Fisikawan  dan Kosmolog Stephen Hawking Tutup Usia

Fisikawan  dan Kosmolog Stephen Hawking Tutup Usia

Dunia sains diselimuti kabut duka dengan berita meninggalnya fisikawan sekaligus kosmolog kawakan abad ini, Stephen William Howaking. (Foto: Stephen Hawking saat diberkati Paus Benediktus)

LONDON, dawainusa.com Dunia sains diselimuti kabut duka dengan berita meninggalnya fisikawan sekaligus kosmolog kawakan abad ini,  Stephen William Howaking, Rabu (14/3). Berita meninggalnya pria berusia 76 tahun ini disampaikan anak-anaknya sendiri, yakni Lucy, Robert, dan Tim.

“Kami berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya ayah kami pada hari ini. Kami akan merindukannya selamanya. Dia adalah ilmuwan hebat dan pria luar biasa yang ide dan warisannya akan diteruskan selama bertahun-tahun,” tulis putra-putri Hawking dalam keterangan resmi seperti dilansir Sky.

Untuk diketahuni, pada 8 Maret yang lalu, Stephen Hawking baru saja merayakan hari ulang tahunnya yang ke 76. Hawking dikenal lantaran berbagai terobosannya di bidang ilmu pengetahuan. Dia melakukan riset yang dalam di bidang relativitas dan merupakan penulis beberapa buku populer termasuk A Brief History of Time.

Baca juga: Mengenal Mugabe, Sang Marxis Besutan Jesuit yang Dikudeta

Hawking dan sebuah Mukzizat dalam Hidupnya

Perjalanan hidup fisikawan teoretis itu ditandai dengan sebuah mukzizat. Pada saat menginjak usia 21 tahun, ayah tiga anak itu didiagnosis menderita penyakit neurologis amyotrophic lateral sclerosis (ALS).

ALS sendiri memiliki gejala awal seperti kram, otot tegang, serta kesulitan mengunyah dan menelan. Lama-kelamaan, orang dengan ALS juga kehilangan kemampuan bernapas dan menelan.

Baca juga: Rodrigo Duterte, Si Digong Perusak Demokrasi Asia Tenggara

Perhitungan dunia medis, orang yang yang mengidap penyakit tersebut akan bisa bertahan hidup 2 sampai 5 tahun. Namun, bagai sebuah mukzizat, Hawking masih bisa bertahan hidup hingga 55 tahun kemudian dan dalam rentang waktu itu, ia melahirkan sejumlah penemuan spektakuler dalam dunia sains.

“Apa yang terjadi pada Hawking sungguh menakjubkan, dia pasti luar biasa,” ungkap Dr. Leo McCluskey, profesor neurologi dan direktur medis di ALS Center, Universitas of Pennsylvania kepada Scientific American pada tahun 2012 silam.

Riwayat Singkat Hidup Stephen Hawking

Dilansir BBC, Stephen William Hawking lahir di Oxford pada tanggal 8 Januari 1942. Ayahnya, seorang ahli biologi. Hawking tumbuh di London dan setelah mendapatkan gelar sarjana di bidang fisika dari Oxford, ia melanjutkan ke Cambridge untuk penelitian pascasarjana dalam bidang kosmologi.

Satu tahun setelah dia didiagnosa mengidap penyakit neurologis amyotrophic lateral sclerosis (ALS), yakni pada tahun 1963, dia memutuskan untuk menikahi istri pertamanya, Jane, pada tahun 1964.  Penyakit yang diidapnya berkembang lebih lambat dari yang diperkirakan medis sehingga pasangan ini bisa memiliki tiga anak.

Baca juga: Anthony Borges, Pahlawan Florida yang Ditembak Demi 20 Temannya

Kondisi tubuhnya yang mengidap LSA itu membuatnya tak terelakkan untuk bergantung pada orang lain. Dia sering memberikan penghormatan kepada istrinya, yang telah merawatnya selama lebih dari 20 tahun. Namun, ia membuat teman dan kerabatnya terkejut saat meninggalkan istrinya itu untuk menikahi salah satu perawatnya pada tahun 1995.

Pada tahun 2000, Hawking sering berkunjung ke Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Addenbrooke di Cambridg unutk mencari pengobatan berbagai cedera.

Tidak terpengaruh oleh kondisinya, ia melanjutkan pekerjaannya sebagai Profesor Matematika Lucasian di Universitas Cambridge, dan pada tahun 2001, buku keduanya – Universe in a Nutshell diterbitkan.

Pada tahun 2014, film The Theory of Everything dirilis. Film menampilkan berdasarkan kisah Jane Hawking tentang pacaran dan pernikahan mereka.

Pada tahun 2016, dalam film dokumenter berjudul “Tempat Favorit Stephen Hawking,” fisikawan teoretis terkenal itu berkata bahwa umat manusia suatu hari menerima sinyal dunia asing yang berpotensi dihuni, seperti Gliese 832c.

Pada 8 Maret 2018, enam hari yang lalu ia merayakan ulang tahunnya yang ke 76. Ia kemudia pada batas terakhir petualangannya di dunia ini sebagai manusia dan sebagai ilmuwan fisikan dan kosmologi selama 76 tahun. Selamat jalan Stephen Hawking.*