Gaji Guru Rp20 juta, Ketika Ide Mardani Dibantah Prabowo-Sandi

Gaji Guru Rp20 juta, Ketika Ide Mardani Dibantah Prabowo-Sandi

JAKARTA, dawainusa.com Beberapa waktu lalu, Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Mardani Ali Sera mengatakan, jika terpilih jadi presiden dan wakil presiden, Prabowo-Sandi akan menaikan gaji guru hingga Rp20 juta/per bulan.

Menurut Mardani, guru adalah salah satu faktor utama dalam membangun Indonesia. Karena itu, kenaikan gaji guru akan membangkitkan gairah dan kualitas pengajaran.

Kesejahteraan guru, demikian Mardani, bisa meningkatkan kualitas yang pada akhirnya hal itu akan berimbas pada kurikulum dan lahirnya sumber daya manusia yang berkualitas.

Baca juga: Alasan Kubu Prabowo Usulkan Gaji Guru Naik jadi Rp20 Juta

Apa yang diucapkan Mardani ternyata berbeda dengan Prabowo Subianto. Capres nomor urut 2 itu membantah janji kenaikan gaji guru hingga Rp20 juta jika terpilih dalam Pilpres 2019.

Ketua Umum Partai Gerindra itu tidak ingin jika dirinya membohongi rakyat dengan mengumbar janji politik.

“Kenaikan ini, kenaikan itu, uangnya dari mana gitu lho. Kita utang terus, tiap hari utang 1 triliun tiap hari. Jadi kalau saya ngomong janji ini, janji itu, kan saya bohong kepada rakyat” ujar Prabowo pada Rabu lalu.

Cawapres Sandiaga Uno juga angkat bicara. Menurutnya, apa yang disampaikan Ketua PKS Mardani Ali Sera adalah buah pemikiran dan harapan untuk kesejahteraan guru yang lebih baik.

“Ini kan harapan, kalau pemikiran kita adalah peningkatan kesejahteraan guru, khususnya peningkatan status untuk guru yang honorer,” jelas Sandiaga usai mengisi diskusi ekonomi di Epicentrum, Kuningan, Kamis (22/11).

Ketimbang membahas gaji, lanjut Sandiaga, dia lebih melihat bagaimana ke depan sistem pendidikan Indonesia bisa lebih ditingkatkan. Hal ini merujuk pada kualitas guru, dan juga lulusan pelajar yang dicetak sekolah, khususnya sekolah kejuruan.

“Isu pertama dari sistem pendidikan kita meningkatkan kualitas daripada guru, meningkatkan fasilitas pendidikan dan memastikan apa yang dijanjikan untuk revitalisasi SMK, revitalisasi sekolah khusus advokasi itu terjadi,” terang dia.

Mantan Wagub DKI ini menilai, lulusan sekolah kejuruan saat ini menempati jumlah pengangguran cukup tinggi. Dia berharap, ke depan lulusan kejuruan bisa terkoneksi dengan sistem pemagangan yang umumnya diterapkan di negara maju seperti di Amerika dan Eropa.

Tanggapan Sri Mulyani

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, selaku bendahara negara saat ini ikut menanggapi ide tim Prabowo soal kenaikan gaji hingga Rp20 juta/per bulan itu.

“Kalau ada ide tentu ada baiknya nanti dihitung berapa jumlah guru, berapa kebutuhan anggarannya, dan apakah kebutuhan anggaran itu kemudian akan dipenuhi melalui sumber dari mana, tentu juga akan dilihat,” katanya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (21/11).

Baca juga: Sejumlah Fakta di Balik Penangkapan Hercules

Pada dasarnya, menurut Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, seluruh pihak memiliki kesamaan, yaitu ingin memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia. Dia pun menghargai ide menaikkan gaji guru hingga Rp 20 juta/bulan.

“Kalau masalah pendidikan, kita semua sudah lihat dan juga memiliki kesamaan, bahwa keinginan semua pihak untuk memperbaiki kualitas pendidikan, itu sangat dihargai,” sebutnya.

“Apakah itu dilihat dari hasil pendidikannya, apakah dari sisi gurunya, apakah dari sisi fasilitas, dan juga jangan lupa bahwa pendidikan ini termasuk salah satu bidang yang sudah didelegasikan ke daerah. Jadi peran pemerintah daerah menjadi penting,” sambungnya.*

COMMENTS