Ibunda Majikan TKI Adelina Lisao Terancam Hukuman Mati

Ibunda Majikan TKI Adelina Lisao Terancam Hukuman Mati

Ambika (59), ibunda majikan Adelina Lisao, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang meninggal di Malaysia terancam hukuman mati jika dinyatakan bersalah oleh pengadilan setempat. (Foto: Ambika - thestar.com)

KUALA LUMPUR, dawainusa.com Ambika (59), ibunda majikan Adelina Lisao, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang meninggal di Malaysia terancam hukuman mati jika dinyatakan bersalah oleh pengadilan setempat. Ambika dijerat dakwaan pembunuhan sesuai pasal 302 Undang-undang Pidana Malaysia.

Sementara itu, majikan Adelina, R Jayavartiny (32), didakwa melanggar undang-undang imigrasi. Jayavartiny dijerat dakwaan memperkerjakan warga negara asing secara ilegal. Jayavartiny tetap mempekerjakan Adelina meskipun mengetahui dia tidak memiliki izin kerja yang valid.

Jika dinyatakan bersalah melanggar dakwaan yang diatur pasal 55B Undang-undang Imigrasi ini, Jayavartiny terancam hukuman denda antara 10 ribu – 50 ribu ringgit atau hukuman penjara tidak lebih dari 12 bulan, atau kombinasi kedua hukuman itu.

Baca juga: Sebulan Tidur di Luar Rumah Bersama Anjing, TKI Asal NTT Ini Meninggal

Seperti diberitakan media Malaysia, The Star, Rabu (21/2), keduanya disidang di pengadilan Bukit Mertajam, Malaysia. Keduanya hadir di pengadilan dengan dikawal polisi pada Rabu (21/2) pukul 13.50 waktu setempat.

Tindak pidana kedua wanita itu dilakukan di rumah mereka di Taman Kota Permai, antara Maret 2017 hingga 10 Februari tahun ini. Untuk dakwaan pembunuhan terhadap Adelina yang dijeratkan kepada Ambika, jaksa menyebutnya terjadi di tempat yang sama pada 10 Februari sekitar pukul 17.00 waktu setempat.

Adelina Lisao Meninggal Karena Kegagalan Organ

Seperti dilansir media lokal Malaysia, New Straits Times, Selasa (13/2), laporan post-mortem yang dirilis kepolisian setempat menyebutkan Adelina meninggal karena kegagalan sejumlah organ tubuhnya. Laporan post-mortem itu juga mengungkapkan bahwa kegagalan organ itu disebabkan oleh anemia yang diderita Adelina.

Pakar patologi, Dr Amir Saad Abdul Rahim, yang melakukan post-mortem menyebut penyebab kematian menunjukkan ada kemungkinan besar bahwa Adelina telah ditelantarkan. Hal ini bersesuaian dengan keterangan sejumlah tetangga majikan Adelina yang menyebut dia diberi sedikit makanan.

Baca juga: Kompensasi Gaji Adelina, TKW Asal NTT yang Meninggal di Malaysia

“Kegagalan organ bisa dipicu oleh kekurangan darah karena dia ditelantarkan,” ujar Kepala Kepolisian Central Seberang Prai, Nik Ros Azhan Nik Abdul Hamid. “Sebelum insiden ini, kami tidak menerima laporan apapun terkait penganiayaan,” imbuhnya.

Adelina meninggal dunia pada Minggu (11/2) waktu setempat saat dirawat di Rumah Sakit Bukit Mertajam, usai diselamatkan dari rumah majikannya di Taman Kota Permai, Bukit Mertajam, Malaysia.

Sejauh ini tiga orang telah ditahan polisi terkait kasus ini. Ketiganya merupakan seorang wanita berusia 36 tahun dan seorang pria berusia 39 tahun, yang merupakan kakak-adik, serta seorang wanita berusia 60 tahun yang merupakan ibu dari keduanya.

Ketiganya tengah diselidiki atas pelanggaran pasal 302 Undang-undang Pidana Malaysia dengan delik pidana pembunuhan. Jika terbukti bersalah, hukuman mati mengancam para tersangka.*

Video: Ambika (59), ibunda majikan Adelina Lisao sedang menuju Pengadilan Malaysia