Ini Hasil Visum Jefri, Pria Asal Maumere yang Tewas Gantung Diri

Ini Hasil Visum Jefri, Pria Asal Maumere yang Tewas Gantung Diri

Hasil visum oleh tim medis tidak ditemukan bekas kekerasan pada tubuh korban tersebut.Temuan hasil pemeriksaan tim medis tersebut sama dengan temuan di lokasi. (Foto: Ilustrasi gantung diri - ist)

MAUMERE, dawainusa.com Pria 31 tahun yang dikenal dengan nama Jefri Santoso ditemukan tewas gantung diri di rumah kediamannya, di Jl. El Tari, Kelurahan Madawat, Kecamatan, Alok, Maumere, Flores, Rabu (13/12).

Saat ditemukan, pria yang akrab disapa Ju itu sedang dalam keadaan tergantung pada kusen pintu tengah menuju dapur dengan seutas kabel listrik berwarna putih yang melilit di lehernya. Pada tubuhnya hanya mengenakan sepotong celana berwarna hijau sementara bagian tubuh yang lain dibiarkan telanjang.

Berita kematian korban dilaporkan ayahnya sendiri, Paskalis Arianto (57) kepada pihak kepolisian Resor Maumere pada pukul 20.00 Wita hari tersebut. Dari laporan sang ayah kandung, kemudian pihak kepolisian turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Baca juga: Mega-SBY Berkoalisi Di SBD, Mungkinkah Berpengaruh Terhadap Koalisi Pilgub?

Kepala Satuan Reserse dan Kriminalitas (Reskrim), AKP Andriz Setyawan, S.H, S.IK, mewakili Kapolres Sikka AKBP I Made Kusuma Jaya,S.H,S.IK, mengkonfirmasi kebenaran peristiwa tersebut.

Menurut dia, ketika anggotanya datang ke TKP, posisi Ju masih dalam keadaan tergantung dan sudah tak bernyawa.

“Ia waktu anggota kami ke sana, korban masih tergantung dan sudah meninggal. Posisi mayat dekat dengan kursi sofa sekitar 30 cm, tinggi sofa 40 cm diduga digunakan korban sebagai tumpuan untuk bunuh diri,” ujar Andriz, sebagaimana dilansir tribunnews.com, Kamis (14/12).

“Posisi kedua kaki tergantung lurus kebawah jaraknya 17 cm dari lantai, sedangkan jarak kepala dengan konsen pintu bagian atas sekitar 10 cm,” lanjut Andriz.

Hasil Visum, Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan

Pasca dievakuasi dari TKP, jenasah korban di bawah ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr.T.C. Hillers Maumere untuk divisum. Hasil visum oleh tim medis tidak ditemukan bekas kekerasan pada tubuh korban tersebut.

Baca juga: Difteri, Penyakit yang Berpotensi Mengancam Jiwa

“Pemeriksaan di tubuh korban tidak menemukan tanda kekerasan. Pada pinggang sampai telapak kaki terjadi lebam mayat,” kata Andriz.

Temuan hasil pemeriksaan tim medis tersebut sama dengan temuan di lokasi. Menurut polisi, korban meningggal sekitar 12 jam sebelum ditemukan.

Jefri Santoso, Korban yang Ke-12 di NTT selama 2017

Peristiwa Jefri Santoso merupakan peristiwa bunuh diri yang ke 12, yang terjadi di provinsi NTT selama tahun 2017. Jumlah tersebut, sekurang-kurangnya yang sempat dihimpun dawainusa.com.

Pertama kali terjadi pada tahun 2017 ini adalah pada 24 Maret lalu. Seorang Siswa SMK Swakarsa Ruteng, Hendrik Yohanes Jelahar (18), ditemukan bunuh diri di pohon nangka.

Peristiwa kedua menimpa Yulius Tai Sespao (40). Ia ditemukan tewas di dalam kamar mandi lantai III Rumah Sakit (RS) Siloam Kupang, Jumat (24/3/2017).

Baca juga: Diplomasi Kopi, Mengintip Kemesraan Panglima Hadi dan Jenderal Tito

Selanjutnya Nikolaus Ware (59) ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di pohon mangga yang tak jauh dari rutan, Maumere, Rabu (29/3/2017).

Sehari kemudian kembali terjadi di Ruteng. Mahasiswi Sekolah Tinggi Kesehatan (Stikes) St. Paulus Ruteng, Yunarsia Yasinta (21) ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya di Jalan Kemuning Kelurahan Tenda, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai.

Hampir sebulan kemudian, seorang lagi meregang nyawa karena bunuh diri yakni Jenedi Lopes Mau (25). Peristiwa ini terjadi pada 27 April. Pada medio tahun ini, yang menjadi korban adalah seorang nggota Polres Kupang Kota, Aiptu Fransisco De Araujo. Dia diduga bunuh diri dengan menembak kepalanya sendiri.

Korban selanjutnya yakni Tabita Gah yang ditemukan warga sudah tidak bernyawa, tepat di sebelah kamar mandi rumahnya Sabtu (5/8). Rensiana Jedo Wolor, mahasiswi Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) juga ditemukan tewas di tempat jemuran pakaian dekat kosnya, Senin (7/8).

Selain itu, Fidelia Fatima, mahasiswi semester VII Universitas Muhammadiyah Kupang mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Jumat (22/9). Sandro Alvian Banu, ditemukan tewas gantung diri di Kota Kupang, Selasa (29/9), dan Intan Leda, siswi SMP kelas dua di Manggarai bakar diri di kamar mandi rumahnya di Jalan Arabika, Kelurahan Tenda, Kota Ruteng, Kamis (6/10).

Dari data-data ini, ditemukan bahwa yang paling banyak adalah kalangan mahasiswi atau mereka yang masih mengenyam pendidikan mulai dari tingkat SMP sampai Perguruan Tinggi.* (RSF)