Dukung Kemajuan UMKM, Begini Kata Wali Kota Kupang
Jefri Riwu Kore/Ist

Dawainusa.com – Kehadiran Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) dinilai akan menjadi sektor unggulan untuk meningkatkan perekonomian nasional.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore di mana dia menyebutkan UMKM akan maju jika ditopang dengan baik dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah.

“Saya percaya bahwa suatu saat UMKM akan memberikan kekuatan ekonomi luar biasa bagi bangsa, sehingga tidak hanya bergantung pada migas saja,” kata Jefri di Kupang, Kamis, (37/5/2021).

Wali Kota Kupang
Wali Kota Kupang/Ist

Baca jugaGubernur Laiskodat Harapkan Bambu Dibudidayakan Sebagai Tanaman Utama

Terbuka Mendukung Para Pelaku UMKM

Wali Kota Kupang menyampaikan hal tersebut secara daring dalam Talkshow Road To Kilau Digital Permata Flobamora di Kota Kupang dalam rangka menyambut Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBBI) 2021 yang akan digelar pada 18 Juni 2021 mendatang di Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Saat ini pemerintah Indonesia melalui pemerintahan Presiden Joko Widodo tengah berusaha agar ekonomi Indonesia tetap bangkit.

Salah satunya adalah dengan kampanye Gernas BBI yang saat ini terus digaungkan di berbagai kota di Indonesia seperti di Kota Kupang yang dilakukan pada Kamis (27/5/2021).

Ia menambahkan, Gernas BBI sangat berarti bagi pelaku UMKM karena dapat membantu dan membina UMKM agar menjadi pondasi yang kuat untuk meningkatkan perekonomian di tengah pandemi COVID-19 dan bencana Badai Seroja beberapa waktu lalu.

“Gernas BBI mendorong pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Kota Kupang untuk lebih terbuka dalam mendukung dan memajukan para pelaku UMKM lokal,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan Usha Kecil dan Menengah Kota Kupang, Danberty E Ndapamerang, mengatakan saat ini jumlah UMKM di Kota Kupang berkisar 17 ribu.

Ia juga berpendapat bahwa jumlah ini kemungkinan bertambah banyak karena banyak dari para pekerja yang ter-PHK.

Selama ini pihaknya selalu memberikan pelatihan kepada para pelaku agar bisa bersaing di pasaran dan bisa bersaing di pasar nasional.

Untuk bisa tembus pasar nasional, ada beberapa tantangan bagi pelaku usaha di Kota Kupang, yaitu menjaga kualitas produk, kontinuitas stok, dan pelayanan.

“Pelayanan itu sangat penting, bagaimana memuaskan hati pelanggan, dan mengikat hati mereka agar benar-benar tertarik dan cinta terhadap produknya,” tegasnya.

Ia juga berharap dengan kegiatan workshop ini para pelaku Usaha sudah bisa membuka toko digital dan bersaing di pasar digital.*