Resmi! Harga Tes PCR Covid-19 Turun, Dinkes di Daerah Diminta Awasi
Ilustrasi - ist

JAKARTA, dawainusa.com Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) telah secara resmi mengumumkan bahwa harga tes PCR Covid-19 telah turun.

Perubahan harga tes PCR ini dilakukan, setelah sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan instruksi untuk menurunkan harga tes PCR Covid-19.

Kemenkes RI sendiri telah menetapkan harga tarif tertinggi tes PCR Covid-19. Untuk wilayah Jawa-Bali, harga tes PCR tertinggi yakni sebesar Rp 495 ribu. Sedangkan, untuk wilayah di luar Jawa-Bali, harga tarif tertinggi yang ditetapkan adalah Rp 550 ribu.

Baca juga: Sadis! Harga Tes PCR di Indonesia Lebih Mahal dari Tiket Pesawat, Kok Bisa?

Penetapan harga tes PCR tersebut disampaikan langsung oleh PLT Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Abdul Kadir secara virtual pada Senin (16/8).

“Kami sepakati bahwa batas tarif tertinggi pemeriksaan realtime PCR diturunkan menjadi Rp 495 ribu untuk daerah Pulau Jawa dan Bali. Serta sebesar Rp 525 ribu untuk daerah luar Jawa dan Bali,” ujar Abdul Kadir, Senin (16/8).

Harga tersebut telah ditetapkan melalui Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan nomor HK.02.02/I/2845/2021 Tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan Reserve Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

Soal Harga Tes PCR Covid-19, Dinkes di Setiap Daerah Diminta untuk Selalu Mengawasi

Lebih lanjut, Abdul Kadir juga meminta kepada Dinas Kesehatan di setiap daerah untuk selalu memberikan pengawasan terkait harga tes PCR yang sudah ditetapkan pemerintah ini.

Hal itu dilakukan agar semua fasilitas kesehatan, baik itu rumah sakit, laboratorium, serta fasilitas pemeriksaan lainnya bisa mematuhi batas harga tertinggi dari tes PCR yang baru.

“Untuk itu, kami mohon agar semua fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, laboratorium, dan fasilitas pemeriksaan lainnya yang sudah ditetapkan oleh menteri dapat mematuhi batas tarif tertinggi dari PCR tersebut,” kata Abdul Kadir.

Baca juga: Sempat Tolak ke RS Karena Takut Divonis Covid-19, Pria di NTT Akhirnya Meninggal Dunia

Sebagaimana diketahui sebelumnya, harga tes PCR Covid-19 di setiap daearah di Indonesia, secara khusus yang ada di wilayah di luar Pulau Jawa dan Bali berbeda-beda dan sangat mahal.

Terkait dengan perbedaan dan tingkat harga ini, Abdul Kadir menerangkan bahwa hal itu terjadi karena adanya beban biaya transportasi.

“Biaya transportasi ini dimasukkan ke dalam unit cost, sehingga tercipta selisih harga (untuk dua kategori wilayah tersebut),” terang Abdul Kadir dalam konferensi pers virtual ‘Penetapan Harga Acuan Tertinggi Swab RT-PCR’, Senin (16/8).*