Hebat! Perempuan asal Pedalaman NTT Ini Jadi Wali Kota di Australia
Amye Un - ist

KUPANG, dawainusa.com – Seorang perempuan asal Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT bernama Amye Un (60) maju dalam pencalonan Wali Kota Darwin Northern Territory, Australia.

Wanita kelahiran Amanatun, sebuah daerah yang terletak di pedalaman Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) itu maju sebagai calon independen di dalam kontestasi tersebut.

Baca juga: Berdasarkan Hitungan Cepat, PDI Perjuangan Menangkan 4 Pilkada di Sumbar

“Kami ada enam calon yang akan bertarung dalam pemilihan Wali Kota Darwin, dan saya satu-satunya yang maju melalui jalur independen,” ungkap Un pada Kamis (12/8).

Maju sebagai Calon Wali Kota Karena Didukung Masyarakat Kelas Menengah ke Bawah

Un mengungkapkan, ia maju dalam kontestasi calon wali kota di Autralia itu karena mendapat dukungan dari masyarakat setempat, secara khusus dari masyarakat kalangan menengah ke bawah.

Selain karena mendapatkan dukungan tersebut, Un juga mengaku bahwa hal tersebut ia lakukan karena dirinya juga mau untuk bertarung. Apalagi, demikian Un menjelaskan, di wilayah tersebut sangat menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi.

Baca juga: Bawaslu NTT Temukan 36 Pelanggaran Pilkada, Terbanyak di Manggarai dan Sumba Timur

Adapun terkait alasan ia memilih jalur independen ialah karena dirinya tidak ingin terikat dengan partai politik apa pun.

“Kalau di partai kita tidak bisa menyampaikan aspirasi masyarakat dengan baik. Protes dari masyarakat, kalau melalui partai politik, tidak seluruhnya disampaikan ke Parlemen. Kalau independen kita bisa sampaikan apa saja yang diinginkan rakyat,” terang Un.

Un mengungkapkan, selama ini, banyak aspirasi dari masyarakat yang tidak pernah ditanggapi oleh pemerintah. Oleh karena itu, melalui jalur independen, ia akan siap untuk memperjuangkan semuanya.

Janji Akan Selesaikan Berbagai Macam Persoalan

Un sendiri berjanji bahwa jika terpilih nanti, ia akan menyelesaikan berbagai macam persoalan yang ada di wilayah tersebut.

Berbagai persoalan yang dimaksud di antaranya ialah pekerjaan yang layak, kesehatan, tempat penampungan bagi warga kulit hitam, dan persoalan kriminal yang cukup meresahkan warga.

Adapun kasus kriminal yang marak terjadi di daerah tersebut, demikian Un mengungkapkan, di antaranya adalah pencurian mobil dan kasus pembongkaran rumah warga.

Baca juga: Viral Pernyataan Bupati Jember Soal Mahar Pilkada Capai Miliaran Rupiah

“Masyarakat sangat membutuhkan seseorang seperti saya yang berjiwa masyarakat atau dekat dan berbaur dengan masyarakat bawah, untuk kita kerjasama hentikan ini,” tutur Un.

Lebih lanjut, terkait warga kulit hitam, Un mengatakan, selama ini, banyak di antara mereka yang hanya tinggal di emperan toko dan di bawah pohon karena tidak memiliki rumah.

“Kalau musim hujan, kasihan mereka. Kita harus membangun tempat penampungan sehingga mereka diberikan kesempatan hidup layak seperti warga lainya,” kata Un.

Un menyatakan, jika terpilih sebagai wali kota, dirinya akan membenahi semuanya itu, termasuk penguatan ekonomi Darwin, yang menurutnya kaya akan sumber daya alam.

Sementara itu, terkait tekadnya untuk maju sebagai calon wali kota, Un menyebut bahwa dirinya sudah dihubungi oleh pihak Konsulat RI di Darwin.

“Kemarin saya ditelepon oleh Konsulat RI di Darwin, mereka sampaikan kalau dalam sejarah, saya orang pertama berdarah indonesia yang terjun ke politik Australia,” ungkap Un.

Un pun merasa bangga, karena sebagai orang Indonesia yang berasal dari pedalaman NTT, ia bisa tampil dalam kontestasi politik di Negeri Kanguru, yang akan digelar pada 28 Agustus 2021 mendatang.

“Kalah atau menang, saya tidak peduli. Yang penting saya ada nama di negeri ini. Orang Indonesia pertama dalam sejarah yang bergabung di politik Australia,” tutur Un.*