Dawainusa.com Universitas Negeri Nusa Cendana (Undana) Kupang, Nusa tenggara Timur menerapkan kebijakan bagi mahasiswa yang kesulitan membayar uang kuliah di tengah pandemi Covid-19.

Rektor Undana Kupang Prof Fredrik L Benu mengatakan, penerapan kebijkan tersebut khusus bagi mahasiswanya yang mengajukan cicilan pembayaran uang kuliah tunggal (UKT) untuk satu semester saat wabah Covid-19.

Baca juga: Pulang dari Bali, Dokter di NTT Positif Covid-19

“Kami saat ini tengah menerapkan kebijakan keringanan bagi mahasiswa yang kesulitan membayar uang kuliah, namun hal ini bagi mereka yang mengajukan formulir pembayaran UKT,” katanya di Kupang, seperti dilansir Antara, Senin, (6/7).

Kebijakan universitas negeri tersebut dalam membantu mahasiswa yang kemungkinan besar orang tuanya terdampak akibat COVID-19.

Fredrik mengatakan bahwa tidak semua mahasiswa Undana yang mengajukan pembayaran cicilan itu akan disetujui oleh pihak universitas. Sebab nantinya pihak kampus akan memverifikasi lagi data mahasiswa yang mengajukan pembayaran cicilan itu.

“Nanti akan dilihat lagi apakah memang mahasiswa itu pantas menerima pembayaran iuran cicilan UKT tersebut. Kami belum tahu siapa saja boleh ajukan tetapi tidak berarti harus terima,” ujar dia.

Sesuai dengan Permendikbud

Guru besar Undana itu juga menambahkan penerapan kebijakan keringanan itu sesuai dengan Permendikbud no 25 tahun 2020 yang memungkinkan pihak universitas boleh memotong uang kuliah.

Dalam aturan tersebut kata dia, universitas diperbolehkan melakukan beberapa hal yakni penurunan uang kuliah, penyician uang kuliah serta penghapusan uang kuliah.

“Pokoknya setiap mahasiswa bisa mengajukan. Nanti akan diverifikasi terlebih dahulu, untuk memastikan yang mendapatkan keringanan itu terdampak secara ekonomi , atau mungkin terdampak dalam masalah perkuliahan,” tambah dia.

Terkait syarat-syarat apa saja yang dibutuhkan kata dia, saat ini pihaknya masih mempersipakan namun kata dia dalam waktu dekat syarat-syarat itu akan segera dikeluarkan.

Tetapi pada intinya harus menyatakan bahwa orang tuanya dari keluarga kurang mampu atau tidak, apakah benar orang tuanya di PHK, atau apakah benar ortunya itu dipotong gajinya karena dampak COVID-19.

“Untuk pemberlakukannya untuk saat ini untuk semester gajil tahun ini saja, nanti kita lihat lagi perkembangannya,” kata dia.*