Hal-hal Unik yang Ada di Daerah Manggarai Timur, NTT

Hal-hal Unik yang Ada di Daerah Manggarai Timur, NTT

TRAVEL, dawainusa.com Sebagai daerah yang baru berusia 11 tahun, Mangarai Timur memiliki beberapa fakta menarik yang tidak bisa diabaikan.

Baca juga: 10 Alasan yang Membuat Orang Merindukan Kota Ruteng

Siapapun yang ke sana pastinya akan merasa betapa ‘khas’-nya tempat ini dan berpikir-pikir lagi untuk kembali. Hal-hal apa sajakah itu? Berikut 10 Fakta Eksotis dari Manggarai Timur versi Dawai Nusa.

10 Fakta Eksotis di Manggarai Timur

Baca juga: Ini 10 Obyek Wisata Menarik Di Manggarai Timur-NTT

Soso Uwi: Kearifan lokal yang Terus Dipertahankan

Kampung Runus dan Rajong adalah kampung di Manggarai Timur yang masih melakukan ritual khas Soso Uwi yang merupakan ritual syukuran tahunan pasca panen. Dengan membersihkan ubi, sebagai simbol, masyarakat kampung tersebut mengucapkan syukur terhadap berkat yang diberikan ‘bumi’.

Bagi kamu yang ingin mengetahui relasi antara masyarakat Manggarai Timur dengan alam secara lebih dalam, ritual seperti ini perlu kamu hadiri.

Topi Rajong dan Sufi: Penanda Struktur Kekuasaan

Saat ritual Soso Uwi berlangsung, tetua adat di rumah adat memakai topi sufi. Kekhasan dari topi ini adalah pada aturan penggunaannya yang hanya boleh dipakai oleh seseorang yang memiliki otoritas.

Tradisi Adat di Manggarai Timur

Tradisi Adat di Manggarai Timur – ist

Bila anda menghadiri ritual seperti ini, pastikan ya bahwa anda ditemani oleh orang yang memahami aturan adat tertentu. Karena bila dilanggar, efeknya bakal berbahaya, nih.

Tibo Rawut dan Tapa Kolo: Proses Memasak yang Alami

Tibo Rawut adalah cara memasak daging yang khas  di dalam batang bambu muda yang sudah dicampur dengan daun ubi. Selain itu, ada juga Tapa Kolo yaitu proses memasak nasi merah atau Dea Lak di dalam bambu kecil yang sudah dialasi daun enau dan diisi air.

Bagi kamu yang ingin mengetahui dan terlibat dalam proses masak memasak seperti ini, datanglah ke Elar Selatan atau beberapa wilayah Manggarai Timur lain.  

Tapa Kolo

Tapa Kolo – ist

Kopi Colol: Kopi Manggarai yang Mendunia

Kopi Colol, demikian ia disebut, pernah meraih penghargaan terbaik di Festival Kopi yang diselenggarakan di Banyuwangi, Jawa Timur. Kopi Arabika ini bahkan sudah bersaing di luar negeri seperti di London dan New York sejak 2013, karena standar kealamiahannya.

Kopi ini produk khas kampung Colol dan bagi kalian yang ingin mengetahui rahasia di balik kehebatan kopi tersebut, datanglah ke perkampungan Colol.

Kopi Colol

Kopi Colol – ist

Memiliki Kekayaan Linguistik yang Beragam

Sebagian besar masyarakat di keseluruhan daerah berbicara dalam bahasa Manggarai dengan dialek khas yang bervariasi. Ada beberapa bahasa lokal yang tidak memiliki hubungan genetis dengan bahasa Manggarai, seperti bahasa Rembong di Utara dan bahasa Kepo serta Rongga di Selatan. Namun, jangan kuatir, karena keberagaman linguistik, penduduk di sana memahami bahasa pemersatu, Bahasa Indonesia, kok.

Salah Satu Bahasanya Berkategori ‘Terancam’

Di Manggarai Timur terdapat sebuah bahasa yang khas atau berbeda dari bahasa Manggarai, yaitu Bahasa Rongga, yang secara sosiolinguistik tidak lagi mendapat loyalitas yang kuat dari penuturnya.

Persoalan ini dilihat I Wayan Arka, peneliti Udayana, sebagai tantangan dan prospek ke depan dalam mempertahankan bahasa dan kebudayaan Rongga.

Ada Sekolah Tua Calon Pastur

Di Manggarai Timur, terdapat sebuah sekolah para calon imam Katolik, yang menjadi salah satu sekolah tua di Flores. Pendidikan di dalam sekolah ini memiliki pendidikan ‘pondok’ yang khas seperti pesantren yang selain mempelajari ‘ilmu agama’, juga mempelajari ilmu lain yang ditetapkan dalam kurikulum Nasional.

Bagi yang ingin mengetahui keunikan pendidikan di sekolah ini, dapat mengunjunginya di salah satu desa yang bernama Kisol, tidak jauh dari Ibukota Borong.

Seminari Pius XII Kisol

Seminari Pius XII Kisol – ist

Makan Gratis di Rumah Masyarakat

Kekhasan masyarakat Manggarai Timur adalah menganggap kedatangan  tamu atau meka ke rumah sebagai sebuah kebanggaan. Kalau sudah bertamu, siapapun itu pasti akan disuguhi makanan.

Intinya, jangan dulu pamit pulang, kalau anda belum makan. Saran ini tidak mengajar kita untuk rakus sih, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan kita terhadap tuan rumah.

Pesta Sekolah: Budaya Gotong Royong

Menjelang tahun ajaran baru, masyarakat yang anaknya hendak berkuliah akan mengadakan ‘pesta sekolah.’ Dalam pesta tersebut, masyarakat lain akan datang dan memberikan uang serta menikmati jamuan dalam acara yang penuh kekeluargaan. Bila diadakan pasca panen hasil kebun, hasil pestanya akan sangat banyak dan menguntungkan si tuan pesta.  

Rana Mese: Dana yang Indah, Sepi, dan Sesekali Mencekam

Sebuah spot wisata terbaik Manggarai Timur yang harus dikunjungi adalah Danau Rana Mese, yaitu danau yang dikelilingi oleh hutan yang sangat lebat dan subur, serta menghadirkan hawa lembab yang dingin.

Selain itu situasi di danau vulkanik yang terbentuk dari bekas kawah gunung ini menghadirkan suasana hening yang magis dan menjadi habitat yang nyaman bagi berbagai binatang hutan.

Kekhasan dari tempat ini adalah suhu udaranya yang dingin, sehingga siapapun yang ingin mengunjungi tempat ini disarankan berpakaian atau berjaket tebal.

Danau Rana Mese

Danau Rana Mese – ist

Ya itulah sepuluh hal yang ‘Khas’ dari Manggarai Timur versi Dawai Nusa. Karena memiliki kekayaan dan keunikan sosial budaya, Manggarai Timur menjadi tempat belajar yang baik tentang ‘masyarakat’.  

Semoga sepuluh poin di atas dapat menjadi referensi awal anda untuk datang dan mengenal Manggarai Timur lebih jauh lagi ya.*(Fandis Nggarang).

COMMENTS