Fadli Zon Sebut Presiden Jokowi Telah Memainkan Politik Bohong

Fadli Zon Sebut Presiden Jokowi Telah Memainkan Politik Bohong

JAKARTA, dawainusa.com – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan bahwa Presiden Jokowi telah memainkan praktik politik bohong kepada masyarakat Indonesia setelah sudah empat tahun memimpin Indonesia.

Politik bohong yang dimainkan oleh Presiden Jokowi, demikian Fadli Zon menjelaskan, terlihat dalam berbagai janji kampanye Jokowi yang sampai saat ini belum terwujud.

Baca juga: Disorot Oposisi, Begini Asal-usul Dana Kelurahan ala Jokowi

Sebelum terpilih sebagai Presiden RI pada 2014 lalu, lanjut Fadli Zon, banyak sekali janji kampanye yang disampaikannya untuk kemajuan Indonesia. Akan tetapi, semua hal itu ternyata hanyalah ‘omong kosong’ belaka, karena sampai saat ini tidak ditepati.

“Kebohongan adalah orang yang membuat janji-janji kemudian janji itu tidak ditepati. Itu namanya politik kebohongan,” kata Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/10).

“Dan itu mudah sekali dilakukan dalam empat tahun selama menjabat ya saya kira ini sudah tepat empat tahun, banyak sekali janji-janji itu yang tidak ditunaikan,” lanjut dia.

Presiden Jokowi Menyindir Dirinya Sendiri

Sebelumnya, Presiden Jokowi memberikan himbauan bahwa pesta demokrasi yang pada 2019 mendatang akan digelar di Indonesia mesti diisi dengan pertarungan-pertarungan rasional.

Maksudnya ialah setiap orang yang bertanding di dalamnya mesti mampu menunjukkan program dan gagasan yang dapat membangun kehidupan dan kemajuan bangsa dan negara.

Segala program dan gagasan itu dituangkan dan diuji di hadapan publik agar masyarakat bisa tahu terkait siapa orang yang layak untuk dipilh dan menjadi pemimpin bangsa dan negara ini.

Baca juga: Dana Kelurahan, Strategi Jokowi Dongkrak Elektabilitas?

Dengan demikian, lanjut Jokowi, para kontestasi pesta demokrasi mesti menghindari politik kebohongan. “Kita harus akhiri politik kebohongan, politik yang benar sendiri,” kata Jokowi saat memberikan acara dalam acara HUT ke-54 Golkar di Hall D2, Jakarta International Expo, Jakarta Pusat, Minggu (21/10).

Apa yang disampaikan oleh Jokowi soal himbauan agar jangan memainkan politik bohong tersebut ditanggapi oleh Fadli Zon.

Ia menilai, sebenarnya perkataan itu merupakan sindiran Jokowi untuk dirinya sendiri menginggat berbagai macam janji kampanye yang tidak diwujudkannya itu. “Saya kira dia sedang menyindir dirinya sendiri yah. Mungkin dalam rangka refleksi kali,” kata Fadli Zon.

Jokowi Mesti Jadi Pemberi Contoh Politik tanpa Kebohongan

Pernyataan Presiden Jokowi soal politik kebohongan tersebut juga mendapat respon dari Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid.

Ia sendiri mengapresiasi terhadap himbauan dari Presiden Jokowi tersebut. Akan tetapi, kata dia, Jokowi mesti juga mampu menjadi contoh untuk tidak melakukan praktik politik kebohongan itu.

Sebagai pejabat publik, demikian Nur Wahid, Presiden Jokowi harus mampu menghadirkan politik yang beradab di dalam ruang publik, politik tanpa kebencian serta tidak membuat publik menjadi gaduh.

Baca juga: Pemerintah Jokowi-JK Dinilai Tak Jujur Soal Kesenjangan Ekonomi

“Sudah sangat sewajarnya juga presiden lah menjadi contoh terbaik tentang berpolitik tanpa kebohongan itu, supaya yang lain pun dengan mudah mengikuti,” ujar Nur Wahid di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (22/10).

Cara berpolitik beradab atau tanpa kebohongan seperti ini sangat penting untuk diterapkan saat ini. Sebab, demikian Nur Wahid, segala sesuatu yang dilakukan oleh para pejabat publik akan disoroti oleh media dan karena itu sudah pasti akan diketahui oleh semua orang.

“Kemudian dimulai dari Pak Jokowi supaya menjadi keteladanan yang sangat baik, sehingga semuanya pun juga nyaman berpolitik yang tanpa kebohongan,” kata Nur Wahid.*