Insiden di GBK, Fadli Zon Nilai Jokowi Tidak Dewasa

Insiden di GBK, Fadli Zon Nilai Jokowi Tidak Dewasa

Wakil Ketua DPR Fadli Zon beranggapan, tindakan Paspampres menghadang Anies Baswedan di Stadion GBK menunjukkan Jokowi tidak dewasa. (Foto: Fadli Zon - Ist).

JAKARTA, dawainusa.com Aksi Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) melarang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke podium final Piala Presiden di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (17/2) ditanggapi Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Ia menilai, insiden itu seperti Jokowi tidak dewasa.

Menurut Fadli, Jokowi memanfaatkan momentum agenda olahraga untuk kepentingan politik. Jokowi, kata dia, seolah tidak menyadari bahwa melarang Anies dalam acara tersebut bisa memberi dampak negatif terhadap citranya sekaligus menandakan Jokowi tidak dewasa.

“Sebetulnya apa yang terjadi itu merugikan Jokowi sendiri. Itu dianggap jadi seperti tidak dewasa gitu, kekanak-kanakan jadinya kan,” ujar Fadli, seperti dilansir CNN, Senin (19/2).

Ia menjelaskan, Anies sudah selayaknya ikut ke podium bersama Jokowi karena merupakan tuan rumah penyelenggaraan acara Piala Presiden. Hal itu juga diatur dalam protokoler yang berlaku.

“Jadi tidak boleh ada persoalan pribadi itu dilibatkan. Apalagi ini menyangkut masalah kelaziman sebelumnya, masalah gubernur, protokoler dan sebagainya,” tandasnya.

Baca juga: Cuitan Fadli Zon: Kata-Kata Jokowi Semakin Tidak Bisa Dipegang

Fadli mengklaim saat ini masyarakat sudah menilai tindakan Paspampres itu ada muatan politiknya. Anies diduga dilarang karena merupakan lawan politik Jokowi dan hal itu terkesan Jokowi tidak dewasa.

Sebelumnya, Fadli Zon menganggap janggal Anies selaku gubernur DKI tak dilibatkan saat penyerahan piala kepada tim sepak bola Persija dalam Final Piala Presiden, Sabtu (17/2) kemarin.

Menurutnya, Presiden perlu menjelaskan peristiwa tersebut karena undang-undang mengatur pejabat tuan rumah mendampingi presiden dalam acara resmi maupun tak resmi.

“Harusnya yang ditanya itu Pak Jokowi, kenapa enggak diajak ke podium. Cukup mengherankan juga dan itu gubernur kan sebenarnya bagian dari tuan rumah. Tanya aja kenapa (enggak diajak turun),” ujar Fadli saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Minggu (18/2).

Ia mengungkapkan, gubernur telah memiliki protokoler atau tata cara tersendiri dalam setiap acara yang diikuti. Anies selaku gubernur semestinya juga turut dilibatkan dalam penyerahan Piala Presiden 2018 tadi malam.

“Presiden ke luar negeri saja, gubernur diundang untuk mengantar atau menjemput. Tanyalah ke pihak istana kenapa protokolernya seperti itu, kan ada aturan mainnya,” tuturnya.

Klarifikasi Istana Soal Peristiwa Tersebut

Menanggapi kejadian tersebut, pihak Istana menegaskan tidak ada arahan apapun untuk menghadang Anies Baswedan mendampingi Presiden Joko Widodo saat penyerahan Piala Presiden 2018 kepada Persija di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin menyebutkan, Paspampres hanya mengikuti daftar nama dari panitia saat penyerahan piala dalam pertandingan final sepak bola Piala Presiden 2018.

“Tindakan tersebut merupakan prosedur pengamanan karena Paspampres berpegang pada daftar nama pendamping Presiden yang disiapkan panitia,” kata Bey Machmudin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (18/2).

Baca juga: Anies Dihadang Paspampres, Fadli Zon Persalahkan Istana

Oleh sebab itu, Paspampres hanya mempersilakan nama-nama yang disebutkan oleh pembawa acara untuk turut mendampingi Presiden Joko Widodo.

Bey menegaskan bahwa tidak ada arahan apapun dari Presiden Jokowi untuk menghadang Anies Baswedan. Mengingat acara ini bukan acara kenegaraan, panitia tidak mengikuti ketentuan protokoler kenegaraan mengenai tata cara pendampingan Presiden oleh Kepala Daerah.

Karena bukan acara resmi, Presiden juga masih perlu menunggu selama 15 menit di lapangan hingga selesainya pemberian penghargaan lain sebelum menyerahkan Piala Presiden kepada Persija yang keluar sebagai pemenang dalam kompetisi tersebut.

Jokowi Tidak Dewasa, Fadli Kaitkan Ahok

Fadli Zon juga membandingkan hubungan Presiden Jokowi dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Menurut Fadli, Jokowi tidak menganggap Anies sebagai teman sehingga melarangnya ikut ke podium final Piala Presiden di Stadion GBK untuk mengalungkan medali kepada pemain Persija.

“Kalau tidak salah tahun lalu Gubernur DKI yang kebetulan temennya presiden, yaitu Ahok ya itu malah ikut diundang. Nah sekarang mungkin Gubernurnya bukan temannya, jadi diperlakukan seperti itu,” ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (19/2).

Baca juga: Anies Ditolak Paspampres, Fahri Hamzah Sindir Ahok

Selain dia, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah juga ikut mengomentari peristiwa tersebut dan meminta penjelasan Kementerian Sekretariat Negara RI ke publik.

“Adegan ini kalau benar harus dijelaskan kepada publik oleh Kementerian Sekretariat Negara RI. Kenapa Gubernur DKI Anies Baswedan gak boleh ikut sementara pejabat gak jelas pada ikut? Ahok aja diajak naik mobil RI 1 padahal terdakwa. Ngawur kalian,” kata Fahri melalui akun Twitter, Minggu (18/2).*