Dawainusa.com — Drummer SID Jerinx langsung ditahan Polisi setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ujaran kebencian “IDI Kacung WHO”.

Musisi bernama asli I Gede Ari Astina itu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama baik Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Kini ia mendekam di rumah tahanan Polda Bali setelah menjalani pemeriksaan terakhir pada Rabu (12/8) ini.

Direktur Kriminal Khusus Polda Bali Kombes Kus Yuliar Nugroho mengatakan bahwa penahanan terhadap Jerinx dilakukan sejak hari ini setelah kepolisian mendapatkan bukti-bukti yang mengarah kepada unsur pidana dalam unggahannya Instagramnya.

“Bahwasanya itu terpenuhi unsur delik membuat pencemaran nama baik, penghinaan dan menimbulkan satu permusuhan kepada IDI sesuai UU ITE,” kata Kus.

Kus menegaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan dan pendapat ahli, terutama ahli bahasa, selama ini disebutkan bahwa unggahan Jerix mengadung unsur pidana.

Karena itu, unggahan Jerinx dianggap melanggar Pasal 28 Ayat (2) Jo Pasal 45 Ayat (2) dan/atau Pasal 27 Ayat (3) Jo Pasal 45 Ayat (3) UU No.19 Tahun 2-16 tentang ITE. Adapun ancaman hukumannya adalah 5 tahun penjara.

Baca Juga: Tersangka Jaksa Pinangki Ditahan Terkait Kasus Djoko Tjandra

Jerinx: Bentuk Kritik sebagai Warnegara

Jerinx telah mengakui dia membuat tulisan tersebut. Dan ia pun telah meminta maaf sebagai bentuk simpati kepada dokter-dokter IDI.

“Saya benar minta maaf sebagai bentuk empati saya kepada kawan-kawan IDI karena saya ingin menegaskan saya sekali lagi, saya tidak punya kebencian, saya tidak punya menghancurkan atau menyakiti perasaan kawan-kawan di IDI,” katanya pekan lalu.

Namun, ia menegaskan bahwa unggahannya itu lebih merupakan sebuah bentuk kritik sebagai warganegara dalam negara demokrasi.

“Yakin 100 persen saya merasa yang saya lakukan itu benar, tidak bermaksud negatif atau buruk yang saya lakukan murni sebatas kritik,” katanya.

Baca JugaTerungkap, Ini Alasan Anji Wawancara Hadi Pranoto yang Berujung Laporan Polisi

Sebelumnya, Jerinx dilaporkan IDI Bali terkait unggahan “IDI Kacung WHO” di akun IG-nya. Dalam unggahannya, ia menulis: “Gara-gara bangga jadi kacung WHO, IDI dan Rumah Sakit dengan seenaknya mewajibkan semua orang yang akan melahirkan tes Covid-19”. Pernyataan itu diunggahnya pada 13 Juni lalu.

Ketua IDI Bali I Gede Putra Suteja mengaku terhina dengan unggahan Jerinx. Terutama ketika Jerinx menyebut IDI dengan kepanjangan “Ikatan Drakor Indonesia”.

Dalam laporannya, IDI Bali pun menyertakan barang bukti berupak screenshoot unggahan Jerinx pada 13 dan 15 Juni yang dianggap menghina IDI.

Jerinx memang berulang kali menyampaikan pendapatnya bahwa virus Corona hanya merupakan konspirasi permainan elite global.⁣ Karena itu, ia menolak kebijakan untuk melakukan pengetesan oleh pemerintah Indonesia.

Namun, Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, menyatakan apa yang disampaikan Jerinx merupakan bentuk kepopuleran yang tidak mendidik.⁣

Yuri meminta masyarakat tidak menanggapi konspirasi konspirasi yang beredar selama ini. Ia meminta masyarakat tidak membuang energi untuk sesuatu yang tidak jelas.⁣

Yuri bahkan menilai bahwa pernyataan para figur publik terkait konspirasi Covid-19 hanya sebatas untuk mencari kepopuleran dan tidak mendidik masyarakat.*