Jasad Gadis Perantau Asal Palembang Ditemukan Dalam Lemari

Jasad Gadis Perantau Asal Palembang Ditemukan Dalam Lemari

JAKARTA, dawainusa.com Penemuan Jasad perempuan bernama Ciktuti Iin Puspita di dalam lemari sebuah kamar kos-kosan membuat heboh warga Jakarta Selatan. Diketahui, korban adalah gadis perantau asal Pelembang.

Tak membutuhkan waktu lama, di mana korban ditemukan tewas di dalam kos-kosannya, Selasa(20/11) sore hari, dan setelah melakukan penyelidikan diketahui jika korban dibunuh oleh dua orang pelaku yang tak lain teman satu kamar kosannya.

Melasir Sindonews, usai membunuh, kedua pelaku bernama Yustian (24) dan Nissa Regina (17) langsung melarikan diri ke Provinsi Sumatera Barat menggunakan mobil Bus. Nasib nahas, pelarian pelaku diketahui aparat kepolisian Polda Metro Jaya. Selanjutnya, Polda Metro Jaya langsung berkoordinasi dengan Polres Merangin untuk membekuk pelaku.

Baca juga: Sejumlah Fakta Bocah Kakak Beradik Korban Pembunuhan di Bekasi

Pelaku pun berhasil dibekuk saat melintasi Kabupaten Merangin menggunakan Mobil Bus. Usai dibekuk, pelaku langsung digelandang ke Mapolres Merangin untuk dilakukan pemeriksaan.

Jasad Gadis Perantau Asal Palembang Ditemukan Dalam Lemari

Korban pembunuhan – Suara.com

Motif Pembunuhan

Dari pengakuan pelaku bernama Yustian, dirinya membunuh korban karena kesal dengan korban yang telah membohongi pacarnya. Di mana, kejadian pembunuhan tersebut terjadi pada Senin(19/11), sekitar pukul 21.00 WIB.

Saat itu, korban pulang ke kontrakannya sembari marah-marah. Korban lalu bertengkar dengan pelaku Nissa, berselang satu menit bertengkar dengan pelaku Nissa, selanjutnya pelaku Yustian marah dan langsung memukul korban menggunakan palu yang berada di dalam kamar.

Baca juga: Polisi Beberkan Kronologi Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

Akibat pukulan tersebut, korban mengalami luka yang cukup parah di bagian kepala dan tak berselang lama akhirnya tewas.

Melihat korban tewas, selanjutnya pelaku menyembunyikan jasad korban di dalam lemari. Usai membunuh, pada pukul 22.30 korban keluar dari kos-kosan dengan niat melarikan diri.

“Saya kesal dengan korban,sebab sudah menipu pacar saya, dimana saat pacar saya bekerja dan dijanjikan uang cash sebesar Rp1,8 juta, namun hanya di kasih 500 ribu,”jelas Yustian.

Yustian juga menceritakan, pada malam Minggu lalu, pacarnya dan korban berpesta narkoba jenis extasi, di mana pacarnya dipaksa untuk memakai narkoba oleh korban. Mengetahui hal itu, kemarahan pelaku sempat memuncak.

“Pacar saya dicekokin inex oleh korban dan saya kesal, tambah pula korban marah-marah sesampai di kos-kosan, di sana timbul niat saya untuk membunuh korban,”tutupnya.

Terpisah, Kapolres Merangin AKBP I Kade Utama Wijaya membenarkan jika dirinya mengamankan sepasang kekasih pelaku pembunuhan di Jakarta Selatan.

“Kita hanya membantu melakukan penangkapan, kebetulan pelaku melintasi wilayah hukum kita, besok mungkin pelaku akan di bawa ke Polda Metro Jaya oleh anggota,” tutup Kapolres.*

COMMENTS