Ipang Wahid Bantah Keras Buat Tabloid Indonesia Barokah

Ipang Wahid Bantah Keras Buat Tabloid Indonesia Barokah

Jakarta, dawainusa.com – Wakil Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Ipang Wahid, membantah tudingan atas dirinya membuat tabloid Indonesia Barokah.

Diketahui, tabloid tersebut telah beredar di kalangan pesantren dan menyudutkan salah satu pasangan di pilpres. Hal ini disampaikan untuk membantah tudingan BPN Prabowo-Sandi atas dirinya sebagai pembuat tabloid tersebut.

Menurut Ipang, apa yang dituduhkan oleh Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi kepada dirinya sungguh tidak berdasar. Tuduhan tersebut tanpa didasari dengan bukti yang cukup kuat. Karena itu, pihaknya berani bersumpah kepada semua pihak yang menuduh dirinya sebagai pembuat tabloid tersebut.

“Di medsos malah saya bilangnya [sebagai penyebar]. Demi Allah, saya bukan pembuat Tabloid Indonesia Barokah untuk kalangan pesantren,” kata Ipang di Jakarta, Selasa, (29/1).

Baca jugaBincang Digital: Facebook dan Bangunan Etika

Informasi di media sosial yang menyebut dirinya sebagai pengedar tabloid Indonesia Barakoh, demikian Ipang, sungguh ia sesalkan.

Apa yang beredar di media sosial merupakan fitnah besar dengan tujuan merusak citra dirinya. Karena itu, ia berani membantah terhadap semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

“Menyebut demi Allah ini tidak main-main, tegasnya.

Pengakuan Ipang Soal Konten Indonesiabarokah.com

Berbeda dengan tabloid Indonesia Baraokah, Ipang tidak memberikan bantahan keras terkait dengan keberadaan website dengan nama Indonesiabarokah.com.

Ia pun mengaku membuat konten kreatif dalam website tersebut. Namun demikian, website tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan tabloid Indonesia barokah yang tengah beredar luas di masyarakat.

Tujuan dari website tersebut, jelas Ipang, bertujuan untuk kebaikan umat pada umumnya. Website tersebut disediakan untuk anak-anak bangsa yang mau berkontribusi menyumbangkan gagasannya dalam berdakwah.

Adapun bentuk dari website tersebut yakni terbuka untuk semua kalangan tanpa memandang perbedaan pilihan politik.

“Saya hanya membuat konten kreatif untuk Indonesia Barokah. Yang mana IB [Indonesia Barokah] itu adalah open platform, dimana semua orang bisa berkontribusi menyumbangkan konten kreatifnya selama tujuannya untuk kebaikan,” jelasnya.

Baca juga: Menteri Yasonna Tolak Tinjau Ulang Remisi Pembunuh Wartawan Bali

Sama seperti masyarakat lainnya, Ipang sendiri melihat begitu massifnya peredaran berita bohong di media sosial saat ini.

Keberadaan berita bohonhg tersebut, tegas Ipang, sangat meresahkan masyarakat. Karena itu, pesan yang disampaikan dalam website yang dibuatnya yakni melarang berita hoaks tersebut.

“Message-nya, salah satunya adalah melarang fitnah, hoaks, ujaran kebancian dan lain-lain,” ujarnya

Beda Indonesiabarokah.com dan Tabloid Indonesia Barokah

Hal lain yang disampaikan oleh Ipang yakni soal peredaan antara Indonesiabarokah.com dan Tabloid Indonesia Barokah.

Identitas kepemilikan server situs indonesiabarokah.com diganti setelah mendengar kabar di media sosial. Sementara, Indonesiabarokah.com berasal dari supercp.com dengan email terdaftar nizar@ipangwahid.com.

Dengan adanya perubahan nama tersebut, nama berubah menjadi digitalocean.com dengan email terdaftar hostmaster@indonesiabarokah.com. Sejauh ini, pihaknya belum mengetahui alasan di balik perubahan nama tersebut.

Baca jugaTanggapan Forum Rektor Soal Dukungan Alumni Kampus di Pilpres

Putra dari Tokoh Nahdhatul Ulama, Solahuddin Wahid ini juga menceritakan, terdapat relawan yang berniat untuk meminjam server milik salah satu stafnya bernama Nizar.

Tujuan peminjaman tersebut yakni untuk membuat website bernama Indonesia Barokah. Peminjaman tersebut pun disetujui karena untuk tujuan kebaikan.

“Jadi, pembelian server tidak ada serta merta dibeli untuk pembuatan website. Karena memang digunakan untuk kegiatan kantor secara general,” jelas Ipang.

Selanjutnya, demikian Ipang, alamat email server tersebut diganti. Adapun alasan pergantian alamat emailnya yakni karena pembeli merasa panik dan tidak ingin menyusahkan diri setelah mendapatkan kabar tidak baik dari masyarakat.

“Itu adalah reaksi kawan-kawan pembuat website yang panik, takut menyusahkan Mas Ipang. Dan mereka pun, langsung mengganti server-nya ke server mereka sendiri,” jelasnya.*

COMMENTS