Dawainusa.com — Identitas asli Muslianto, pria yang menjadi seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat gadungan selama 12 tahun, akhirnya terungkap.

Terugkapnya identitas asli warga Kompleks IDI, Jalan Pintu Air IV, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Sumatra Utara, itu terjadi usai ia bertemu dengan anggota TNI asli pada 30 Juli lalu. Ia pun ditangkap untuk dimintai keterangan.

Mula-mula, Babinsa Koramil 0201-05/Medan Baru, Serka H Purba, menaruh curiga terhadap gerak-gerik Muslianto ketika ia berpapasan dengan Muslianto saat menumpang sepeda motor di kawasan Jalan Luku, tidak jauh dari flyover Simpang Pos.

Serka Purba merasa ada yang janggal dengan seragam PDL NKRI yang dipakai pria 50 tahun tersebut. Di mana seragam PDL yang dipakai Muslianto tidak sesuai aturan yang berlaku sebagai anggota TNI Angkatan Darat.

Akhirnya, Serka Purba bergegas menanyakan kepada Muslianto perihal KTA dan NRP. Muslianto tampak gagap memberikan jawaban kepada Serka Purba.

Muslianto Akui sebagai TNI Gadungan

Untuk membenarkan kecurigaannya, Serka Purba kemudian membawa pelaku ke Markas Koramil 0201-05/Medan Baru. Ketika diinterogasi, ia mengakui bukan prajurit TNI.

“M akhirnya mengakui dirinya sebagai tentara gadungan,” ujar Dandim 0201/BS Letkol Inf Agus Setiandar kepada Tribunnews di Medan, Minggu (2/8).

Selam 12 tahun, pelaku mengatakan kepada orang-orang bahwa ia adalah prajurit. Hal itu tampak dari seragam PDL NKRI berpangkat Peltu, sepatu, baret, sangkur, dan sebuah pistol jenis airsoft gun yang dimilikinya.

Setelah mengetahui identitas aslinya, pihak TNI Angkatan Darat pun menyita KTP, SIM, hingga Kartu Keluarga milik pelaku sebagai barang bukti. Sebab, dalam dokumen-dokumen tersebut, ia menyatakan dirinya sebagai anggota TNI AD.

Untuk Back-up Proyek

Dalam pengakuannya kepada pihak TNI AD, pelaku mengatakan bahwa aksi penyamarannya dilakukan sejak 2008 demi mem-back-up kegiatan proyek.

Beberapa proyek yang di-bak-up seperti pengemasan tabung elpiji, dan kegiatan pemasangan kabel bawah tanah milik PLN.

Selain itu, ia juga memanfaatkan identitasnya sebagai TNI untuk mempermudah pengurusan kredit motor, melamar kerja, dan masuk perguruan tinggi untuk dua anaknya.

Atas tindakannya, Muslianto tidak hanya merugikan pihak TNI, tetapi pihak Kepolisian karena ia telah melakukan pemalsuan identitas pada SIM, KTP, dan KK.

“Kami, TNI AD melalui Kodim 0201/BS akan mengajukan tuntutan kepada pelaku yang kini telah diserahkan ke Polrestabes Medan untuk proses hukum selanjutnya,” ujar Agus.

Agus berharap agar ke depannya warga Kota Medan tidak mudah percaya terhadap oknum-oknum yang mengaku sebagai prajurit TNI. Karena pada umumnya, oknum-oknum yang mencatut institusi TNI adalah mereka yang pandai untuk mempersuasi orang lain.

Dengan terungkapnya kasus ini, Serka Purba pun mendapatkan penghargaan berupa kesejahteraan atau kenaikan pangkat.*