Gubernur Khofifah Bantah Tuduhan Romahurmuziy Soal Rekomendasi

Gubernur Khofifah Bantah Tuduhan Romahurmuziy Soal Rekomendasi

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, membantah tuduhan mantan Ketua Umum PPP non aktif, Romahurmuziy atas dirinya.

Dawainusa.com – Gubernur Khofifah Indar Parawansa membantah tuduhan mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy terkait kasus jual beli jabatan Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Haris Hasanudin.

Kepada awak media, Gubernur Khofifah meminta untuk memperhatikan penampilannya secara detail. Menurutnya, tipe seperti dirinya bukan tipe orang yang mudah menerima suap.

“Rek wajahku iki lo rek mosok onok wajah suap, wajah disuap, ya nggak?” ungkap Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (23/3/2019).

BacaIni Hasil Terbaru Survei Litbang Kompas Terkait Pilpres 2019

Ia menambahkan, dirinya tidak mempunyai kapasitas untuk mengatur jabatan di Kementrian Agama. Semua jabatan yang ada di Kementrian Agama diatur oleh menterinya.

Mantan Menteri Sosial Indonesia ke-27  ini pun mengungkapkan, sangat keliru jika dirinya dituduh mengatur jabatan di kementrian tersebut.

Gubernur Khofifah: Tuduhan Rommy Tidak Berdasar

Menurut Gubernur Khofifah, tuduhan Rommy merupakan perbuatan sepihak untuk menyelamatkan diri dari kasus suap yang menimpa dirinya. Tuduhan tersebut juga tidak berdasarkan fakta yang terjadi.

Khofofah juga mengaku kaget atas apa yang dilakukan oleh Romahurmuziy. Adapun alasannya, karena namanya secara tiba-tiba disebutkan oleh Romahurmuziy.

Ia mengakui, tidak mengerti tujuan dibalik penyebutan namanya oleh mantan Ketua Umum PPP non aktif tersebut .

“Sama sekali tidak benar. Silahkan tanya mas Rommy karena saya juga kaget,” tegas Khofifah.

BacaKunjungi Pesona 10 Kampung Adat di Sumba Tengah

Perihal rekomendasi yang dimaksudkan oleh Rommy, lanjut Khofifah, ia tidak mengetahui secara persis. Adapun alasannya karena ia tidak pernah memberi satu rekomendasi dalam bentuk apapun kepada Rommy.

Ia pun meminta kepada awak media untuk menanyakan langsung kepada Rommy terkait detail rekomendasi tersebut.

“Rekomendasi dalam bentuk apa yang saya sampaikan. Jadi sebaiknya teman-teman bisa mengonfirmasi kepada mas Rommy,” ujar Khofifah.

Hal ini dilakukan oleh Khofifah untuk mengetahui kebenaran informasi yang disampaikan oleh Romahurmuziy. Dengan demikian, awak media dapat menerima informasi yang sesuai keterangan yang disampaikan Rommy.

Sebagaimana diketahui, Romahurmuziy terkena operasi tangkap tangan(OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK).

Adapun OTT tersebut terkait dengan jual beli jabatan di Kantor Wilayah Kementrian Agama Jawa Timur. Hingga saat ini, ia telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Pertemuan Terakhir dengan Rommy

Gubernur Khofifah juga mengaku jarang berkomunikasi dengan Romahurmuziy terutama setelah memimpin Jawa Timur. Karena itu, ia memilih untuk fokus menjawab apa yang menjadi harapan masyarakat Jawa Timur.

Pertemuan terakhir dengan Rommy, lanjut Khofifah, terjadi saat pelantikannya di Istana Negara pada Februari lalu. Menurutnya, Rommy hanya memberikan ucapan selamat atas pelantikannya.

“Dia bilang selamat, saya ya matur nuwun nyuwun pangestu, ya kan banyak teman-teman yang ngasih selamat semua pasti saya bilang matur nuwun atau terima kasih dan nyuwun pangestu,” jelasnya.

Baca10 Obyek Wisata Menarik yang Ada di Ngada, Flores

Diketahui, Khofifah merupakan mantan Menteri Sosial pemerintahan Jokowi Widodo. Ia terpilih menjadi gubernur Jawa Timur pada pilkada serentak tahun 2018 kemarin. Ia terpilih bersama dengan Wakil Gubernur Emil Dardak.

Gubernur Khofifah juga menambahkan, tidak hanya Rommy yang memberikan ucapan selamat setelah pelantikan. Ada juga teman-teman yang lain.

Ia pun mengaku berterima kasih atas ucapan terima kasih yang disampaikan oleh Rommy dan rekan-rekannya.*

COMMENTS