Dawainusa.com — Seorang perempuan di Distrik Sambhal, Uttar Pradesh, India menggugat cerai suaminya lantaran terlalu baik dan pemaaf. Kepada pengadilan Syariah Sambhal, perempuan itu meminta bercerai setelah menikah 18 bulan.

Pihak pengadilan pun kebingungan untuk menangani kasus perempuan tersebut. Permintaan untuk perceraian tidak masuk akal dan tidak memiliki delik hukum.

Namun perempuan tersebut tetap ngotot untuk menceraikan suaminya karena ia ingin merasakan kehidupam rumah tangga yang tidak “nyaman-nyaman” saja.

Baca Juga: Bekas Luka di Balik Perceraian Anang dan Krisdayanti, Azriel Ungkapkan Hal Ini

Istri Minta Cerai karena Suami Terlalu Baik

Seperti diberitakan Harian Hindu, Dainik Jagaran, dikutip dari Tribun, dalam permohonan kepada pihak pengadilan, perempuan itu mengaku tidak bisa hidup dalam lingkungan yang serba aman sebagaimana perlakuan suaminya terhadap dirinya.

Perempuan itu mengaku ingin memiliki suami yang tidak terlalu manja dan pemaaf. Lebih dari itu, ia ingin memiliki suami yang suka berdebat.

“Dia (suami) tidak perna meneriaki saya, dia juga tidak pernah mengecewakan saya atas masalah apapun. Saya merasa tercekik dalam lingkungan seperti itu,” katanya.

“Terkadang dia memasak untuk saya. Setiap kali saya melakukan kesalahan, dia selalu memaafkan saya untuk itu,” imbuh perempuan itu.

Atas perlakuan baik sang suami, perempuan itu merasa bosan dan tidak merasakan gairah dalam kehidupan rumah tangganya.

“Saya ingin berdebat dengannya. Saya tidak membutuhkan kehidupan di mana suami menyetujui apapun,” tutur perempuan yang merahasiakan identitasnya itu.

Baca juga: Ini Alasan Krisdayanti Tak Terima Jika Aurel Hermansyah Nikah Muda

Menanggapi permohonan perempuan itu, pengadilan Syariah pun tentu menolak karena alasan pemohon tidak mendasar dan sangat remeh.

Pengadilan Syariah meminta pasangan itu untuk menyelesaikan permasalahan rumah tangga mereka sendiri, tanpa melibatkan pengadilan hukum.

Tidak mau permohonannya diabaikan, perempuan itu pun mendatangi balai desa dan mengungkapkan keinginannya untuk bercerai dengan sang suami.

Dengan alasan yang sama, tentu saja karena alasan yang dianggap konyol itu, permintaan wanita itu kembali ditolak.

Ketika ditanya, apakah dia memiliki alasan lain untuk bercerai, dia menjawab tidak ada. Ia ingin merasakan lingkungan rumah tanggan yang tidak “nyaman-nyaman” saja.

“Aku butuh banyak diskusi nyata dan argumen bukan kehidupan tanpa kerumitan, dan penuh dengan kebaikan,” aku perempuan itu.

“Aku tercekik oleh cinta dan kasih sayangnya yang ekstrem, dia bahkan membantu saya membersihkan rumah tanpa memintanya,” imbuhnya.

Sementara itu, sang suami merasa bingung karena perbuatannya ingin menjadi suami yang sempurna malah membuat sang istri menjadi bosan dan ingin bercerai.

Meski demikian, ia tetap menunjukkan kasih sayangnya kepada sang istri, seolah tidak ada masalah di antara mereka. Tentu, ia ingin selalu menjadi suami yang baik.*