Dawainusa.com Anggota DPD RI Provinsi DKI Jakarta, Prof Dr. Jimly Asshiddiqie kembali menyoroti soal keberadaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di tengah pandemi Covid-19.

Menurutnya, efek pandemi yang menghantam roda perekonomian Indonesia, para pelaku usaha khususnya yang bergerak di UMKM harus lebih kreatif dan terorganisir.

“Dukungan dari sumber-sumber keuangan dan kreatifitas para pelaku usaha harus terorganisir, sehingga di tengah kondisi pandemi Covid-19, setiap pelaku UMKM mampu berkreatifitas menghadapi tantangan ini,” ungkap Jimly dalam diskusi yang digelar Jimly Institute, Rabu (12/8/2020).

Baca juga: Trio Macan Dimarahi Ganjar Pranowo, Ini Penyebabnya

Jimly mengatakan, kesiapan diri para pelaku usaha menjadi hal utama di tengah dampak sosial ekonomi dan politik dunia yang akan mengalami perubahan dahsyat baik di masa pandemi, bahkan setelah pandemi.

Selain itu, anggota Dewan Pertimbangan Presiden pada tahun 2010 itu juga menyoroti perlu adanya gerakan masif dalam konteks peningkatan kepedulian terhadap produksi dalam negeri, seperti memperkenalkan produk lokal secara masif.

“Promosi terhadap produk lokal harus dilakukan secara masif,” katanya.

Sektor Penting yang Perlu Diperhatikan Pemerintah

Di sisi lain, Direktur UKM dan Usaha Syariah Bank DKI  Babay Parid Wazdi  menyoroti beberapa aspek yang perlu diperhatikan pemerintah seperti kesehatan, ketahanan pangan dan UMKM/sektor usaha produksi.

Dalam sektor usaha Produksi misalnya, pemerintah memberikan keringanan kepada UMKM. Babay mengambil contoh di Jakarta dimana pemerintah melalui program JakPreneur menfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan usaha.

Baca juga: Trio Macan Dimarahi Ganjar Pranowo, Ini Penyebabnya

“Pemerintah memberikan keringanan kepada UMKM dengan bunga hanya 7% per tahun yang sebelumnya 10-12 % pertahun. Misalkan di Jakarta bagi masyarakat yang ingin melakukan usaha pemerintah memfasilitasi dengan program JakPreneur, masyarakat akan diberi pelatihan sesuai dengan minat dan kemampuan serta akan diberikan modal usaha. Ada juga program subsidi pangan murah,” kata Babay.

Babay juga menambahkan, bahwa hal yang perlu juga diperhatikan adalah Bank perlu bersinergi dengan BUMD sebagai agent of development, bidang usaha transportasi, bidang usaha utiliter, bidang usaha kawasan industri, bidang usaha infrastruktur, bidang usaha layanan umum daerah, bidang usaha keuangan, bidang usaha properti, bidang usaha pangan dan bidang usaha industri.

Sementara itu, Deputi Reatrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi mengatakan, dalam situasi hari ini, UKM memprodukasi dan negara membeli, selain itu, akses internet akan dipenetrasi dengan satelit palapa ring.

“Hibah diberikan pemerintah dengan mencairkan uang dengan cepat kepada masyarakat agar mempecepat daya beli yang mampu menggerakan roda ekonomi masyarakat, meningkatkan TKDN, intervensi atas kesenjangan impor dan ekspor, releksasi dan restrukturisasi kredit, Pembiayaan modal usaha, bantuan sosial dan digitaslisasi UMKM ” ujar Eddy Satria.*