Guide ‘Abal-Abal’ Banyak Berkeliaran di Labuan Bajo

Guide ‘Abal-Abal’ Banyak Berkeliaran di Labuan Bajo

Guide abal-abal ini bekerja dengan cara berpura-pura mengaku diri sebagai pengunjung atau tamu. (Foto: Labuan Bajo - ist)

LABUAN BAJO, dawainusa.com – Seorang staff Scuba Republic Indonesia, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang akomodasi wisatawan bawah laut, Orvin Grendu Putri Kemangi mengaku, banyak pemandu wisata (guide) abal-abal yang berkeliaran di Labuan Bajo, Ibu Kota Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal ini disampaikannya sebagai tanggapan atas peristiwa pemerkosaan yang menimpa seorang wisatawan asal Prancis di Labuan Bajo pada Selasa (12/6) lalu.

Orvin menerangkan, guide abal-abal ini bekerja dengan cara berpura-pura mengaku diri sebagai pengunjung atau tamu. Kemudian mereka berusaha mengajak dan menggaet para wisatawan untuk dipandu oleh mereka.

Baca juga: Labuan Bajo Ditetapkan sebagai Destinasi Wisata Super Prioritas

Sebagai seorang yang bekerja di dunia pariwisata, Orvin sendiri mengaku kecewa dengan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, apa yang dilakukan pemandu wisata kepada wisatawan asal Prancis itu sangat memalukan.

Tindakan tersebut, tegas dia, mesti menjadi hal yang harus diperhatikan bersama menggingat hal tersebut dapat merusak citra Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia.

“Saya rasa kasus ini merusak wajah pariwisata kita khususnya di Labuan Bajo yang notabene adalah destinasi impian banyak orang sekarang ini,” kata Orvin di Labuan Bajo, Rabu (20/6).

Karena itu, Orvin berharap agar semua pihak secara khusus pemerintah di Labuan Bajo untuk segera memperhatikan masalah ini. Ia mengatakan, di Labuan Bajo sendiri memang sudah ada Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI). HPI ini juga mesti harus lebih teliti dan tegas untuk mengatur guide lokal di sana.

Kronologi Kejadian Pemerkosaan di Labuan Bajo

Sebagaimana diketahui, peristiwa pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang lelaki pemandu wisata freelance berinisial A atas seorang wisatawan asal Prancis berinisial MB yang masih berusia 22 tahun di Labuan Bajo itu terjadi pada Selasa (12/6) lalu.

Kejadian ini berlangsung ketika lelaki tersebut mengantar sang bule dari objek wisata Air Terjun Cunca Wulang menuju Kota Labuan Bajo.

Berdasarkan keterangan Kapolres Mabar AKBP Julisa Kusumowardono, mereka sudah menjalankan pemeriksaan kepada korban. Dari hasil pemeriksaan itu, korban menjelaskan, awalnya, mereka berangkat menuju Air Terjun Cunca Wulang dengan menggunakan sepeda Motor sekitar pukul 12.00 WITA.

Baca juga: Goenawan Mohamad, Menuju Pameran Kolaborasi 57 x 76

Sepulang dari lokasi tersebut, pelaku mengajak korban untuk berhubungan badan. Korban sendiri sempat menolak ajakan pelaku untuk melakukan demikian.

Akan tetapi, pelaku terus memaksa korban dan mengancam akan memanggil teman-temannya untuk secara bersama-sama memperkosa korban.

“Sepulang dari lokasi air terjun, pelaku mengajak korban untuk berhubungan badan. Korban menolak ajakan pelaku tetapi pelaku mengancam,” jelas Julisa.

“Saat pelaku mengajak korban berhubungan badan, pelaku menakut-nakuti korban dengan mengancam untuk memanggil orang yang mabuk tadi,” lanjut dia.

Karena takut dengan ancaman demikian, korban secara terpaksa melayani pelaku untuk melampiaskan nafsunya tersebut kepada dirinya.

“Korban menolak ajakan pelaku tetapi pelaku mengancam. Dengan terpaksa korban mengikuti ajakan pelaku untuk berhubungan badan di hutan. Pelaku merupakan guide freelance inisial A,” jelas Julisa.

Setelah Diperkosa

Peristiwa pemerkosaan itu sendiri terjadi sekitar pukul 16.30 WITA dan dilaporkan ke pihak kepolisian pada Rabu (13/6) sekitar pukul 15.00 WITA.

Setelah melakukan aksinya tersebut, pelaku kemudian lanjut mengantarkan korban ke penginapannya. Karena masih tidak puas menikmati tubuh korban, sesampai di hotel, pelaku kembali mengajak korban untuk kembali berhubungan badan.

Baca juga: Hanafi dan Goenawan Mohamad dalam Kolaborasi 57×76

Korban yang diketahui masih mengalami depresi tersebut kemudian meminta pelaku  untuk mengantarkannya ke salah satu rumah sakit di Labuan Bajo. Diketahui, pelaku mengabulkan permintaan korban, dan kemudian melarikan diri.

Dari informasi yang diperoleh, pelaku sudah ditangkap dan diamankan oleh pihak kepolisian. Pelaku ditangkap di sekitar daerah Nggorang, Labuan Bajo.*