Siap-siap, Jokowi akan Bagikan Bansos untuk Pelaku UKM, Cek Syaratnya!
Presiden Joko Widodo. Foto/Metrotvnews.

Dawainusa.com — Presiden Joko Widodo akan membangikan dana bantuan sosial (bansos) bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) pekan depan.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Rully Indrawan mengatakan, bantuan ini diberikan kepada sekiranya 500 ribu UKM yang telah terdaftar dan sedang diproses.

Masing-masing UKM akan diberikan Rp 2,4 juta sebagai tambahan modal kerja bagi para pengusaha mikro yang terdampak pandemi virus corona.

Kali ini, kata Rully, dana hibah hanya diberikan bagi UMKM yang belum pernah mendapatkan bantuan peminjaman atau sejenisnya dari perbankan (unbankable). Adapun uang bantuan tersebut akan dibayarkan satu kali melalui bank penyalur.

“Jadi, Presiden Jokowi hari Senin (24/8) sekitar pukul 13.00 WIB akan membagikannya secara keseluruhan di Istana Kepresidenan langsung,” katanya, seperti diberitakan Kompas.com, Sabtu (22/8).

Bansos ini sebelumnya dijadwalkan akan dibagikan pada 17 Agustus lalu. Namun karena masih ada kendala, diundur ke pekan depan.

Baca Juga: Begini Cara Mendaftar Kartu Prakerja Gelombang 5 via Online

Persyaratan Pencairan Bansos UKM

Menurut Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto, ada persyaratan yang harus diperhatikan oleh penerima bansos kali ini.

Salah satunya adalah melengkapi sejumlah persyaratan, mulai dari dokumen hingga surat pernyataan yang ditentukan oleh bank penyalur.

Kepada penerima, diwajibkan untuk datang ke kantor BRI dengan membawa dokumen berupa buku tabungan, kartu ATM, dan identitas diri. Jika dokumen-dokumen tersebut belum dilengkapi, maka banpres ditangguhkan.

Namun jika penerima memenuhi ketentuan yang ada, maka akan ada pemberitahuan atau dihubungi oleh pihak BRI.

Aestika menambahkan, pencairan dana akan tetap dapat dilakukan selama penerima melengkapi kelengkapan dokumen yang dibutuhkan, tanpa batas waktu.

“Pencairan dana banpres dapat dilakukan selama nasabah telah melengkapi dokumen surat pernyataan, surat pernyataan tanggung jawab mutlak (SPTJM) dan/kuasa penerimaan dana banpres,” terangnya.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Foto/ CNN Indonesia.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Foto/ CNN Indonesia.

Baca Juga: Strategi Jokowi Selamatkan Ekonomi RI di Tengah Pandemi Corona

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki sebelumnya mengatakan, selain ketentuan dari Bank BRI, para pelaku UKM juga bisa mendaftarkan diri ke dinas koperasi terdekat untuk mendapat bantuan ini. Untuk mendaftar, pelaku UKM diidentifikasi dan diusulkan oleh lembaga pengusul.

Lembaga pengusul yang dimaksudkan, kata Teten, adalah dinas yang membidangi Koperasi dan UKM provinsi atau kabupaten/kota.

Selain itu, bisa juga koperasi yang telah berbadan hukum, kementerian/lembaga, perbankan dan perusahaan pembiayaan yang terdaftar di OJK, dan lembaga penyalur program kredit pemerintah yang terdiri atas BUMN dan BLU.

Saat ini sudah terkumpul 17,23 juta pelaku UKM yang bersumber dari kementerian/lembaga, Dinas Koperasi dan UKM selindo, koperasi, LKM, himbara (BRI dan BUMN seperti PNM dan PT Pegadaian) dan lainnya.

Teten mengatakan, para pelaku UKM penerima bansos yang telah terdaftar tersebut selanjutnya akan divalidasi oleh Kementerian Koperasi dan UKM.*