Fakta di Balik Foto-Foto Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Fakta di Balik Foto-Foto Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Ada sejumlah foto yang berhasil ditangkap oleh Frans Mendur. Hasil jepretan Frans dianggap sebagai bukti sejarah kemerdekaan negara Indonesia. (Foto: Foto: Soekarno saat membacakan teks proklamasi - ist)

JAKARTA, dawainusa.com Pengibaran bendera pusaka merah putih pada 73 tahun silam merupakan peristiwa historis terpenting bagi bangsa Indonesia. Selain dinilai sebagai peristiwa krusial, momen tersebut juga merupakan titik puncak Indonesia untuk mendeklarasikan kemerdekaan setelah 3,5 abad lamanya dijajah.

Momen pengibaran bendera pusaka Indonesia pada 17 Agustus 1945 tak luput diabadikan oleh kamera milik Frans Mendur. Frans merupakan salah satu dari para fotografer yang mengabadikan detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945.

Bersama saudara kandungnya, Alex Mendur, mereka turut mengabadikan persitiwa bersejarah ini. Frans Mendur bersama Alex Mendur, Justus Umbas, Frans “Nyong” Umbas, Alex Mamusung dan Oscar Ganda, kemudian mendirikan IPPHOS (Indonesia Press Photo Service) pada 2 Oktober 1946.

Baca juga: Paradoks Janji Ma’ruf Amin Soal Lindungi Minoritas Jika Terpilih

Ada sejumlah foto yang berhasil ditangkap oleh Frans. Hasil jepretan Frans dianggap sebagai bukti sejarah kemerdekaan negara kita. Berikut deretan fotonya.

Foto-foto Proklamasi

1. Foto Presiden Soekarno membacakan teks Proklamasi

Inilah foto pertama yang behasil diambil oleh Frans Mendur. Sosok Soekarno yang sedang membacakan teks Proklamasi didampingi oleh Mohammad Hatta di Jl Pegangsaan, Jakarta.

Foto Presiden Soekarno membacakan teks Proklamasi

Foto Presiden Soekarno membacakan teks Proklamasi (Foto: ist)

Foto masih hitam putih. Gambar bersejarah itu masih ada sampai sekarang.

2. Dua foto saat pengibaran bendera merah putih

Foto kedua dan ketiga yang berhasil diselamatkan Frans Mendur adalah saat kenaikan bendera pusaka. Pengibaran Bendera Pusaka ini pertama dinaikkan di rumah Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta, setelah Soekarno membacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Dua foto saat pengibaran bendera merah putih

Dua foto saat pengibaran bendera merah putih (Foto: ist)

3. Soekarno sakit malaria saat membacakan naskah Proklamasi

Di balik foto saat Soekarno membacakan naskah proklamasi, ternyata sedang menderita sakit malaria. Tepatnya dua jam sebelum pembacaan naskah Proklamasi, pukul 08:00 WIB, Soekarno didiagnosa mengalami gejala malaria tertian. Suhu badannya tinggi akibat begadang untuk menyusun konsep naskah proklamasi bersama sahabat-sahabatnya di rumah Laksamana Maeda.

 Soekarno sakit malaria saat membacakan naskah Proklamasi

Soekarno sakit malaria saat membacakan naskah Proklamasi (Foto: Merdeka.com)

Saat itu dokter pribadi Soekarno datang ke kediamannya di Jalan Pegangsaan Timur 56, Cikini, Jakarta Pusat, untuk memeriksa kondisi Soekarno. Setelah itu ia disuntik dan diminta meminum obat untuk kemudian tidur. Setelah itu Soekarno bangun pukul 09.00 WIB dan melakukan upacara Proklamasi pada pukul 10.00 WIB.

4. Bendera pusaka dijahit dari kain sprei

Pada 16 Agustus 1945, istri Soekarno, Bu Fatmawati sudah menyiapkan kain yang bagus untuk bendera merah putih. Namun, kain tersebut sangat kecil dengan panjang hanya 50 sentimeter.

Bendera pusaka dijahit dari kain sprei

Bendera pusaka dijahit dari kain sprei (Foto: ist)

Karena waktu yang mempet, Fatmawati memutuskan untuk mencari kain di lemari. Tak lama kemudian, akhirnya ia menemukan kain putih dari kain sprei. Sementara kain merah ia dapat dari seorang pemuda bernama Lukas Kastaryo yang dibeli dari penjual soto.*