Gara-gara ‘Tampang Boyolali’ Prabowo Subianto Dipolisikan

Gara-gara ‘Tampang Boyolali’ Prabowo Subianto Dipolisikan

JAKARTA, dawainusa.com Seorang warga Boyolali bernama Dakun (47) melaporkan Capres Prabowo Subianto karena merasa tersinggung dan terhina atas ucapannya soal ‘Tampang Boyolali’.

Sebelumnya, pada Selasa (30/10) lalu, Ketua Umum Partai Gerindra itu melontarkan candaan saat berpidato di Boyolali dengan mengatakan ‘Tampang Boyolali’ mungkin tak akan pernah memasuki hotel mewah di Jakarta.

Guyonan Prabowo itu dilontarkan di depan peserta yang hadir di acara peresmian Kantor Badan Pemenangan Prabowo-Sandi di Boyolali, Jawa Tengah. Konteks pidato Prabowo saat itu adalah soal kemiskinan di Indonesia.

Baca juga: Video Penumpang Korban Lion Air Sesaat Sebelum Naik Pesawat

Dakun mendatangi SPKT Polda Metro Jaya dengan didampingi oleh kuasa hukumnya Muannas Alaidid. Dakun mengaku dirinya merasa telah dilecehkan dengan ucapan yang disampaikan oleh Prabowo. Kata-kata Prabowo itu ia sebut seolah-olah menyatakan jika warga Boyolali miskin dan tidak pernah masuk mal dan hotel.

“Jadi saya sebagai warga Boyolali merasa tersinggung dengan ucapan Pak Prabowo bahwa orang Boyolali itu terkesan miskin dan tidak pernah masuk mal atau hotel, padahal yang namanya hotel di Jakarta ini saya sendiri contohnya sering [ke hotel dan mal],” ujarnya, Jumat (2/11).

Dakun yang berasal dari Kecamatan Teras, Boyolali itu menuding Prabowo lupa jika banyak tokoh dan pahlawan Nasional yang berasal dari Boyolali seperti Profesor Doktor Soeharso yang lahir di kota tersebut.

Meskipun hanya bercanda, Dakun yang tinggal di Jakarta Timur itu mengaku kata-kata Prabowo tersebut tidak layak untuk diucapkan.

“Sekalipun di Boyolali ada orang miskin tapi mbok jangan begitu, jangan begitu. Ucapannya harus dijaga, lidah harus dijaga, penting itu,” ujar Dakun.

Menurut dia, sudah seharusnya saat masa kampanye dilakukan dengan ucapan-ucapan yang lebih mengajarkan pada kedamaian.

“Seharusnya seorang Prabowo yang calon presiden atau calon (presiden) yang lain harus menyejukkan apalagi sekarang lagi didengung-dengungkan masalah kampanye damai, harus bisa menyejukkan hati lah, gitu,” tuturnya.

Soal Guyonan Prabowo

Berdasarkan tayangan di akun YouTube Gerindra TV, Prabowo mengawali dengan menyatakan bahwa bangsa Indonesia tidak menguasai perekonomiannya sendiri. Itu terlihat dari deretan gedung dan hotel mewah yang menjulang di Jakarta.

“Saya memberi usia saya untuk bangsa ini. Saya memberi jiwa dan raga saya untuk bangsa ini tapi begitu saya keliling Jakarta, saya lihat gedung-gedung mewah, gedung-gedung menjulang tinggi, hotel-hotel mewah,” kata Prabowo di hadapan warga yang hadir.

Baca juga: Gerindra Soal Fahri Hamzah yang Minta Prabowo Mundur

Prabowo lalu menyebut sejumlah gedung dan hotel mewah tersebut. Di antaranya Hotel The Ritz-Carlton dan Hotel The St. Regis. Kedua hotel itu berlokasi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, dan termasuk hotel asing yang juga beroperasi di sejumlah negara lain.

“Sebut saja hotel mana di dunia yang paling mahal, ada di Jakarta. Ada Ritz Carlton, ada apa itu, Waldorf Astoria Hotel. Namanya saja kalian tidak bisa sebut. Ada St Regis dan macam-macam itu semua tapi saya yakin kalian tak pernah masuk hotel-hotel tersebut. Betul?” kata Prabowo yang langsung dibenarkan oleh peserta yang hadir.

“Kalian kalau masuk mungkin kalian diusir karena tampang kalian tidak tampang orang kaya. Tampang kalian, ya, tampang-tampang Boyolali ini,” guyon Prabowo.*

COMMENTS