM munir.

“Ketemu presiden enggak terlalu penting, yang penting adalah tindakan. Orang lain bisa aja penting, tapi saya pikir yang penting kasusnya bergerak,” kata Suciwati.

Dikabarkan, Kapolri Tito Karnavian telah meminta Bareskrim untuk menindaklanjuti kasus ini dan melakukan kajian ulang.

Karena itu, Suciwati rencana untuk menemui Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Inspektur Jenderal Arief Sulistiyanto. Namun, ia kembali meminta kepada Kapolri untuk bekerja serius dan tidak hanya memberi janji palsu.

“Kalau serius kita lihat kerjanya Kabereskrim, mau dilakukan atau hanya omong doang?,” tegasnya.

Diketahui, terbunuhnya aktivis HAM Munir yakni karena diracun dalam penerbangan dari Indonesia ke Belanda. Terhadap kasus pembunuhan ini, mantan pilot Garuda Indonesia Pollycarpus Budihari Priyanto dihukum menjadi terpidana. Namun, ia telah bebas murni.

Adapun upaya pemerintah terhadap pengungkapan kasus ini yakni membentuk tim pencari fakta(TPF).Kerja tim pencari fakta pun tidak ada hasil. Pemerintah berdalih dokumen hasil kerja TPF itu telah hilang.*