Hina Alquran, Mahfud MD Minta Polisi Tangkap Pendeta Saifuddin

Hina Alquran, Mahfud MD Minta Polisi Tangkap Pendeta Saifuddin
Foto: Dawainusa.com - Kolase/@istimewa

Dawainusa.com – Menko Polhukam, Mahfud MD meminta agar pendeta Saifuddin Ibrahim segera ditangkap setelah diduga menghina Alquran.

Mahfud MD menyebut bahwa tindakan pendeta Saifuddin sudah masuk kategori penistaan agama sehingga layak untuk diamankan.

Baca: Saraf Terjepit, Raffi Ahmad Langsung Jalani Operasi

Bukan hanya Mahfud MD, sejumlah pihak juga menyerukan hal serupa terutama karena pendapat Pendeta Saifuddin dinilai mencederai keberagaman.

Pendeta Saifuddin Minta Ayat Alquran Dihapus

Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan pendeta Saifuddin Ibrahim meminta agar Menteri Agama Yaqut Cholil menghapus 300 ayat Alquran viral di media sosial.

Permintaan itu dilakukan Saifuddin karena menurutnya 300 ayat dalam kita suci Alquran mengajarkan paham radikal.

Trending: Terseret Kasus Doni Salmanan, Rizky Febian Diperiksa Polisi

Pendeta yang tadinya beragama Islam itu menuturkan bahwa Menteri Agama Yaqut Cholil mestinya tak hanya mengatur soal masalah azan tapi juga menghapus 300 ayat di Alquran.

“Bahkan kalau perlu 300 ayat yang menjadi pemicu hidup intoleran, pemicu hidup radikal dan membenci orang lain karena beda agama itu di-skip atau direvisi atau dihapuskan dari Al Quran Indonesia. Ini sangat berbahaya sekali,” kata Saifudin.

MUI dan Kemenag Ambil Sikap

Hina Alquran, Mahfud MD Minta Polisi Tangkap Pendeta Saifuddin
Foto: Dawainusa.com – Web/@tribunsolo

Ia juga menyebutkan bahwa pesantren di Indonesia cenderung melahirkan para radikal dan meminta agar seluruh kurikulum pendidikan diganti sepenuhnya.

“Ini yang menjadi perhatian saya agar ayat-ayat Al Qur’an yang keras itu tidak diajarkan di pesantren ataupun madrasah-madrasah di seluruh Indonesia. Merevisi semua kurikulum itu agar tidak menghancurkan bangsa kita,” sambungnya.

Penuturan Saifuddin tersebut membuat Kementerian Agama (Kemenag) dan MUI (Majelis Ulama Indonesia) ambil sikap.

Baca: Pakai Daster di Manara Eiffel, Sarwendah Tuai Pujian dari Warganet

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Waryono Abdul Ghafur menyebut pendeta Saifuddin didugaa salah paham..

“Beliau ini menurut saya ya kalau dari sisi nama kan saya juga dengar beliau ini dulunya Muslim, kemudian konversi menjadi Kristen. Ketika beliau muslim ini perlu dicek juga pemahaman keagamaannya. Sudah membaca berapa kitab tafsir,” kata Waryono.

MUI Minta Pendeta Saifuddin Ditangkap

Hina Alquran, Mahfud MD Minta Polisi Tangkap Pendeta Saifuddin
Foto: Dawainusa.com – Web/@matamata

Waryono juga mempertanyakan soal kurikulum pesantren yang disarankan Saifuddin untuk diganti.

Lebih lanjut, Waryono mengatakan bahwa pendeta Saifuddin itu hanya menggeneralisir pesantren yang ada di Indonesia.

Terlebih, sang pendeta mengaku dirinya merupakan mantan pengajar di Pondok Pesantren Al-Zaytun.

Baca: Baru Digugat Cerai, Doddy Sudrajat Sudah Kencan dengan Denise Chariesta

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis juga menuturkan bahwa ia mendesak agar pendeta Saifuddin perlu diperiksa lebih jauh.

“Perlu diperiksa zahir batinnya, baik oleh dokter jiwa dan aparat penegak hukum agar toleransi terus terjaga di Indonesia,” kata Cholil melalui akun Twitternya.