Ini Alasan Pesawat Wings Air Batal Mendarat di Bajawa

Ini Alasan Pesawat Wings Air Batal Mendarat di Bajawa

NGADA, dawainusa.com Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) Angkasa Pura, Kadir Usman memberikan alasan batalnya pesawat Wings Air mendarat di Bandara Turolelo, Bajawa pada Selasa (6/11) sore.

Kadir mengatakan, Pesawat dengan titk awal penerbangan Bandara Eltari Kupang itu terpaksa batal mendarat di Bandara Turolelo, semata-mata demi alasan keamanan dan keselamatan penumpang.

“Yah demi keamanan dan keselamatan, jadi batal landing, dan balik ke Bandara El Tari Kupang,” ungkap Kadir seperti dilansir Pos Kupang, Jumat (9/11).

Baca juga: Baru Terungkap, Pesan Terakhir Pramugari Lion Air: Aku Ingin Terbang Terus

Kadir mengatakan, saat pesawat dengan nomor penerbangan 1974 itu hendak landing cuaca tak bersahabat. “Nah saat itu kan, saat holding, area landingnya tidak terlihat, jadi lebih baik batal landing demi keselamatan,” ungkapnya.

Diketahui saat itu, hujat lebat mengguyur kota Bajawa dan daerah sekitarnya. Kata Kadir, dalam cuaca seperti itu jika dipaksakan landing, bisa terjadi overshoot atau pesawat bisa keluar dari area landing. Apalagi, lanjut Kadir, area landing di Bandara Turelelo pendek.

Adpaun jumlah penumpang yang ada di pesawat tersebut berjumlah 64 orang, 61 orang dewasa dan 3 orang anak. Para penumpang kemudian diterbangkan keesokan harinya, pada Rabu (7/11) pagi ke Bajawa.

Wings Air Juga Batal Mendarat di Bandara Sabang

Sementara itu, sehari sebelumnya, Senin (5/11) Pesawat Wings Air jenis ATR 72-500 nomor penerbangan IW1214 batal mendarat di Bandar Udara Internasional Maimun Saleh, Sabang, Provinsi Aceh, Ahad. Wings batal mendarat karena tidak memperoleh izin penambahan jam operasional.

“Wings Air batal mendarat di Bandara Maimun Saleh, Sabang, karena tidak mendapat izin penambahan jam operasional dari pihak otoritas bandara,” kata Manager Wings Air Bandara Maimun Saleh, Sabang Djoni Zulfan di Sabang, Ahad.

Djoni menjelaskan, Pesawat Wings Air jenis ATR 72-500 nomor penerbangan IW1214 lepas landas dari Bandara Internasional Kualanamu di Sumatera Utara tepat pada pukul 12.59 WIB tujuan Bandara Internasional Maimun, Saleh, Sabang.

Sekitar 40 menit setalah lepas landas, Wings Air terpaksa kembali ke Bandara Kualanamu karena pihak Pangkalan Udara Militer, Maimun Saleh, Sabang tidak mau menandatangani surat penambahan jam operasional sekitar 20 menit.

Baca juga: Nekat Bakar Diri, Sri Wahyuni: Saya Dituduh Penyebab Kecelakaan Lion Air

“Jumlah penumpang tadi 22 orang dan tepatnya di atas langit Kota Langsa, Provinsi Aceh, Wings Air terpaksa kembali ke Bandara Kualanamu karena tidak mendapat izin penambahan jam operasional,” katanya.

Manajer Wings Air juga menyampaikan, pihak Pangkalan Udara Militer menyatakan ikuti saja sesuai jam operasional sebagaimana biasanya.

“Mestinya mereka menyampaikan jauh hari agar tidak mengecewakan¬† Internasional Kualanamu tujuan Sabang dan sebaliknya sepekan tiga kali yakni, Selasa, Kamis dan Minggu.

Bandara Udara Internasional Maimun Saleh, Sabang, merupakan fasilitas militer dengan panjang landasan 1.844 meter dan lebar 30 meter.*

COMMENTS