Ini 10 Obyek Wisata Menarik Di Manggarai Timur-NTT

Ini 10 Obyek Wisata Menarik Di Manggarai Timur-NTT

Obyek pariwisata di Manggarai Timur, NTT ini memang sangat jarang dijamah oleh orang-orang dari luar daerah. Hal tersebut bukan karena tidak adanya potensi di dalamnya, tetapi lebih karena kurangnya informasi dan promosi terhadapnya. (Foto: Pantai Liang Bala - IG @heronimustan).

BORONG, dawainusa.com – Manggarai Timur merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Secara administrasi, daerah ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Manggarai yang diresmikan pada 17 Juli 2007.

Obyek pariwisata di daerah ini memang sangat jarang dijamah oleh orang-orang dari luar daerah. Hal tersebut bukan karena tidak adanya potensi pariwisata, tetapi lebih karena kurangnya informasi dan promosi.

Baca juga: Ini 10 Destinasi Pariwisata Menarik di Labuan Bajo

Terkait objek wisata, daerah ini memiliki potensi pariwisata yang tidak bisa diragukan lagi. Ada banyak tempat wisata yang sangat menarik di sana, mulai dari wisata budaya, wisata alam sampai wisata religi.

Berikut rekomendasi Dawainusa.com untuk 10 obyek wisata menarik di Manggarai Timur, Flores, NTT.

Danau Rana Mese

Danau Rana Mese terletak di jalan Ruteng-Borong. Danau ini memiliki warna tersendiri bagi para pecinta alam. Lewat tawaran-tawaran suasana alamnya yang mengagumkan, danau ini bisa dijadikan sebagai objek terbaik bagi anda yang hendak melepaskan penat dan menanggalkan lelah. Dijamin, di danau ini, anda akan menemukan kedamaian batin yang luar biasa.

Rana Mese

Rana Mese – IG @felisianus_alegore

Tidak hanya itu, di sekeliling danau ini, anda juga akan menikmati teduhan dari pepohonan yang sangat rindang. Suasana ini cukup bisa menjadi obat penawar bagi anda untuk bersyukur atas keagungan Sang Pencipta terhadap alam ini.

Akses menuju danau ini sangat mudah. Apabila anda datang dari Kota Ruteng, untuk sampai di tempat ini, anda hanya cukup menghabiskan waktu selama kurang lebih 30 menit. Sepanjang perjalanan anda akan melewati keindahan alam yang sangat eksotis.

Gua Maria Cincoleng

Wisata Rohani merupakan salah satu pilihan yang sering orang putuskan ketika memiliki waktu senggang. Banyak orang percaya bahwa hal ini memiliki kekuatan yang paling mujarab untuk menciptakan kedamaian batin. Dasarnya ialah karena dengan wisata seperti ini, anda dapat mendekatkan diri pada Sang Pencipta.

Kalau anda berniat demikian, anda cukup datang ke Gua Maria Cingcoleng. Gua ini terletak di Kampung Ketang, Benteng Jawa, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur.

Goa Maria Cingcoleng

Goa Maria Cingcoleng – nttprov.go.id

Selain wisata rohani, di sana juga akan menjumpai berbagai hal yang memesona lewat suguhan alamnya yang sangat indah.

Ketika berada di tempat ini, anda akan dihidangkan dengan keindahan panorama hutan Werwutu yang berhadapan dengan persawahan warga kampung Ketang.

Untuk mencapai tempat ini anda bisa menempuhnya dengan memakai kendaraan roda dua atau roda empat baik dari Ruteng maupun dari Borong. Jarak dari Ruteng sejauh 57 km, dapat ditempuh dalam 2 jam. Jarak dari Borong sejauh 74 km, dapat ditempuh dalam 2,5 jam. Jalan yang dilalui cukup bagus.

Danau Rana Tonjong

Danau ini terletak di Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Jaraknya sekitar 3 km dari Pota.

Salah satu keunikan dari danau ini ialah ditumbuhi bunga teratai raksasa (Victoria Amazonica) atau disebut ‘tonjong’ dalam bahasa setempat. Tumbuhan ini menutupi seluruh permukaan danau yang memiliki luas 2.200 m2.

Danau Rana Tonjong

Danau Rana Tonjong – IG @bernadheta_gisca

Menurut informasi dari warga setempat, sekitar tahun 1990-an seorang ilmuwan berkebangsaan Jerman melakukan penelitian di tempat ini. Alhasil, danau ini ternyata merupakan sebuah fenomena unik karena sangat langkah di dunia. Bunga teratai ini hanya ditemukan di tiga tempat di dunia yakni di Indonesia, India dan Australia Utara.

Untuk dapat sampai di Danau Rana Tonjong, anda bisa melewati jalur Ruteng sampai Reo kemudian menyusuri
jalan sepanjang pantai utara Pulau Flores menuju ke Pota, ibukota kecamatan Sambi Rampas.

Jarak tempuh sekitar 90 km atau sekitar 5 jam perjalanan. Dari Pota anda bisa mengunjungi Rana Tonjong yang berjarak 2.5 km atau sekitar 10 menit dengan menggunakan kendaraan roda dua.

Pantai Mbolata

Pantai Mbolata ini terletak di Kota Komba. Pantai ini sangat eksotis karena di tempat ini anda akan disuguhkan dengan pemandangan berupa gulungan ombak yang tinggi, kebun, hingga rerumputan yang indah serta bukit.

Selain itu, di tempat ini, anda juga akan disajikan dengan tatapan Gunung Ine Rie (Bajawa) serta padang rumput hijau dan Pantai Tanjung Bendera. Pantai ini sangat tepat untuk dijadikan saksi bisu cinta bagi anda yang memiliki pasangan (tidak jomblo).

Pantai Mbolata Manggarai Timur

Pantai Mbolata – floresexotictours.id

Untuk mengunjungi obyek wisata tersebut, anda yang datang dari Labuan Bajo ibu kota Kabupaten Manggarai Barat, misalnya, harus lebih dahulu melintasi wilayah Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.

Setibanya di Kota Borong, ibu kota Kabupaten Manggarai Timur, anda terus melintasi Jalan Transflores, melewati Kampung Kisol dan Wae Rana. Lalu, anda berjalan menuju selatan melewati perkampungan Kajukaro dan Waewole.

Pantai Liang Bala

Pantai ini berlokasi di Kelurahan Kota Ndora, Kecamatan Borong, Manggarai Timur. Pemandangan di pantai ini terbilang sangat mempesona. Di sana anda akan menikmati pesona pasir putih yang eksotis. Selain itu, di pesisir pantai ini, anda juga akan menemukan sejumlah gua yang indah.

Pantai Liang Bala

Pantai Liang Bala – IG @heronimustan

Ketika sore, anda dapat menikmati senja yang cukup menawan. Di tempat ini, anda akan melihat sang mentari terbenam.

Akses ke tempat ini lumayan baik. Untuk sampai di sana, anda harus terlebih dahulu datang ke Kota Borong, ibu kota Manggarai Timur. Selanjutnya, anda dapat berjalan kaki dengan jarak kira-kira 3 km atau sekitar 10 menit.

Baca juga: Ini 10 Tempat Wisata Terbaik di Kabupaten Manggarai, NTT

Danau Rana Kulan

Danau Rana Kulan terletak di wilayah kecamatan Elar. Danau ini cukup besar memiliki luas sekitar 5 km2 dan kedalaman sekitar 30 m. Danau Rana Kulan memiliki panorama alam yang sangat menakjubkan dan masih sangat alami.

Danau Rana Kulan

Danau Rana Kulan – IG @ipankmadridista

Danau ini kaya akan biota bawa air seperti ikan air tawar, udang dan belut. Karena itu danau Rana Kulan sering dijadikan sebagai tempat memancing ikan air tawar oleh masyarakat di sekitar danau.

Danau Rana Kulan dapat ditempuh dari Ruteng maupun dari Borong. Apabila berangkat dari Ruteng anda bisa menempuh perjalanan sepanjang 60km dengan waktu tempuh 2.5 jam. Sedangkan apabila melalui Borong, perjalanan anda menempuh jarak sekitar 90km dengan waktu tempuh sekitar 3.5 jam.

Gua Alam Liang Toge

Gua Alam Liang Toge berada di dalam kawasan hutan di lereng gunung tepatnya di wilayah Kelurahan Lempang Paji, Kecamatan Elar. Menurut informasi yang beredar, gua ini pernah ditempati oleh nenek moyang dari suku Rajong, yang sekarang adalah warga di Kelurahan Lempang Paji dan sekitarnya.

Liang Toge ini dikenal karena tahun 1960 ditemukan fosil manusia purba oleh seorang arkeolog. Fosil tersebut diperkirakan berusia sekitar 2000-an tahun. Selain itu, di sekeliling Liang Toge juga terdapat belasan gua alam lainnya dan terdapat pula sebuah benteng yang hingga saat ini masih terpelihara dengan baik.

Goa Alam Liang Toge

Goa Alam Liang Toge – serverjogja.com

Benteng ini disebut Benteng Rajong yang diinformasikan sebagai pusat pertahanan dari masyarakat Suku Rajong jaman dahulu pada saat terjadi perang sipil.

Liang Toge memiliki keindahan stalagtit dan stalagmit yang sangat menakjubkan. Di mulut gua juga ditemukan sebuah batu yang menyerupai paruh burung. Konon batu ini merupakan tempat menaruh persembahan bagi warga di Kelurahan Lempang Paji, bila hendak melakukan ritual adat atau hajatan besar di kampung.

Masyarakat percaya bahwa Liang Toge merupakan tempat dimana leluhur mereka dulu pernah tinggal dan bahkan arwah nenek moyang mereka masih tetap bernaung di sana.

Keunikan lain dari gua Liang Toge yaitu kawasan hutan di sekitar gua ini sama sekali tidak dijamah oleh penduduk lokal, sehingga keindahan dan keasrian hutan masih tetap terjaga.

Pantai Watu Pajung

Pantai ini terletak sekitar 10 km di sebelah timur Pota kota Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Pantai ini memiliki hamparan pasir putih di sepanjang pantai.

Pantai Watu Pajung

Pantai Watu Pajung – IG @yuhdar_yanto

Di bagian timur Watu Pajung terdapat padang yang cukup luas, sementara di bagian barat terdapat lahan persawahan milik warga setempat. Kombinasi alam nan indah ini membuat Watu Pajung sangat menakjubkan.

Perjalanan menuju Watu Pajung dapat ditempuh dari Borong melewati Bealaing, Watunggong, Lengko Ajang, Pota dan selanjutnya ke Watu Pajung, menempuh perjalanan sepanjang 140 km dengan waktu tempuh 6,5 jam.

Air Terjun Cunca Rede dan Cunca Ncuar

Air terjun Cunca Rede dan Cunca Ncuar ini terletak di Desa Sano Lokom Kecamatan Borong. Kedua air terjun ini memiliki sumber air dari sungai yang sama namun kemudian terpisah pada bagian yang curam sehingga terbentuklah kedua air terjun ini. Dari dua air terjun ini mengalir air yang cukup deras dan sangat sejuk karena langsung dari tengah hutan.

Cunca Rede

Cunca Rede – Leonardus Nyoman

Air terjun Cunca Rede memiliki tinggi 10 Meter sedangkan Cunca Ncuar memiliki tinggi 15 Meter. Pemandangan di sekeliling air terjun ini sangat menarik karena terdapat areal persawahan, dan kebun kopi milik warga di Dusun Nta’ur.

Aktivitas yang dapat dilakukan di air terjun yaitu trecking, mandi di sungai, melihat aktivitas masyarakat di persawahan dan di areal kebun kopi.

 

Gua Liang Witu

Gua Liang Witu terletak di Desa Pocolia, Kecamatan Poco Ranaka. Gua ini memiliki kedalaman hingga 1500 meter di dalam tanah. Lokasinya strategis dan mudah dijangkau, karena hanya 100 meter dari jalan raya.

Gua Liang Witu

Gua Liang Witu – serverjogja.com

Liang Witu dapat ditempuh dengan menggunakan semua jenis kendaraan baik dari Borong atau dari Ruteng dengan menempuh perjalanan melewati Bea Laing, Watu Cie dan selanjutnya menuju Liang Witu yang berada di kampung Lento, Desa Pocolia.

Jarak yang ditempuh dari Borong sekitar 45km dan dapat ditempuh dalam waktu 1,5 jam, sedangkan dari Ruteng sekitar 28km dan dapat ditempuh dalam waktu 1 jam.*