Mengharukan, Gadis Ini Melamar Kekasihnya Yang Cacat

Mengharukan, Gadis Ini Melamar Kekasihnya Yang Cacat

Seorang Gadis di Taipei melamar kekasihnya yang cacat. Rencana mereka akan menikah pada 2018, namun sang Pria mengalami kecelakaan mobil dan harus kehilangan lengannya. (Foto: Sang Gadis Melamar Kekasihnya di Rumah Sakit - Ist).

RELATIONSHIP, dawainusa.com Saat mendengar kisah seorang gadis melamar kekasihnya yang cacat, apa yang ada di benak anda? Bagaimanakah perasaan anda saat mendengar kisah itu?

Perempuan memang makhluk lembut yang selalu mengutamakan perasaan dalam berbagai kesempatan. Sementara, laki-laki adalah makhluk yang mengutamakan logika ketimbang perasaan. Dengan perbedaan tersebut tentu berbagai permasalahan yang ada juga dihadapi secara berbeda.

Karena itu, tidak mengherankan jika perempuan kelihatan lebih ekspresif menyikapi sesuatu yang bertolak belakang dengan keinginan dan harapannya termasuk dalam hubungan percintaan. Ketika diputus oleh pacar misalnya, ia tidak serta merta menerima begitu saja keputusan tersebut.

Baca juga: Mengharukan, Sepucuk Surat Anak Penderita Leukimia Untuk Ayahnya

Kalau bukan menangis, kadang ia menumpaskan kekecewaannya dengan cara yang lebih radikal termasuk mengambil jalan pintas dengan bunuh diri. Cerita seperti ini telah banyak terjadi di belahan dunia ini.

Akan tetapi, dominasi perasaan itu jugalah yang membuat perempuan itu menjadi sosok yang tangguh dalam memelihara hubungan percintaan. Ia sulit melepaskan orang yang dikasihinya jika ia telah merasa nyaman dan diterima.

Lain halnya dengan laki-laki. Sudah menjadi pengalaman umum bahwa pasca putus ia merasa happy dan bebas. Dengan sekejap, hubungan yang sudah terjalin bertahun-tahun sekalipun, bisa lenyap dari ingatannya.

Biasanya hobi seringkali menjadi media untuk menumpaskan kekecewaan itu. Laki-laki bisa melakukan hobi sesuka hati, mumpung tidak ada yang melarang.

Perihal perempuan yang tangguh dan tegar dalam memelihara hubungan percintaan, berikut dawainusa.com menyajikan kisah inspiratif sepasang kekasih di Taipei, Taiwan.

Kisah Seorang Gadis Melamar Kekasihnya

Sepasang kekasih dari Taipei berencana akan menikah pada 2018 setelah menjalani masa pacaran selama empat tahun.

Semua persiapan berjalan lancar, hingga pada suatu saat sang Pria mengalami kecelakaan mobil dan harus kehilangan lengannya.

Segera setelah dokter mengatakan padanya bahwa ia harus menjalani amputasi, Pria muda itu memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan pacarnya. Alasannya, ia tak ingin membebani sang kekasih dengan merawat orang cacat seumur hidupnya.

Namun, suatu hal yang tak ia ketahui ternyata Gadis pujaan hatinya ini menolak untuk berpisah dengan alasan yang dikemukakan sang Pria.

Bagi kekasihnya, apa yang telah dialami selama empat tahun berpacaran tak mesti berakhir dengan apa yang tidak direncanakan itu.

Sang gadis mengatakan bahwa banyak hal yang ia terima dari kekasihnya selama empat tahun berpacaran dan mengaku itu berharga sekali baginya.

Baca juga: Dokter Ini Meninggal Setelah Rawat 40 Pasien Sepanjang Malam

Tak ingin membiarkan kekasihnya itu kehilangan harapan, sang Gadis mengumpulkan semua teman-temannya, membawa pemain biola – wanita itu bermaksud melamar pria yang tengah berbaring kaku itu.

Dalam video yang beredar, ditunjukkan bagaimana sang pemuda yang terbaring di atas ranjang rumah sakit, tiba-tiba disuguhkan video perjalanan asmara ia dan kekasihnya. Kemudian sekelompok pemain biola masuk dan memainkan lagu sedih.

Orang terakhir yang masuk ruangan adalah pacarnya sendiri. Ia mengenakan gaun pernikahan dan membawa buket bunga.

“Kamu telah merawatku selama empat tahun ini dan aku benar-benar menghargainya. Kini izinkan aku yang melakukannya. Jika kamu menerimaku jadi istrimu, tolong terima bunga ini,” ungkap sang Gadis penuh harap.

Mendengar itu sang pria yang terbaring lemas tak dapat menahan tangisnya. Ia lalu diam-diam mengangguk, menarik pacarnya itu ke pangkuannya lalu menciumnya.

“Aku akan melakukan semua yang kita bisa untuk menjadi lebih baik dan tetap menjagamu sepanjang hidupku,” ucap si Pemuda.

Suasana haru terasa di ruangan tersebut. Tapi semua orang turut bergembira dengan akhir yang bahagia dari kisah cinta kedua orang tersebut.*(RAG).