Ingin Sekolah Kembali Dibuka, Ini Kata Jokowi
Presiden Joko Widodo/@jokowi

Dawainusa.com – Pandemi Covid-19 menyebabkan sekolah dilakukan secara online.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo alias Jokowi menginginkan sekolah kembali dibukan dan dilakukan pembelajaran tatap muka.

Pembelajaran tatap muka tersebut dilakukan setelah vaksinasi Covid-19 diterima baik oleh para guru maupun siswa.

Hal ini diungkapkan Jokowi dalam diskusi bersama Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim melalui YouTube Kemendikbud RI, Minggu (2/4/2021).

Baca juga: 7 Jenderal Dimutasi Panglima TNI, Ini Nama Mereka

Jokowi Ingin Sekolah Dibuka Kembali

Seperti yang diketahui hingga saat ini banyak sekolah yang dilakukan secara online.

Pembelajaran tatap muka ditiadakan di tengah meningkatnya persebaran pandemi Covid-19 di Indonesia.

Oleh karena itu, Jokowi menginginkan semua sekolah yang selama ini melakukan aktivitas secara online bisa dibuka kembali.

Namun Jokowi menegaskan bahwa pembelajaran tatap muka dilakukan setelah para guru melakukan vaksinasi Covid-19.

Sekolah boleh dibuka asalkan secara terbatas dan dipastikan aman dari penyebaran infeksi virus corona (Covid-19).

“Dengan segala daya dan upaya kita ingin segera kembalikan anak-anak kita ke sekolah. Tapi juga dengan catatan, harus aman dari Covid,” kata Jokowi dalam diskusi bersama Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim.

Nadiem dan Jokowi
Jo;kowi dan Nadiem Makarim/Ist

Baca juga: 7 Jenderal Dimutasi Panglima TNI, Ini Nama Mereka

Jokowi pun berharap, vaksinasi yang menyasar guru dan tenaga kependidikan bisa cepat rampung.

“Karena saya telah sampaikan ke Menkes, beri prioritas (vaksinasi untuk guru dan tenaga kependidikan),” lanjut Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga menekankan proses pembelajaran tatap muka harus dibarengi penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang ketat.

Menurutnya, pemerintah juga bakal mengevaluasi jalannya pembelajaran tatap muka di setiap wilayah.

Hasil evaluasi, sambung Jokowi, nantinya digunakan untuk memutuskan kebijakan selanjutnya terkait pembukaan sekolah.

Tesebarnya pandemi Covid-19 sejak setahun yang lalu di Indonesia membuat banyak aktivitas masyarakat diatur melalulu protokol kesehatan.

Hal ini dilakukan agar semua orang menghindari kerumunan meminimalisir tersebarnya pandemi Covid-19.

Bahkan banyak lembaga pendidikan yang melakukan aktiviasnya secara online demi mencegah penyebaran Covid-19.

Hal tersebut membuat banyak lembaga pendidikan yang hingga saat ini masih melakukan aktivitas pendidikan secara daring.*