Hirup Gas Beracun, Karyawan Sub-kontraktor Freeport Tewas

Hirup Gas Beracun, Karyawan Sub-kontraktor Freeport Tewas

Hendry Munardi, karyawan sub-kontraktor Freeport tewas karena menghirup gas beracun saat bertugas di area tambang bawah tanah Big Gossan. (Foto ilustrasi: duka untuk pekerja tambang, ibtimes.com).

TEMBAGAPURA, dawainusa.com – Insiden tragis terjadi di bumi Papua. Hendri Munardi, seorang karyawan sub-kontraktor Freeport tewas setelah menghirup gas beracun saat sedang bertugas di area tambang bawah tanah Big Gossan, Tembagapura, Rabu (18/10).

Selain Hendri Munardi, dua karyawan sub-kontraktor Freport lainnya sedang mengalami perawatan karena insiden serupa. Keduanya adalah Nofi Rizal Fachrudhin S asal Ngawi, Jawa Timur dan Sri Giri Dino Haryanto. Hingga kini, hasil investigasi belum ditemukan penyebab terjadinya gas beracun tersebut.

(Baca jugaEnam Orang Nelayan asal Bima Hilang di Perairan Komodo)

“Kami sangat berduka atas kejadian tersebut, serta menghaturkan ucapan bela sungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan,” kata Rizal Pratama, Juru bicara PT Freeport, sebagaimana dilansir antaranews.com, Jumat, (20/10).

Risal menambahkan, PT Freeport Indonesia untuk sementara waktu menutup kegiatan operasional tambang bawah tanah Big Gossan, Tembagapura, Kabupataen Mimika, Provinsi Papu pasca tewasnya  Hendri Munardi. “Belum dipastikan sampai kapan lokasi tersebut di tutup” tandas Rizal.

(Baca juga358 Orang Tewas Akibat Ledakan Bom Truk di Somalia)

Hendri Monardi yang tercatat sebagai karyawan sub-kontraktor Freeport (PT RUC) dengan nomor ID 80016371. Di Papua, almarhum tinggal di Barack AB Nomor 155 Ridge Camp, Tembagapura. Menurut rencana, jenasahnya akan diterbangkan ke kampung halamannya di Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Sebelumnya pada Selasa 14 Mei 2013, di kawasan Big Gossan pernah pula terjadi insiden runtuhnya terowongan di ruang pelatihan area tambang. Sebanyak 28 karyawan sub-kantraktor Freeport meninggal sedangkan 10 orang lainnya selamat; lima diantaranya mengalami luka berat.* (SAG)