Gelar Outbond, SMK Elang Nusa Bangsa Akan Tingkatkan Profesionalitas Guru

Gelar Outbond, SMK Elang Nusa Bangsa Akan Tingkatkan Profesionalitas Guru

RUTENG, dawainusa.com SMK Elang Nusa Bangsa Ruteng, terus berupaya meningkatkan profesionalitas para guru di sekolah itu. Salah satu kiat yang dilakukan oleh sekolah milik Lembaga Pendidikan Bandung Utama Grup itu adalah dengan melakukan pelatihan yang melibatkan para psikolog dari Jefrin Haryanto Research Centre (JHRC).

Dalam pelatihan bertajuk “Outbond dan Open Mind Training” pada Jum’at (16/11) hingga Minggu (18/11) lalu di Borong, Kabupaten Manggarai Timur, para guru disuguhkan dengan berbagai materi dari para psikolog JHRC. Tidak hanya materi, mereka juga disuguhkan berbagai jenis permainan.

Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Bandung Utama Grup, Feliks Musa Ahas, saat ditemui Dawainusa di Ruteng mengatakan, pelatihan kepada guru SMK Elang Nusa Bangsa ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalitas para guru dalam menjalankan tugas mereka ke depan.

Baca juga: FTJ 2018, Memanggil Pulang Gen Z untuk Kembali ke Rumah Seni

“Kita harapkan dengan pelatihan semacam ini mereka (para guru) semakin profesional, rasa memiliki mereka terhadap sekolah ini juga kedepan semakin tinggi,” kata Ahas di Ruteng, Senin (19/11).

Diakui Feliks, selama ia memimpin Yayasan Sekolah, kondisi sebagian besar guru memang dalam keadaan terpuruk. Menurut dia, kondisi ini terjadi karena para guru merasa beban dengan citra sekolah yang kualitasnya menurun di mata publik.

Tak hanya itu, sekolah tersebut juga belum mampu berkompetensi dengan sekolah-sekolah lain membuat para guru bekerja di bawah banyak tekanan.

“Selama ini para guru dan siswa di sekolah memang merasa terpuruk dengan kondisi yang terjadi, penilaian publik tentang lembaga sekolah kurang baik belum lagi kita kalah saing dengan sekolah-sekolah lain di Ruteng,” kata Feliks.

Dia berharap setelah mengikuti pelatihan ini, para guru bisa meneruskan semangat yang mereka dapatkan dari tempat pelatihan kepada murid-murid di sekolah.

“Semoga hal positif yang para guru dapatkan selama pelatihan dapat diteruskan kepada siswa-siswi disekolah, sehingga kita bisa bangkit dan memajukan sekolah kedepan,” harapnya.

Masih terkait profesionalitas guru, dia menjelaskan kedepannya pihak Yayasan akan menyeleksi dengan ketat setiap guru yang melamar menjadi pengajar di sekolah itu. Seleksi masuk para guru kedepan kata dia, akan melibatkan psikolog dan tim seleksi yang berkompeten sehingga guru-guru yang lolos seleksi benar-benar berkualitas.

Menjadi Guru Hebat

Direktut Testing dan Konseling JHRC, Redempta Albina Umen kepada Dawainusa mengatakan, dalam pelatihan ini para guru diberikan beberapa materi seperti, Open Mind, Problem Solving, dan Copping Stres, menjadi guru hebat dan materi-materi lain. Sebelum materi dibawahkan, para peserta terlebih dahulu megikuti assesment.

“Assesment ini dubuat untuk mengetahui kondisi psikis peserta dan pemetaan masalah selama kegiatan dilaksanakan,” kata Albina.

Dijelaskan Albina, setelah assesment awal, tim JHRC melakukan metode psikologi yaitu hypno brain dan healing. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu peserta menyelesaikan masalah-masalah yang mereka alami berdasarkan hasil assesment.

Baca juga: BIN Dikabarkan Suap Kelompok Cipayung, PP PMKRI Buka Suara

“Setelah assesment awal, kami melakukan metode psikologi yaitub Hipno Brain dan Healing. ini dibuat untuk membantu peserta menyelesaikan masalah mereka yang kita dapat melalui assesment,” jelasnya.

Tak hanya materi dan metode psikologi, para guru juga disuguhkan dengan aneka permainan. Permainan seperti Ekor Naga, Panjang-panjangan, elektrik fun diikuti peserta dengan antusias.

“Pada umumnya game yang dimainkan memiliki nilai pembelajaran, mulai dari mengasah tanggung jawab, kekompakan tim, serta mengajak para guru untuk fokus pada tujuan mereka,” jelasnya.

Dia berharap s pelatihan ini mampu mengingkatkan kapasitas para guru. “Semoga dengan kegiatan ini, kapasitas guru-guru SMK Elang Nusa Bangsa ditingkatkan. kapasitas yang dimaksudkan bukan terkait pengetahuan atau materi pelajaran, tapi kapasitas sebagai guru yang memiliki pemikiran sebagai guru hebat dan memiliki kepribadian yang baik” tutupnya.* (Elvys Yunani)

COMMENTS