Gempa Bumi di Sumba Timur, Pemerintah Minta Warga Tetap Waspada

Gempa Bumi di Sumba Timur, Pemerintah Minta Warga Tetap Waspada

KUPANG, dawainusa.com – Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menghimbau kepada seluruh warga di daerah tersebut untuk terus waspada akan adanya gempa susulan pasca terjadinya gempa bumi yang mengguncang daerah itu pada Selasa (2/10) pagi.

Himbauan itu disampaikan melalui surat yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat dan ditandatangani oleh Wakil Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali. “Dengan ini disampaikan kepada seluruh warga masyarakat di Kabupaten Sumba Timur agar waspada terhadap gempa susulan,” tulis Pemerintah Sumba Timur.

Baca juga: Penjarahan Gempa Palu, Polisi Tetapkan 45 Tersangka

Untuk para warga yang rumahnya berada di wilayah pesisir pantai, pemerintah secara khusus meminta mereka untuk terus memperhatikan keberadaan atau tanda-tanda alam di sekitar mereka.

Apabila ada hal-hal yang aneh, misalnya air laut tiba-tiba surut setelah terjadi gempa, mereka diharapkan untuk segera lari meninggalkan tempat tinggalnya masing-masing dan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi tanpa harus menunggu perintah dari pemerintah atau informasi dari pihak BMKG.

Soal Gempa Bumi di Sumba Timur

Seperti diketahui, gempa bumi dengan magnitudo (M) di atas 6 mengguncang daerah Sumba Timur pada Selasa (2/9) pagi. Berdasarkan informasi dari pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut terjadi selama dua kali.

Diketahui, gempa pertama dengan M 6 terjadi pada pukul 06.59.42 WIB dengan titik pusat berada di 66 km barat daya Sumba Timur, dengan kedalaman 10 km.

Sementara untuk gempa kedua dengan M 6,3, terjadi pada pukul 07.16.44 WIB, dengan pusat gempa berada di 66 km barat daya Sumba Timur dan kedalaman 10 km. Kedua gempa tersebut diinformasikan tidak berpotensi tsunami.

Baca juga: Berikut Tiga jenis Gempa yang Menyebabkan Tsunami

Beberapa saat sebelum terjadinya gempa dengan kekuatan di atas M 6 tersebut, daerah itu juga diguncang dengan gempa berkekuatan di atas M 5.

Gempa pertama dengan M 5,2 terjadi pada pukul 06.12.03 dengan pusat gempa berada di laut, 66 km barat daya Sumba Timur, dengan kedalaman 10 km. “Dirasakan [dengan skala MMI] II-III Waingapu, III Tambolaka,” terang pihak BMKG.

Sementara gempa kedua dengan M 5,3 terjadi pada pukul 06.27.06 WIB. Gempa ini berpusat di laut, 56 km barat daya Sumba Timur, dengan kedalaman 10 km. “Dirasakan [dengan skala MMI] III di Waingapu, [skala MMI] III Tambolaka,” tulis pihak BMKG.

Warga Sumba Timur Mengungsi

Warga Mengungsi – ist

Warga Panik dan Lari Mengungsi

Gempa yang mengguncang daerah tersebut sempat menimbulkan kepanikan bagi warga setempat. Pasca terjadinya gempa, para warga yang merasakan dampak dari gempa itu memilih untuk mengungsi ke dataran yang lebih tinggi.

Para warga yang dimaksudkan itu ialah warga dari Kampung Bugis dan warga dari Kampung Kemala Putih. Dari keterangan anggota DPRD asal Kabupaten Sumba Timur bernama Ali Umar Fadaq, para warga tersebut lari dan meninggalkan halaman kampung mereka karena terdapat isu bahwa gempa itu akan disusul dengan tsunami.

Baca juga: Gempa Bumi Sebanyak Tiga Kali Mengguncang Wilayah Kupang

Isu terkait adanya tsunami yang menyusul gempa itu diperoleh warga dari berbagai informasi yang beredar di media sosial seperti Facebook dan WhatApp, yang juga menampilkan foto-foto berisi keterangan akan ada tsunami yang menghantam daerah itu.

“Saya lagi berada di kampung Bugis, tidak ada lagi warga. Rumah-rumah sudah kosong. Warga mengungsi ke kilometer 8 di pegunungan,” kata Ali dari Sumba Timur, Selasa (2/10).

Dari pantauan Ali, gempa tersebut tidak mengakibatkan kerusakan dan korban jiwa bagi warga setempat. “Saya sudah cek camat dan kades, tidak ada kerusakan akibat gempa itu,” kata Ali.*

Warga Mengungsi

Warga Sumba Timur yang Mengungsi – ist