Dukun Ini Ditangkap Setelah Gelar Ritual Sentuh 7 Titik Sensitif

Dukun Ini Ditangkap Setelah Gelar Ritual Sentuh 7 Titik Sensitif

Seorang dukun diciduk polisi setelah dilaporkan kerap mencabuli pasiennya dengan modus menghilangkan mahluk gaib dari dalam tubuh melalui ritual sentuh 7 titik sensitif. (Foto: Ilustrasi - Netralnews.com).

JAKARTA, dawainusa.com Anggota Polres Metro Jakarta Selatan menangkap seorang dukun bernama Dwi Agus Purwanto (DAP), Selasa (13/2). Ia diciduk polisi setelah dilaporkan kerap mencabuli pasiennya dengan modus menghilangkan mahluk gaib dari dalam tubuh melalui ritual sentuh 7 titik sensitif.

“Pelaku selalu mengatakan kepada wanita berusia 20-30 tahun kalau dalam tubuhnya ada mahluk gaib yang menutup aura,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Bismo Teguh Prakoso, Selasa (13/2).

Baca juga: Bermaksud Obat ke Dukun, Gadis Ini Malah Diperkosa di Pantai

Bismo mengatakan, aksi bejat pelaku diketahui setelah seorang korban berinisial AZ (25) melaporkan kejadian tersebut pada 28 Januari 2018 lalu. Selain AZ, pelaku juga dilaporkan oleh korban lainnya, yakni HD (24), SB (19), dan NA (27).

Saat menjalankan aksinya, terang Bismo, pelaku mewajibkan korban bersedia menjalani ritual sentuh 7 titik sensitif pada bagian tubuh korban.

Adapun ke-7 titik tersebut yakni bagian telapak tangan, telapak kaki, belakang leher, belakang pinggang, perut atau dada, payudara dan kemaluan.

Kronologi Ritual Sentuh 7 Titik Sensitif

Pada November 2017 lalu, seorang korban mendatangi rumah pelaku bermaksud untuk menghilangkan dua mahluk gaib, yakni genderuwo dan nenek tua yang menutup auranya.

Pelaku kemudian melakukan ritual menggambar genderuwo lalu membakarnya. “Pelaku mengatakan genderuwo sudah hilang dalam tubuh korban, namun masih ada mahluk halus berupa nenek tua yang menutup aura korban,” jelas Bismo.

Pada 6 Desember 2017, korban kembali ke rumah pelaku. Korban meminta pelaku mengusir roh nenek tua yang masih berada dalam tubuhnya. Saat itu, pelaku mewajibkan korban bersetubuh dengannya.

“Pelaku mengatakan bahwa jin yang ada dalam tubuh korban harus dikawinkan dengan jin yang ada dalam tubuh pelaku, dengan cara bersetubuh,” lanjut Kapolres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Polisi Mardiaz Kusin, Selasa (13/2).

Baca juga: Cinta Ditolak, Gadis Cantik Pemilik Warkop Ini Disetubuhi

Selanjutnya, pada 21 Januari 2018, pelaku menyuruh korban bersetubuh lagi sebagai proses pengobatan yang terakhir agar tubuh korban benar-benar bebas dari pengaruh makhluk gaib.

Adapun dari tangan pelaku, polisi menyita beberapa barang bukti berupa pakaian milik pelaku dan para korban, satu buah dupa, satu plastik berisi keris-keris kecil, dua buah plastik berisi berbagai macam batu dan dua buah botol kecil berisi air.

Selain itu, polisi juga menyita satu botol minyak baju, satu botol kecil minyak japaron, satu botol kecil air batu merah, satu botol kecil minyak misik, dua bungkusan berisi kopi, dan air serta satu buah black ring.

Sementara, polisi juga mengumpulkan barang bukti dari korban AZ berupa satu rok warna hitam, kaos lengan panjang warna hitam, satu legging warna ungu, satu celana dalam warna abu-abu, dan satu kerudung warna merah.

Saat ini, polisi telah menetapkan DAP sebagai tersangka kasus pemerkosaan. DAP terbukti melanggar Pasal 285 KUHP dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.

Aksi Bejat DAP Tidak Diketahui Istri

Istri dukun cabul yang berinisial Y (38), mengaku tidak mengetahui aksi bejat suaminya yang telah menyetubuhi pasien-pasiennya.

Y mengatakan, selama ini dirinya mengetahui pekerjaan suaminya itu mengobati penyakit, baik medis maupun non-medis menggunakan ilmu gaib. Namun, ia tidak tahu tentang praktik persetubuhan yang dilakukan suaminya dengan pasiennya tersebut.

“Kalau orang minta tolong sifatnya medis diarahkan herbal, kalau deteksi suami saya dunia lain, entah santet, atau apa, itu ditangani sama dia khusus,” ujar Y, Selasa (13/2).

Baca juga: Janda Muda 22 Tahun Diperkosa Tiga Pria Hingga Pingsan

Menurut dia, banyak tamu pasien perempuan yang divonis penyakit non-medis, sehingga perlu penanganan khusus dari suaminya.

Ia menerangkan bahwa dirinya hanya tahu metode pengambilan penyakit gaib selalu berdasarkan kesepakatan pasien. “Saya tak ada pikiran apa-apa, memang metodenya seperti itu, kesepakatan dengan pasien. Justru saya kaget dan shock, kok jadi begini,” ungkapnya.

Sementara itu, AKBP Bismo mengatakan, pihaknya akan memeriksa Y sebagai saksi dalam kasus ini.*