Gubernur Laiskodat Harapkan Bambu Dibudidayakan Sebagai Tanaman Utama
Viktor Laiskodat/Ist

Dawainusa.com – Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat mengharapkan bambu  dibudidayakan sebagai tanaman utama.

Dilansir dari AntaraNews, Jumat (28/5/2021), hal itu diungkapkan Lasikodat saat melakukan kunjungan kerja ke masayarakat Desa Golo Loni, Kecamatan Ranamese, Manggarai Timur.

“Kebutuhan akan bambu pada tahun – tahun mendatang akan sangat meningkat seiring dengan kebutuhan warga dunia yang tidak lagi tertarik menggunakan kayu sebagai bahan utama dalam pembuatan rumah atau konstruksi lainnya,” katanya.

VBL dan Joseph Nae Soi
VBL dan Joseph Nae Soi/Ist

Baca jugaWarganya Ditahan di Israel, Malaysia Lakukan Penyelidikan

Laiskodat Harapkan Bambu Dibudidayakan

Dalam pernyatannya, Laiskodat mengatakan kedepan siapa yang punya bambu dia akan hidup.

Karena dunia lebih memilih bambu sebagai bahan baku kedepan.

Bambu ujar dia, tidak ada satupun yang dibuang, rembungnya yang mahal sekali, batang bambunya itu bisa menjadi segala hal, bisa menjadi perumahan, bisa menjadi gedung berlantai sekian lantai 10-15 lantai dari bambu itu semua akan datang dari bambu dan atap rumah akan datang dari daun bambu, semuanya akan sangat berguna.

Untuk itu Gubernur Viktor pun berjanji akan secara serius memasukan budidaya tanaman bambu sebagai salah satu program utama di masa kepemimpinannya.

Selain itu Gubernur Viktor juga akan menjadikan provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai lumbung tanaman bambu di Indonesia.

“Kenapa bambu, kami khususnya saya sebagai gubernur akan mendorong serius bambu di NTT sehingga kita kedepan mempunyai bahan baku untuk industri yang cukup karena dunia akan menuju ke bambu. Tidak lagi ke kayu, semua akan ke bambu.” lanjutnya.

Baca jugaJokowi Apresiasi Peluncuran LDN, Ajak Masyarakat Tingkatkan Kecakapan Digital

Dalam kunjungan ini, Gubernur Viktor berharap warga desa Golo Loni mampu mengoptimalkan tanaman bambu agar dapat dipergunakan sebagai tempat penginapan sehingga dapat menunjang kebutuhan wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut.

Sebagai upaya untuk mendorong semangat para petani bambu dan warga desa Golo Loni, Gubernur Viktor pun meminta untuk dibuatkan 10 homestay yang semua bahannya terbuat dari bambu.

“Tadi saya sempat tanya, untuk dapat bentuk yang bagus itu katanya biayanya Rp150 juta, yah sudah, Gubernur sumbang 10 homestay. Tahun depan saya datang dan nginap disini, bulan Juni atau Juli saya akan nginap disini sekalian dengan hadir untuk festival lembah colol,” ungkapnya.

Untuk diketahui bahwa sejak tahun 2020, Desa Golo Loni didapuk menjadi salah satu desa agrowisata di Kabupaten Manggarai Timur.

Selain spot foto Golo Depet hasil kreasi seorang pemuda berusia 23 tahun, desa Golo Loni juga memiliki salah satu destinasi wisata air yakni Arum Jeram Golo Loni.

Destinasi wisata air Arum jeram Golo Loni ini dikelola oleh Pokdarwis Desa Golo Loni.*