Dawainusa.com — Sebuah peristiwa janggal terjadi di Blitar, Jawa Timur, Senin (24/8). Seorang ibu sudah disiapkan liang lahad oleh keluarganya karena diinformasikan pihak rumah sakit sudah meninggal. Namun ternyata ia masih hidup.

Adalah Harnanik (68), warga Desa Bendowulung RT 07 RW 02, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar. Ia masuk ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar 10 hari sebelumnya.

Seperti diberitakan Detik.com, Rabu (26/8), ia dirawat di rumah sakit lantaran dugaan penyakit darah tinggi yang mengarah ke stroke ringan.

Ia juga mengalami sesak napas yang membuat pihak rumah sakit memasukkannya ke ruang isolasi untuk penanganan pasien dengan gejala klinis Covid-19.

Beberapa jam setelah melakukan penanganan, pihak rumah sakit memberitahukan kepada keluarga bahwa Harnanik telah meninggal dunia.

Suami Harnanik lantas bergegas ke rumah sakit untuk menjemput jenazah istrinya. Sementara anggota keluarga mempersiapkan upacara penguburan, termasuk liang lahad. Namun, setelah membuka kain kafan, ternyata bukan Harnanik, tapi orang lain.

Baca Juga: Terharu, Begini Curhat Anak 5 Tahun yang Ditinggalkan di Warung oleh Ibu Kandung dan Ayah Tirinya

Kronologi Peristiwa di Blitar

Nanung Hermawan (44), anak Harnanik, menuturkan bahwa peristiwa itu terjadi di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, Senin (24/8), sekitar pukul 07.00 WIB.

Ketika mengantar ibunya ke rumah sakit Blitar, pihak rumah sakit melarang keluarga untuk menunggui. Ibunya dimasukkan ke ruang isolasi Mawar di rumah sakit itu.

“Jadi kami hanya mengantarkan barang keperluan ibu dan menyerahkan sepenuhnya penanganan ibu ke tim medis,” kata Nanung, Selasa (25/8).

Berselang beberapa jam, pihak rumah sakit menelpon ayahnya, Putut Karyani, dan memberitahukan bahwa Harnanik meninggal dunia. Nanung pun meminta ayahnya terlebih dahulu berangkat ke rumah sakit untuk melihat jenazah ibunya.

Ketika melihat jenazahnya yang tertutup kain kafan, Putut lalu menyalatkan jenazah istrinya dan mendoakannya.

Sementara itu, Nanung dan keluarga menyiapkan semua keperluan di rumah duka. Para tetangga yang mendengar kabar duka mulai berdatangan melayat. Bahkan, beberapa tetangga langsung menuju ke area pemakaman untuk menyiapkan liang lahatnya.

Namun, kata Nanung, ketika galian kubur baru sedalam dengkul, ayahnya menelponnya. Dikatakan bahwa yang meninggal itu bukan ibunya, melainkan orang lain.

“Jadi usai mendoakan, bapak disuruh membuka kain penutup jenazah untuk memastikan bahwa itu jasad ibu. Begitu dibuka kain penutupnya, bapak kaget karena jasad itu bukan wajah ibu. Kain dibuka lebih lebar lagi, dan bapak memastikan itu bukan jasad istrinya,” tutur Nanung.

Baca jugaViral Seorang Ibu Mencari Anaknya yang Hilang di Pohon Bambu, Begini Ceritanya

Setelah mendengar kabar tersebut, warga menghentikan proses penggalian liang lahad. Tetangga yang mulai berdatangan ke rumah duka, pun kembali ke rumah mereka.

Ayah Nanung kemudian menanyakan di mana ibunya dirawat sekarang. Seorang petugas medis lalu mengantarkannya menuju kaca di balik ruang isolasi.

Di dalam ruang isolasi tersebut, lanjut Nanung, ayahnya melihat ibunya sedang duduk dengan gelagat sedang melihat kondisi di sekelilingnya.

“Nah di situ bapak memastikan ke perawat, kalau ibu atas nama Harnanik tidak meninggal,” pungkas Nanung.

Setelah menerima telepon dari ayahnya, Nanung pun langsung bergegas menuju rumah sakit. Di sana dia melihat sendiri keberadaan dan kondisi ibunya yang masih dirawat.

Akhirnya, petugas ruang isolasi itu pun meminta maaf karena kesalahan informasi. Dan memindahkan Harnanik dari ruang isolasi Mawar menuju ruang Bougenvil.

“Ketika dipindah itu, ibu baru dipasang gelang pasiennya. Terus saya tanya, kenapa dipindah apa sudah keluar hasil tes swab-nya. Seorang petugas menjawab, sudah keluar dan hasilnya negatif,” terang Nanung.

Baca jugaVideo Antrean Perceraian Mengular di Bandung Viral di Medsos

Wakil Direktur Pelayanan dan Penunjang RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, dr Herya Putra mengatakan, pihaknya sudah meng-cross check ruangan dan perawatan. Ia mengakui, pihaknya salah menginformasikan data pasien yang meninggal kepada pihak keluarga.

“Memang kesalahan kami. Itu mutlak karena orientasi tempatnya. Kalau gelang memang terpasang. Kan dua-duanya (Harnanik dan pasien yang meninggal) kondisinya tidak begitu baik. Dari awal sesak berat,” kata dr Herya.

Herya menambahkan, potensi kesalahan bisa terjadi saat pasien dipindah tempat untuk foto thorax. Untuk mencegah Covid-19, foto thorax dilakukan di satu tempat khusus.

Sementara itu, warga Blitar yang sempat menggali liang lahad pun kembali menguruk liang lahad yang terlanjur dibuat setelah kabar kepergiaan Harnanik.

Pengurukan dilakukan agar tidak membahayakan orang lain yang mau ziarah di TPU Desa Bendowulung, Blitar, dan tidak elok apalagi tidak ada jenazah.

“Yo diuruk maneh Mbak. Marai wong keblowok lak dijarno (ya diuruk lagi Mbak, bisa bikin orang jatuh masuk lubang kalau dibiarkan terbuka). Alhamdulillah, Bu Nanik diparingi panjang umur,” kata Wasis Kuntoaji, tetangga Harnanik.*