Hamil dari Kekasih Pertama, Pelaku Pembuangan Bayi Kembar Jadi Tersangka

Hamil dari Kekasih Pertama, Pelaku Pembuangan Bayi Kembar Jadi Tersangka

Pelaku pembuangan orok bayi kembar di Denpasar, resmi berstatus tersangka. Wulandari mengaku telah membunuh bayi kembar hasil hubungan gelap dengan seorang pria. (Foto: Pasangan pelaku buang bayi kembar di Denpasar - Tribunnews.com)

DENPASAR, dawainusa.com Daftriana Wulandari (20), pelaku pembuangan orok bayi kembar di Denpasar, resmi berstatus tersangka. Sebelumnya, orok bayi kembar itu ditemukan tewas mengenaskan terbungkus kantong plastik di dekat rumah kosnya di Jalan Ratna, Gang Werdakura, Denpasar.

Berdasarkan keterangan Kapolresta Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo, Jumat (201/7), Wulandari mengaku telah membunuh bayi kembar hasil hubungan gelap dengan seorang pria. Dirinya malu jika hal itu diketahui publik.

“Tersangka mengaku telah membunuh bayi yang baru dilahirkannya di kamar mandi, karena malu telah berhubungan dengan seseorang pria hingga hamil di luar nikah dan tidak ingin kehamilannya diketahui orang lain,” kata Kombes Pol Hadi, seperti dikutip Kriminologi.

Baca juga: Kronologi Penemuan Jasad Bayi Kembar di Denpasar

Merujuk pada hasil pemerikasaan petugas, demikian Kombes Hadi, tersangka hamil saat masih berpacaran dengan Jeje. Mantan kekasihnya itu tidak mau bertanggung jawab atas perbuatannya saat usia kandungan Wulandari memasuki bulan yang ketiga.

Pelaku kemudian menjalin hubungan dengan salah seorang mahasiswa yang diketahui bernama Venan. Dalam perjalanan waktu, sang pacar sempat mencurigai kalau Wulandari sedang hamil. Namun, dirinya tak mengakui itu.

“Tersangka kemudian berpacaran dengan Venan yang seorang mahasiswa semester tiga di Universitas Swasta di Denpasar, sempat mencurigai tersangka hamil saat mereka berpacaran pada Mei 2018. Namun, tersangka tidak mengakui bahwa sedang hamil kepada kekasihnya,” ujar Hadi.

Ia menambahkan, tersangka melahirkan bayi kembarnya di dalam kamar mandi tanpa sepengetahuan kekasihnya Venan yang saat itu sedang tertidur lelap di kosnya.

“Saat melahirkan di kamar mandi, tersangka sempat mencekik dan membunuh buah hatinya dengan menggunakan senjata tajam atau pisau dan memasukkan jenazah bayi yang baru dilahirkannya ke dalam kantong kresek dan ember hitam,” kata Hadi.

Keesokan harinya, menurut dia, saat kekasihnya terbangun dari istirahat sudah melihat kamar mandi kamar kos banyak berisi darah. Kepada kekasihnya, tersangka mengaku lagi datang bulan dan meminta kekasihnya pergi membelikan pembalut.

Saat kekasihnya keluar rumah, tersangka lantas mengambil orok yang kondisi meninggal dunia dan disembunyikan di dekat kamar kosnya. Selanjutnya, tersangka berpamitan dengan kekasihnya untuk pergi ke rumah kerabatnya di Jalan Baruna, Taman Gria, Jimbaran, Kabupaten Badung.

“Pengakuan tersangka, karena kekasihnya Venan mendapat libur sekolah maka pada 14 Juli 2018, Venan pergi ke kampung halamannya di NTT. Dalam perjalanan berpacaran selama satu bulan itu, tersangka dan Venan juga sempat melakukan hubungan layaknya suami istri di kos Venan,” ujar Hadi.

Kepada petugas, tersangka mengatakan kekasihnya tidak mengetahui dirinya telah membunuh bayi kembar yang dilahirkannya itu. Namun, anggota Polresta Denpasar sudah menangkap kekasih tersangka (Venan) di NTT, untuk dimintai keterangan terkait hubungan kedua pasangan sejoli itu.

“Untuk kekasih tersangka, Venan masih kami dalami dulu sejauh mana keterlibatannya. Nanti, kalau ada keterlibatan dalam kasus ini pasti kami akan tetapkan sebagai tersangka dan saat ini dia masih sebagai saksi. Kepada petugas, tersangka mengaku menyesal atas perbuatannya,” kata Hadi.

Lakukan Pemeriksaan Psikiatri

Kombes Hadi menjelaskan, untuk mengetahui bagaimana kondisi kejiwaan tersangka saat ini, polisi akan melakukan pemeriksaan psikiatri terhadap tersangka, mengingat saat ini kondisinya masih labil.

“Tersangka kami kenakan Pasal 341 KUHP dan Pasal 78C jo Pasal 80 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara,” ujar Hadi.

Baca juga: IKMB Sikapi Tragedi Pembunuhan Bayi Kembar di Denpasar

Penemuan jasad bayi kembar oleh masyarakat ditemukan warga di lorong rumah kos Jalan Ratna, Gang Werdakura, Denpasar, Minggu, 15 Juli 2018, Pukul 13.00 Wita. Kemudian masyarakat melaporkan kejadian itu kepada petugas Polsek Denpasar Timur.

“Petugas kemudian melakukan olah TKP dan menemukan barang bukti sidik jari dan jasad orok kembar yang sudah tidak bernyawa dan melakukan pemeriksaan Labfor maupun melakukan otopsi jenazah tersebut,” kata Hadi.

Untuk autopsi dari Labfor RSUP Sanglah Denpasar ditemukan ada empat luka tusuk pada bayi kembar itu yakni pada perut, dada, leher dan mulut bayi.

Dibekuk di Mabar

Sementara itu, Venan yang dikabarkan puang kampung usai kejadian tersebut, telah berhasil dibekuk Tim Jatarnas dari Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Mabar.

Di bawah pimpinan Bripka Marianus DH, pelaku V ditangkap di kampung halamannya di Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu (18/07) pagi .

Venan ditangkap di rumah salah seorang warga di Kampung Pacar, Desa Pacar, Kabupaten Manggarai Barat.

Baca juga: DPO Kasus Pembuangan Bayi Kembar di Denpasar Akhirnya Ditangkap

Saat dikonfirmasi awak media di Labuan Bajo, Kapolres Manggarai Barat, AKBP Julisa Kusmowardono, mengatakan, saat ini telah diamankan di Polres Mabar untuk ditahan di Rumah Tahanan Polres Mabar.

“Saya berterimakasih kepada anggota saya yang telah berhasil membengkuk yang bersangkutan, saat ini pelaku kami tahan untuk diperika lebih lanjut,” kata Julisa, Rabu (18/07) di Labuan Bajo.

Penangkapan V oleh tim Jatarnas Polres Mabar sendiri dilakukan atas informasi Daftar Pencarian Orang (DPO) dengan nomor DPO/10/VII/Res.1.24/2018/Reskrim serta LP nomor:Lp.B/48/VII/Res.1.24/2018/Bali/Resta.Dps/Dentim, 15 juli 2018, terkait tindak pidana Aborsi yang diterbitkan oleh satuan Reskrim Polresta Denpasar.

“Kita hanya bantu Polda Bali untuk menangkap pelaku. Untuk sementara Pelaku kita tahan di Polres Mabar sambil menunggu pelaku akan diserah terima ke Polda Bali,” kata Julisa.* (Elvys Yunani)