Fotonya Dipajang di Bungkusan Rokok, Pria ini Tuntut Royalti

Fotonya Dipajang di Bungkusan Rokok, Pria ini Tuntut Royalti

Dadang Mulya (42), menuntut royalti pencantuman foto miliknya terhadap perusahaan yang menjadikan model sampul rokok sebagai ayah yang menggendong anaknya. (Foto: Foto Dadan di sampul rokok - ist)

KUNINGAN, dawainusa.com Dadang Mulya (42), warga Kecamatan Pancalang, Kuningan, Jawa Barat, menuntut royalti pencantuman foto miliknya terhadap perusahaan yang menjadikan model sampul rokok sebagai ayah yang menggendong anaknya.

Menurut pengakuan Dadang, perusahaan yang mencantum foto di sampul rokok tersebut belum meminta izin kepadanya. Foto tersebut, demikian Dadang, diambil enam tahun lalu oleh seseorang yang diduga sales rokok ketika dirinya menonton sebuah pertandingan sepakbola di kampungnya.

“Itu pada saat lagi nonton pertandingan sepak bola di kampung desa saya,” ungkap Dadang, Rabu (25/7).

Baca juga: Penemuan Binatang Purba Komodo, Warga Bari Sepakat Gelar Ritual Adat

Dadang mengaku, ia tidak menduga bahwa fotonya itu justru dijadikan model bungkus rokok. Ayah empat anak itu baru sadar ketika sebulan setelah kejadian tersebut ia melihat fotonya ada di bungkus rokok.

Saat itu, Dadang bingung harus melaporkan hal tersebut kemana. Apalagi dirinya masih awam dengan hal semacam itu. Setelah enam tahun, baru ia bertemu dengan anggota polsek Pancalang yang akhirnya menghantar Dadang ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) untuk melaorkan masalah ini.

Minta Kejelasan

Merasa dirugikan, Dadang meminta kejelasan pihak terkait yang memasang fotonya tersebut. “Saya meminta kejelasan masalah foto ini, apakah ada royalti kepada saya atau tidak? Karena saya merasa dirugikan dengan pencantuman foto tersebut tanpa izin saya,” katanya.

Sebagai seorang pekerja serabutan, Dadang meminta pihak terkait untuk memperhatikan masalah ini. Selama enam tahun ini ia berjuang mencari keadilan terkait pencatuman foto dirinya itu.

Baca juga: Jadi Caleg PDIP, Kapitra Ampera Tak Peduli Meski Dipanggil Cebong

“Saya berharap pihak terkait yang bertanggung jawab terhadap pemuatan itu memberikan pengertian. Saya kan kerja serabutan, setidaknya ada pemasukan untuk kebuthan sehari-hari lah,” ujar Dadang.

Sementara itu, Ketua BPSK Kuningan Acep Tisna mengaku, pihaknya siap menerima berkas pengaduan. Namun, harus dibuat surat pengajuan dari Dadang agar pegaduan itu resmi.

“Surat akan saya terima meski sebenarnya cukup bingung karena Dadang bukan konsumen tapi korban. Tepatnya aduan ini ke pihak kepolisian,” ungkapnya.*