Ini Isi Surat Sejumlah Pastor Asal Manggarai Timur untuk Jokowi

Ini Isi Surat Sejumlah Pastor Asal Manggarai Timur untuk Jokowi

Surat sejumlah pastor yang dilayangkan ke Presiden Jokowi mendesak Jokowi untuk memperhatikan kondisi jalan di Kabupaten Manggarai Timur. (Foto: Kondisi jalan di Elar, Manggarai Timur - ist)

MANGGARAI, dawainusa.com Kondisi jalan di dua kecamatan di Manggarai Timur yakni Kecamatan Elar dan Elar Selatan sangat memprihatinkan. Arus dari dan menuju dua daerah tersebut sangat susah diakses. Jika hujan tiba, kendaraan-kendaraan roda empat butuh dua sampai tiga hari untuk sampai di tempat tujuan.

Fakta ini mendorong sejumlah pastor yang berasal dari dua kecamatan tersebut melayangkan surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo. Dalam surat tersebut, kaum berjubah yang berkarya di berbagai tempat itu menagih Jokowi untuk memperhatikan kondisi jalan di dua daerah ini.

“Tolong buatkan kami jalan, juga jembatan untuk membuka akses ke Wukir dan daerah sekitarnya, dan melihat Bupati dan Gubernur kami yang ‘mungkin’ lagi tidur di atas kasur jabatan, kami memohon untuk menjadikan jalan startegis yang melintasi KISOL – PAAN LELENG – MBATA – MAMBA – WUKIR – ELAR – MOMBOK – BEA LAING sebagai JALAN NEGARA,” demikian penggalan isi surat  yang diterima dawainusa.com, Jumat (15/11).

Baca juga: Yerusalem Ibu Kota Israel Tercantum di Buku SD, Salah Siapa?

Adapun pastor-pastor yang melayangkan surat terbuka itu yakni Romo Urbanus Djatang (Wukir), Pater Juan Orong, SVD (STFK Ledalero), Pater Boni Langgur OFM (Sumatra Utara), Romo John Tala Pr (Sorong), Pater Maksi Dolla OFM (Vietnam), Agateus Ngala SVD (Jerman), Dr. Otto Gusty SVD (STFK Ledalero), Pater David Djerubu SVD (Ruteng), dan Rm. Ivan Ariyanto (pastor Paroki Mamba).

Selain tokok-tokoh religius ini, ada sejumlah tokoh awam yakni Bapak Herman Todjong (Wukir), Bapak Marsel Dande (Wukir), Bapak John Langging (Maumere), Bapak Ferdi Rondong (Surabaya), Dr. Vincent Adi Gunawan (Theologische Hochschule St. Augustin Jerman). Sementara dari kalangan biarawati yakni Suster Benedikta KFS (Wukir).

Lampiran Surat

Kepada

Yth. Bapak Presiden RI Joko Widodo,

Bapak Presiden terkasih, inilah gambar buram wajah pertiwi (tepatnya di Wukir, Desa Sangan Kalo, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, Propinsi NTT), yang sedang Bapak Presiden tata dan tingkatkan (Foto).

Di belahan pulau Flores, tanah FLOBAMORA yang bagian baratnya terkenal dengan binatang purba KOMODO, dengan pulau-pulau kecil nan indah permai, ternyata menyimpan tragedi, yang sudah berpuluhan tahun didiamkan, dan buruknya oleh masyarakat diterima sebagai kehendak Tuhan Yang Maha Esa.

Nama Wukir atau Kecamatan Elar dan Elar Selatan mungkin tidak masuk dalam pengetahuan Bapak sebagai wilayah yang ada di NKRI, yang menjunjung tinggi Pancasila und UUD 1945, dan atau sebagai daerah terbelakang yang terbentang di bumi Congkasae (sapaan akrab untuk tanah Manggarai).

Mungkin juga Wukir dan daerah sekitarnya ini tidak masuk dalam bagian proses percepatan pembangunan yang menggunakan APBN seperti yang Bapak canangkan untuk PAPUA dan daerah lain Indonesia kita tercinta.

Wukir dan Manggarai Timur pada umumnya mungkin juga tidak termasuk daerah potensial yang layak dikembangkan baik infrastruktur maupun manusianya. Tapi sebagai satu bagian INDONESIA, Wukir dan daerah sekitarnya yang berada di Desa Sangan Kalo, Kecamatan Elar Selatan, dan di bawah tanggung jawab Pemerintahan Kabupaten Manggarai Timur, SELAYAKNYA langsung berada di bawah PERINTAH Bapak PRESIDEN.

Mengapa?

Ribuan manusia yang tinggal di sekitar daerah ini tidak memiliki akses pembangunan seperti yang Bapak kobarkan di daerah lain. Ketika musim hujan tiba, seluruh akses dari dan ke Wukir dan daerah sekitarnya putus total. Pemerintah daerah tutup mata.

Bupati tidak tahu ke mana? Gubernur? DPRD? Semua ke mana? Haruskah Masyarakat, Ummat, seperti kata Ebiet G Ade, penyanyi balada kebanggaan Indonesia, “Mesti bertanya pada rumput yang bergoyang?” Sebagai putra Wukir, saya memohon Bapak untuk memperhatikan kami warga Bapak ini. Potret buram infrastruktur ini kiranya menjadi bagian yang bisa Bapak perhatikan dan selesaikan.

Tolong BUATkan kami JALAN, juga JEMBATAN untuk membuka akses ke Wukir dan daerah sekitarnya, dan melihat BUPATI dan GUBERNUR kami yang “MUNGKIN” lagi TIDUR di atas KASUR JABATAN, kami memohon untuk menjadikan jalan STRATEGIS yang melintasi KISOL – PAAN LELENG – MBATA – MAMBA – WUKIR – ELAR- MOMBOK – BEA LAING sebagai JALAN NEGARA.

Tokoh Masyarakat:

Pater Juan Orong,SVD  – STFK Ledalero

Pater Boni Langgur OFM  – Sumatra Utara

Romo John Tala Pr  – Sorong

Pater Maksi Dolla OFM – Vietnam

Dr. Vincent Adi Gunawan – Theologische Hochschule St. Augustin Jerman

Agateus Ngala SVD  – Jerman

Dr. Otto Gusti SVD  – STFK Ledalero

P. David Jerubu SVD – Ruteng

Rm Ivan Arianto – Paroki Mamba

Bpk. Herman Todjong – Wukir

Bpk. Marsel Dande – Wukir

Romo Urbanus Djatang – Wukir

Suster Benedikta KFS  – Wukir

Bpk. John Langging – Maumere

Bpk. Ferdi Rondong  – Surabaya* (RSF)