Dawainusa.com — Putra sulung Wali Kota Tri Rismaharini, Fuad Benardi, menyatakan kesiapannya untuk terjun ke kontestasi Pilwalkot Surabaya 2020.

Memiliki basis massa dan popularitas sebagai efek dari karisma Bu Risma, Fuad mengaku siap menjadi Calon Wakil Walikota jika diberikan rekomendasi oleh PDIP.

Hal itu karena mantan juru bicara Tim Pemenangan Khofifah-Emil Dardak pada Pilgub Jawa Timur 2018 ini adalah kader partai banteng, sehingga tetap taat pada asas partai.

Jika direkomendasikan partai, maka Fuad berkeinginan lebih memajukan Kota Surabaya dengan membuat satu inovasi yang berbeda atau yang belum dibuat ibunya.

“Karena memang pendekatan saya sih pengin menggaet teman-teman muda untuk bagaimana bisa berkreasi, berkreatif di Kota Surabaya,” ucapnya.

Baca Juga: Mendagri Usul Covid-19 Jadi Tema Debat Publik Pilkada 2020

Fuad: Belum Dapat Rekomendasi dari PDIP

Fuad sendiri telah melakukan konsolidasi politik di akar rumput sejak tahun lalu. Menurut Lembaga Survei Surabaya Consulting Group, nama Fuad muncul sebagai kandidat yang diperhitungkan untuk maju di Pilwalkot Surabaya.

Namun demikian, sampai saat ini, PDIP belum menurunkan rekomendasi kepada kandidat Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota untuk berlaga di Pilwalkot Surabaya.

Dari informasi yang dihimpun, ada dua nama yang digadang-gadang bakal menjadi Calon Walikota Surabaya, yaitu Wishnu Sakti Buana (Wakil Wali Kota Surabaya saat ini) dan Eri Cahyadi (Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya).

Fuad mengungkapkan bahwa sebagai kader partai dirinya siap mendampingi salah satu dari kedua Calon Walikota tersebut. Namun ia masih menunggu rekomentasi PDIP untuk kepastian Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Surabaya 2020.

“Belum sih, sampai saat ini saya masih belum tahu, nanti kira-kira yang bakal direkom (rekomendasi, Red) dari PDI-P siapa untuk Surabaya,” kata Fuad seperti diberitakan Detik.com, Sabtu (15/8).

Bila PDIP memberikan rekomendasi kepadanya, Fuad menegaskan akan berusaha melepaskan diri dari bayang-bayang sang ibu karena ia telah memiliki relawan. Ia tidak mau berdiri di belakang nama besar sang ibu.

“Saya juga punya basis massa dan punya tim dari relawan saya sendiri yang itu nanti memang saya akan gerakkan juga membantu untuk pemenangan,” ungkapnya.

Baca JugaJokowi Harap Pilkada Serentak 2020 Tak Munculkan Klaster Baru Covid-19

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono mengatakan, pihaknya tidak mau berandai-andai terkait pencalonan Fuad sebelum rekomendasi resmi dari DPP PDIP.

“Saya katakan berulang-ulang, kita tunggu rekomendasi DPP PDIP. Dan itu sampai hari ini belum turun,” katanya, Jumat (14/8).

Awi, begitu sapaannya, menambahkan, DPC PDIP Surabaya siap mengawal dan memenangkan pasangan Cawali dan Cawawali yang direkomendasikan PDIP nantinya.

“Kami akan laksanakan dengan penuh tanggung jawab rekomendasi DPP PDIP, dengan memenangkan pasangan Calon Walikota-Calon Walikota dalam Pilkada 9 Desember 2020,” pungkasnya.*