Eks Relawan Jokowi Deklarasi Dukungan ke Prabowo-Sandi

Eks Relawan Jokowi Deklarasi Dukungan ke Prabowo-Sandi

Jakarta, dawainusa.com Relawan yang tergabung dalam kelompok Indonesia muda resmi memberikan dukungan politiknya kepada pasangan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019. Relawan ini pernah bekerja memenangkan calon presiden petahana Jokowi di Pilpres 2014.

Ketua Indonesia Muda Lutfi Nasution menjelaskan, relawan yang baru mendeklarasikan dukungan politiknya kepada pasangan Prabowo-Sandi berangkat dari latar belakang keanggotaan yang berbeda.

Baca juga: Miliki Konsep Ibu Bangsa, Kowani Tolak Istilah The Power of Emak-Emak

Adapun keanggotaan relawan ini terdiri dari aktivis prodemokrasi lintas generasi, eks relawan Jokowi dan anggota rumah transisi Jokowi JK 2014.

 “Hari ini kami mendukung Bung Sandi (Sandiaga Uno) karena dia adalah representasi anak muda Indonesia yang layak merebut kursi kepemimpinan nasional,” kata Lutfi di Jakarta, sabtu,(15/9)

Banyaknya kelompok relawan yang tergabung dalam kelopok Indonesia muda ini tidak terlepas dari sosok Sandiaga Uno yang diklaim sebagai representasi anak muda Indonesia.

Selain itu, jelas  Lutfi, ada juga pilihan sadar dari kelomok relawan setelah melakukan proses evaluasi kepada pemerintahan yang ada sekarang.

Lufti juga mengkritisi persoalan ekonomi yang menjadi masalah utama di Indonesia. Ia yakin terhadap sosok Prabowo-Sandi mampu menyelesaikan persoalan ekonomi mikro, kecil dan menengah serta menyediakan lapangan kerja.Ia juga menambahkan, Prabowo-Sandi juga mau merangkul kaum milenial.

Nawacita Dinilai Belum Berhasil

Beralihnya dukungan relawan ini dari Jokowi ke Prabowo-Sandi tidak terlepas dari program nawacita yang belum berhasil. Mereka juga menilai, program tersebut cenderung gagal.

Selain itu, kepemimpinan Jokowi telah berjalan tidak sesuai dengan harapan awal dari relawan yang pernah bekerja untuk capres petahana tersebut.

Baca juga: Pemerkosaan di Bali, Tergoda Turis yang Tidur Tanpa Busana

 “Makanya kami membutuhkan sosok pemimpin baru yang dapat menjawab tantangan,” ujar Lutfi.

Beberapa hasil survei pun menjelaskan respon masyarakat terhadap program nawacita Jokowi. Hasil survei Indo Barometer misalnya, mayoritas masyarakat tidak mendengar atau mengetahui program Jokowi-JK yang dinamakan nawacita.

Perbandingan antara masyarakat yang mengetahui dan yang tidak mengetahui juga sangat tinggi. Setidaknya ada  58,2 persen responden menyatakan tidak pernah mendengar atau mengetahui program tersebut, sedangkan 37,6 persen mengetahui.

“Ini memprihatinkan, tiga bulan sebelum masa kampanye pemilihan presiden 2019 yang tahu baru 37-an persen saja,” ujar Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari.*