Dawainusa.com — Perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan makin bertumbuh jika pemerintah mengembangkan tol laut, demikian dikatakan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam webinar bertajuk “Transportasi Untuk Merajut Keberagaman Melalui Moda Transportasi Laut”, Senin (24/8).

Budi Karya memastikan bahwa program tol laut akan menghasilkan kontribusi langsung pada peningkatan perekonomian di provinsi kepulauan itu yang selama lima tahun terakhir memang telah menunjukkan trend positif.

“Potensi ekonomi di NTT bertambah baik,” katanya, seperti dikutip dari Tempo.co.

Baca Juga: Pemprov NTT Klaim Konflik Lahan Besipae Telah Berakhir

Kupang sebagai Hub Tol Laut Indonesia Timur

Kementrian Perhubungan, terang Budi Karya, telah menargetkan Kupang, ibukota Provinsi NTT, menjadi hub (pusat) dari tol laut di Indonesia Timur.

Untuk mengembangkan tol laut NTT, Kemenhub telah mengalokasikan anggaran yang bersumber dari sukuk untuk pembangunan beberapa pelabuhan di Provinsi NTT.

Budi Karya menegaskan bahwa sektor pertanian, termasuk peternakan di dalamnya, menjadi tulang punggung utama ekonomi NTT dengan kontribusi 28 persen.

Sepanjang 2019, sektor ini tumbuh 3,75 persen. Ke depan, kata Budi Karya, pengembangan tol laut di NTT akan tetap diteruskan.

Dengan tol laut, maka jutaan sapi sudah bisa diangkut dari NTT ke Jawa Timur. Bahkan saat hari raya kurban, sapi dari NTT juga bisa diangkut ke daerah lain. Misalnya pada hari raya kurban 2020 lalu, sapi dari NTT diangkut ke ke Dumai, Provinsi Riau.

Untuk diketahui, selama lima tahun terakhir pertumbuhan ekonomi di NTT tercatat terus meningkat. Dari semula 5,05 persen pada 2014 menjadi 5,2 persen pada 2019.

Pada kesempatan yang sama, Budi Karya kembali menekankan bahwa pembangunan infrastruktur sektor transportasi laut merupakan urat nadi untuk pembangunan sekaligus bantalan bagi perekonomian nasional.

“Dengan negara kepulauan terbesar di dunia kita terus kembangkan transportasi laut. Selama ini transportasi laut menjadi urat nadi pendorong ekonomi nasional dan menjadi backbone ekonomi kita,” terang Budi Karya.

Budi mengatakan, salah satu manfaat nyata dari peranan moda angkutan laut ialah percepatan distribusi logistik, khususnya bahan pangan. Dengan begitu, harga jual bahan pangan di luar pulau Jawa menjadi lebih terjangkau.

Selain itu, transportasi laut juga dinilai mampu menjadi perekat keberagaman suku budaya, ras, agama dan Bahasa.

Baca JugaRumah Dibongkar, Warga Besipae Minta Pindah ke Luar Negeri jika Punya No HP Jokowi

Ke depannya, lanjut Budi Karya, Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus melakukan pembangunan sejumlah pelabuhan bersandar internasional di berbagai wilayah Indonesia.

Beberapa diantaranya Pelabuhan Kijang di Kalimantan Barat, Pelabuhan Patimban di Subang Jawa Barat, Pelabuhan Terpadu di Provinsi Maluku, hingga revitalisasi Pelabuhan Labuan Bajo di Provinsi NTT.

“Pemerintah Indonesia hadir untuk membangun kemandirian jalur transportasi, sehingga bisa menyatukan NTT, Maluku bahkan Sabang,” tutur Budi Karya.*