Intip Kritikan Prabowo dan Sindiran Jokowi Jelang Pilpres 2019

Intip Kritikan Prabowo dan Sindiran Jokowi Jelang Pilpres 2019

JAKARTA, dawainusa.com –  Suasana politik menjelang Pilpres 2019 belakangan ini cukup memanas. Idealnya, suasana itu mesti mampu membangkitkan daya rasional publik untuk mengukur dan menimbang sejauh mana persiapan dan kesiapan setiap pasangan calon yang akan merebut kursi kepemimpinan RI dalam lima tahun yang akan datang.

Itu artinya, setiap pasangan calon yang akan bertarung dalam Pilpres 2019 nanti diwajibkan untuk menyuguhkan ke hadapan publik setiap gagasan dan program kerjanya demi membangun dan membawa negeri ini ke kehidupan yang lebih adil, makmur, dan sejahtera.

Baca juga: Intip Reaksi Keras Kubu Jokowi atas Ucapan Kontroversial Amien Rais

Akan tetapi, ideal itu ternyata tidak ditampilkan oleh setiap pasangan calon yang akan bertarung dalam Pilpres tersebut. Selama ini, aksi saling nyinyir, sindir, dan kritik tanpa dasar yang jelas justru yang didapatkan publik dari mereka.

Kritikan dan sindiran tersebut tidak hanya keluar dari mulut Jokowi dan Prabowo sebagai petarung utama dalam Pilpres itu. Hal itu juga datang dari kedua kubu, baik kubu Prabowo maupun Kubu Jokowi, yang tak jarang menjadi polemik di masyarakat.

Berikut Kritikan Prabowo dan Sindiran Jokowi Jelang Pilpres 2019

Baca juga: Seperti Apakah Sosok Guru Menurut Presiden Jokowi?

Korupsi Indonesia Seperti Kanker Stadium 4

Calon Presiden RI Prabowo Subianto pernah melontarkan pernyataan bahwa saat ini, Indonesia sudah darurat korupsi. Ia mengatakan hal itu dengan merujuk pada sejumlah fakta bahwa ada banyak pejabat negara yang sudah ditangkap oleh pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seperti anggota DPR, menteri hingga hakim.

Fakta ini bagi Prabowo memberikan peringatakan kepada publik bahwa Indonesia sudah mengidap masalah korupsi seperti kanker stadium 4. “Isu utama di Indonesia sekarang adalah maraknya korupsi, yang menurut saya sudah seperti kanker stadium empat,” kata Prabowo.

Masalah korupsi ini, demikian Prabowo, membawa dampak buruk bagi masyarakat Indonesia. Banyak orang Indonesia menjadi miskin karena uang yang seharusnya dijatahkan untuk kesejahteraan mereka ‘dimakan’ oleh para elit di negeri ini.

“Rakyat Indonesia miskin maka kita berikan saja beberapa karung nasi dan mereka akan memilih saya, saya akan membeli atau menyuap semua orang,” sindir Prabowo.

Jangan Sampai Ada yang Bilang Korupsi Kita Stadium 4

Jokowi memuji perolehan skor Corruption Perception Index (CPI) atau Indeks Persepsi Korupsi Indonesia yang berada pada angka 37 pada tahun 2017. Angka ini mengalami perbaikan yang cukup signifikan dari 1998 yang bertengger di posisi 20 dari 180 negara.

Menurut Jokowi, prestasi ini terjadi berkat kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam memberantas dan mencegah korupsi. Karena itu, Jokowi berharap, pemberantasan dan pencegahan korupsi di Tanah Air tetap mendapat dukungan dari pelbagai pihak.

Pernyataan ini seolah menjawab kritikan Prabowo yang mengatakan korupsi Indonesia sudah stadium empat. “Jangan sampai ada yang bilang korupsi kita stadium 4. Tidak ada,” kata Jokowi.

Utang Indonesia sampai Triliunan

Prabowo Subianto pernah mengatakan bahwa utang pemerintah Indonesia saat ini terus meningkat menjadi sekitar Rp9.000 triliun. Menurut dia, hal itu sangat berbahaya bagi masa depan bangsa dan negeri ini.

Berdasarkan data yang diambil dari Kementerian Keuangan, Prabowo mengatakan, utang pemerintah mencapai Rp4.060 triliun. Sedangkan utang BUMN mencapai Rp630 triliun dan utang lembaga keuangan lainnya mencapai Rp 3.850 triliun.

Selain itu, ia juga menyebut bahwa utang Waskita Karya naik 669 persen, Wijaya Karya naik 181 persen, Adhi Karya 155 persen dan utang pembangunan perumahan naik 125 persen. Kenaikan utang empat BUMN ini akumulasi sejak 2014 sampai 2017.

“Utang-utang kita sudah sangat membahayakan. Selain utang pemerintah, ada utang lembaga-lembaga keuangan milik pemerintah dan BUMN dan kalau dijumlahkan sungguh sangat besar,” ungkap Prabowo.

Jokowi Kesal Utang Dikaitkan dengan Pemerintahannya

Presiden Jokowi sendiri pernah geram dengan pemberitaan tentang isu utang pemerintah yang jumlahnya mencapai ribuan triliun rupiah. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan, utang tersebut bukan karena ulahnya, melainkan sudah ada dari pemerintah sebelumnya.

“Isu utang, saya dilantik itu utangnya sudah Rp 2.700 triliun, ya saya ngomong apa adanya. Bunganya setiap tahun Rp 250 triliun. Kalau empat tahun sudah tambah seribu. Ngerti ndak ini? Supaya ngerti, jangan dipikir saya utang segede itu, enak aja,” tutur Presiden Jokowi dengan nada kesal saat memberikan sambutan dalam acara Konvensi Nasional Galang Kemajuan Tahun 2018 di Ballroom Puri Begawan, Bogor, Sabtu (7/4).*

COMMENTS