Dawainusa.com – Kista adalah tumor jinak yang cukup ditakuti banyak wanita. Kista bisa berisi cairan kental dan ada pula yang berbentuk anggur. Berikut sejumlah fakta tentang kista yang perlu Anda ketahui.

Apa itu ovarium dan tuba falopi?

Di dalam ruang panggul Anda terdapat rahim yang diapit oleh dua ovarium. Ovarium adalah organ pembuat sel telur; masing-masing berukuran sebesar almond dan terletak pada setiap sisi rahim.

Saat Anda masih dalam rentang usia subur, setiap sel telur yang tersimpan dalam ovarium akan terlindung dalam ruangan berisi cairan yang disebut juga folikel. Setiap sel telur tersebut nantinya akan dilepaskan setiap bulannya ke dalam tuba falopi (saluran telur).

Pada kondisi normalnya, setelah berhasil melepaskan sel telur maka folikel akan berubah menjadi korpus luteum; korpus luteum yang terbentuk selanjutnya akan mengecil dan menjadi korpus albican.

Bagaimana kista bisa berkembang
Ilustrasi – freepik/jcomp

Baca juga5 Alasan Jangan Kembali dengan Mantan yang Mencampakkanmu

Bagaimana kista bisa berkembang?

Nah, kista dapat terbentuk bila folikel tidak melepas sel telur sehingga pada akhirnya folikel akan membesar, berkembang, dan terbentuklah kista folikel.

Selain itu, dapat juga terbentuk kista korpus luteum apabila korpus luteum yang seharusnya meluruh dan justru mempertahankan dirinya; pada kondisi ini dapat dijumpai gangguan siklus menstruasi seperti amenorea, siklus haid yang tidak teratur, serta nyeri perut bagian bawah.

Biasanya, kedua jenis kista tersebut dapat hilang dengan sendirinya setelah beberapa minggu dan ukurannya juga kecil sekitar satu hingga dua millimeter. Tapi ada juga yang ukurannya lebih besar hingga beberapa sentimeter.

Selain kedua jenis kista tersebut, dapat juga terbentuk kista dermoid yang terjadi akibat pembelahan sel ovarium meskipun tidak terjadi pembuahan, terbentuk ketika sel pada ovarium membelah diri walaupun tidak terjadi pembuahan.

Kista dermoid ini memiliki komponen genetik manusia; itulah sebabnya terkadang dapat juga dijumpai gigi, rambut, struktur lainnya di dalamnya.

Risiko yang dapat ditimbulkan adalah saat kista ini membesar dan akhirnya pecah. Pecahnya kista ini dapat menimbulkan rasa sakit yang luar biasa.

Bahkan sebelum jaringan kista dermoid pecah pun sudah menimbulkan rasa sakit yang mengganggu. Ini karena kista dermoid  membuat aliran darah ke ovarium tidak lancar.

Bagaimana cara tahu bahwa di dalam tubuh ada kista?

Seringkali, Anda tidak tahu. Seringkali kista tidak menimbulkan gejala apapun dan hilang dengan sendirinya.

Kista folikel misalnya, kebanyakan tidak memiliki pengaruh apa-apa terhadap siklus menstruasi Anda. Untuk korpus luteum, kadang menimbulkan perdarahan dan Anda pikir itu menstruasi di luar jadwal.

Bagaimana cara mendeteksi kista
Ilustrasi – freepik/katemangostar

Baca jugaGejala Baru Covid-19, Muncul Lesi Keunguan di Sekitar Jari Kaki

Jadi, bagaimana cara mendeteksi kista?

Kunjungi dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Dokter mungkin akan menemukan satu kista yang ukurannya cukup besar saat pemeriksaan ruang panggul misal melalui USG.

Ada beberapa wanita yang mengalami gejala berupa nyeri perut dan ini bisa jadi petunjuk bagi dokter untuk menduga adanya kista.

Apalagi gejala kista yang perlu saya tahu?

Beberapa wanita dengan kista juga dapat mengalami demam, mual, dan muntah. Gejala-gejala ini mungkin saja merupakan tanda infeksi dan harus segera ditangani.

Salah satu komplikasi yang perlu dipertimbangkan pada terbentuknya kista adalah terjadinya hambatan suplai darah ke ovarium karena pergeseran/ perubahan posisi ovarium akibat desakan kista tersebut.

Jika tak segera ditangani, maka kondisi ini dapat berlanjut hingga kerusakan jaringan permanen yang dikenal sebagai adneksa torsi.

Kabar baiknya, adneksa torsi jarang terjadi. Namun jika Anda mengalami nyeri perut yang sangat dan disertai mual segerakan diri ke dokter untuk menghindari terjadinya kemungkinan buruk.

Bagaimana cara dokter memastikan ada kista?

Seringkali, diagnosa kista ditegakkan setelah dokter melakukan pemeriksaan ultrasound lewat vagina, keberadaan kista terlihat saat scanning.

Tetapi, bisa juga dokter menduga keberadaan kista hanya dari gejalanya saja. Dokter mungkin akan memantau selama beberapa minggu atau bulan sebelum memutuskan untuk operasi.

Bagaimana cara mencegah kista
Ilustrasi – freepik/user11167029

BacaPisces dan 3 Zodiak Ini Kangen Mantan Pacar di Masa Social Distancing

Kapan dokter memutuskan untuk operasi?

Penanganan operatif umumnya akan dianjurkan bila kista telah bertahan selama lebih dari tiga kali siklus menstruasi, ukuran kista lebih besar dari 10 cm, adanya kecurigaan bahwa massa tersebut bisa menjadi tumor, maupun adanya risiko terjadinya adneksa torsi.

Adapun metode operatif yang umum digunakan antara lain laparoskopi atau laparotomi; keduanya dilakukan dalam anestesi umum.

Bagaimana cara mencegah kista?

Kehamilan dianggap dapat mencegah tumbuhnya kista karena saat hamil tidak terjadi ovulasi.

Ada juga penelitian yang menyebutkan bahwa pil KB bisa membantu menekan risiko kista karena alasan yang sama dengan kehamilan, yaitu pil KB membuat seorang wanita tidak mengalami ovulasi.

Perbanyak makan makanan nabati, yaitu sayur dan buah segar serta menjaga kebersihan area intim sebagai tindakan pencegahan.

Mungkinkah kista berkembang menjadi kanker?

Mungkin saja tapi risikonya kecil. Kista bisa berkembang menjadi kanker ovarium dan risikonya akan bertambah seiring dengan pertambahan usia.

Menurut American Cancer Society, diperkirakan sekitar setengah dari populasi wanita berusia di atas 63 tahun di Amerika Serikat didiagnosa kanker ovarium. Kanker ovarium adalah penyebab kematian kelima pada wanita.

Untuk menentukan apakah kista Anda berupa tumor yang berpotensi menjadi kanker atau bukan, dokter akan melakukan pemeriksaan ultrasound.

Alat ultrasound dapat mendeteksi apakah kista Anda berisi cairan (kista fungsional yang biasanya tidak berbahaya dan bisa hilang sendiri) atau berupa jaringan padat alias tumor.*(meetdoctor)