Hapus Konten LGBT, Deddy Corbuzier Malah Dihujat Warganet

Hapus Konten LGBT, Deddy Corbuzier Malah Dihujat Warganet
Foto: dawainusa.com - Kolase/@istimewa

Dawainusa.comDeddy Corbuzier terus mendapat kritikan pedas dari warganet meski dirinya sudah menghapus konten podcast bersama Ragil Mahardika.

Bapak satu anak itu dinilai sombong saat diminta menghapus konten bernarasi lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

Baca: Siap Adu Jotos, Dinar Candy Acungkan Jari Tengah ke Nikita Mirzani

Ada juga warganet yang menganggap apa yang dialami Deddy itu sebagai karma lantaran kerap berkomentar pedas tentang perilaku artis lain.

Deddy Corbuzier Disebut Sombong


Sebelumnya, Deddy Corbuzier diminta menghapus konten podcast bersama Ragil, oleh Gus Miftah.

Dalam podcast bersama Gus Miftah, Deddy mengaku dengan senang hati menghapus konten tersebut.

“Enggak ada masalah itu,” kata Deddy Corbuzier, dikutip pada Kamis (12/5/2022).

Trending: Wika Salim Sensor Area Intim, Netizen: Stikernya Ngapain Sih Halangin

Menurut Deddy, dia tak masalah bila konten bersama Ragil ditolak oleh masyarakat.

“Konten saya masih banyak,” tutur mantan suami Kalina Ocktaranny.

Konten Deddy Corbuzier Dihujat

Hapus Konten LGBT, Deddy Corbuzier Malah Dihujat Warganet
Foto: Kliktrend.com – Web/@tribunnews

Podcast Deddy Corbuzier bersama Ragil, menuai banyak kecaman dari berbagai pihak.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD juga turut mengomentari hal tersebut.

Baca: 5 Potret Seksi Rachel Vennya Saat Pesta Bikini

Sementara itu, Kriminolog Achmad Hisyam menyebutkan bahwa Deddy Corbuzier bisa dipidana jika episode podcast tersebut bermuatan narasi pornografi.

“Ditreskrimsus Polda Metro Jaya sebetulnya dapat memproses pidana pemilik dan pengelola channel tersebut dengan menggunakan UU ITE,” kata Hisyam pada Selasa (10/5).

Sikap Kominfo dan Polri Disorot

Hapus Konten LGBT, Deddy Corbuzier Malah Dihujat Warganet
Foto: Dawainusa.com – Web/@tribunnews

Menurut Hisyam, seharusnya Polri dan Kemenkominfo mengawasi Youtube channel yang memiliki jutaan subscriber guna mencegah konten bernarasi pornografi.

“Jika iya patut disayangkan bahwa Kominfo dan Polri selama ini tidak cukup awas terhadap channel yang notabene punya follower sangat banyak,” ujar Hisyam.

Trending: Dipukul Anak Ahok, Ayu Thalia Malah Didakwa dengan Dua Pasal

Menurut Hisyam, memidanakan Youtuber yang terbukti menayangkan konten bermuatan narasi pornografi sangat layak dilakukan.

Dia mengatakan bahwa masalah LGBT sama sekali tidak terakomodasi dalam UU Penghapusan Kekerasan Seksual.

“Akibatnya, perbuatan memproduksi dan menyebarluaskan narasi-narasi yang mengampanyekan LGBT tidak tersentuh oleh hukum,” sambung Hisyam.*